Menuju konten utama

Jokowi: Beri Insentif Industri yang Produksi Substitusi Impor

Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk memberikan insentif bagi investor dan industri yang berhasil memproduksi barang substitusi impor.

Jokowi: Beri Insentif Industri yang Produksi Substitusi Impor
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) saat meninjau lokasi bencana gempa di Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.

tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk memberikan insentif bagi investor dan industri yang berhasil memproduksi barang substitusi impor. Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan secara daring dalam Rapat Koordinasi Monitoring Evaluasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 dipantau di Jakarta, Selasa (29/11/2022).

“Berikan insentif bagi investor dan industri yang mengembangkan dan memproduksi produk substitusi impor,” kata Jokowi dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan pemberian insentif menjadi salah satu dari empat langkah meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Langkah lainnya, lanjut Jokowi yaitu meningkatkan produk dalam negeri yang memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Tidak hanya itu, Jokowi juga meminta agar dilakukan percepatan proses digitalisasi untuk peningkatan penyerapan produk dalam negeri dan produk UMK dan koperasi. Dalam langkah tersebut, turut juga termasuk penggunaan kartu kredit pemerintah pusat dan daerah dalam pengadaan barang dan jasa.

Langkah lainnya adalah peningkatan riset untuk menciptakan industri yang mampu mensubstitusi produk impor. Dia menjelaskan dengan meningkatnya penggunaan produk dalam negeri maka akan bertambah lapangan kerja dan menjadi stimulus bagi industri-industri kecil.

“Sehingga perekonomian nasional akan terus bergerak dan tumbuh secara berkelanjutan,” bebernya.

Sebelumnya, Jokowi berharap realisasi belanja produk dalam negeri pada 2023 bisa meningkat. Tercatat dalam laporan bahwa realisasi penggunaan produk dalam negeri tembus Rp 547 triliun atau mencapai 44,9 persen dari APBN.

Baca juga artikel terkait INSENTIF INDUSTRI

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Editor: Intan Umbari Prihatin