Kebutuhan Benih Nasional 70 Ribu Ton, Ini Langkah Petrokimia

- 12 Maret 2016
Dibaca Normal 1 menit
tirto.id - [caption id="attachment_33365" align="alignnone" width="1200"]
Sejumlah petani mencabut benih padi untuk ditanam di areal sawah Desa Pabean udik, Indramayu, Jawa barat, Minggu (4/1). Untuk mencapai target Swasembada pangan, Pemerintah menyalurkan subsidi benih padi sebesar 50.000 ton benih atau senilai Rp. 700 miliar. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/Rei/Spt/15.
Sejumlah petani mencabut benih padi. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara[/caption]

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Nugroho Christijanto, mengatakan dalam rangka memenuhi kebutuhan benih padi secara nasional yang saat ini mencapai sekitar 70.000 ton, pihaknya menyediakan bibit unggul berupa Hibrida Padi 18 (Hipa 18).

"Kita punya dua (bibit unggul), pertama Petroseed yang babonannya Ciherang, kedua yang ini, hibrida," kata Nugroho, usai panen padi Hipa 18 di lahan demonstrasi plot (demplot) Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu, (12/3/2016).

Nugroho mengatakan benih padi varietas Hipa 18 yang dikembangkan bersama Balai Besar Penelitian Tanaman Padi itu akan diluncurkan dalam waktu dekat atau sekitar tanggal 21 Maret 2016 setelah proses legal formalnya selesai.

Nugroho kemudian mengungkap untuk tahun 2016, sudah disiapkan sebanyak 100 ton benih padi Hipa 18 yang akan dipasarkan ke petani.

"Kami bekerja sama dengan mitra penangkar benih untuk menjaga ketersediaan benih Hipa 18 karena kami tidak punya lahan sendiri," kata Nugroho.

Nugroho mengungkap, kerjasama itu diperlukan untuk memenuhi kebutuhan beni padi secara nasional yang jumlahnya tak sedikit.

Nugroho juga menerangkan terkait penanaman padi Hipa 18. Pada lahan seluas 1 hektare dibutuhkan sekitar 15 kilogram benih Hipa 18.

Nugroho lalu memberi gambaran, berdasarkan hasil panen ubinan (14 meter persegi, red) pada lahan demplot seluas 0,7 hektare di Desa Mernek, padai Hipa 18 yang sudah ditanaman menghasilkan sekitar 13 ton padi per hektare.

Meskipun begitu, Nugroho memberi pengecualian. Jika hasil panen ubinan tersebut dikonversi atau dikurangi dengan ukuran tanggul dan sebagainya, hasil panen padi Hipa 18 diperkirakan bisa mencapai 10,7 ton padi per hektare.

"Ini sudah jauh di atas ekspektasi kami yang sekitar 10 ton per hektare. Ini hasil panen kami yang kedua setelah panen di Malang, Jawa Timur, hasilnya 10,2 ton per hektare," ujar Nugroho.

Nugroho meyakinkan potensi hasil padi Hipa 18 lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lain. Selain itu, tekstur nasinya juga lebih pulen dan padi jenis ini juga tahan terhadap serangan penyakit, seperti blas, hama wereng, tungro.

“Usia tanaman lebih singkat serta bulir padinya lebih banyak,” kata Nugroho.

Selain memiliki padi Hipa 18, Peterokimia Gresik juga memiliki benih jagung dan cabai.

"Ini perjalanan panjangnya Petrokimia Gresik ke depan untuk bisa berkiprah di benih. Selain benih padi, kami juga punya benih jagung Petro hi Corn, benih cabai Petro Chili," kata Nugroho.

Menanggapi pernyataan Nugroho, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Mernek, Waluyo, mengharapkan adanya subsidi terhadap benih padi Hipa 18.

“Harga benih padi Hipa 18 yang sebesar Rp50.000 per kilogram terlalu tinggi bagi petani,” kata Waluyo.

Disamping ada subsidi, Waluyo juga menyampaikan tempat penangkaran benih padi Hipa 18 di Desa Mernek dapat dibangun oleh pihak berwenang, sehingga petani akan lebih mudah mendapatkan benih padi tersebut dan Desa Mernek bisa menjadi agrowisata padi.

Seiring dengan Waluyo, Nartim, salah seorang anggota Kelompok Tani Mugi Rahayu, Desa Karangrena, Kecamatan Maos, menginginkan ketersediaan benih padi Hipa 18 tetap terjaga.

“Selama ini jika ada benih padi hibrida yang bagus, benihnya sulit dicari setelah beberapa kali musim tanam,” kata Nartim.

Terkait dengan harapan-harapan tersebut, Nugroho mengatakan Petrokimia bukan perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk menyediakan benih padi bersubsidi.

“Ada dua perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk menyediakan benih padi bersubsidi, yakni PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri,” kata Nugroho.

Nugroho kemudian mengakui bahwa memang sering benih padi hibrida yang bagus sulit diperoleh ketika sudah terkenal. Oleh karena itu, Nugroho berkata pihaknya bekerja sama dengan mitra penangkar benih untuk menjaga ketersediaan benih padi Hipa 18.

Baca juga artikel terkait FINAL RUSIA 2018 atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: