tirto.id - Satu hal yang kerap membuat Jacob Zuma tersandung di depan mikrofon adalah angka. Bukan angka njelimet seperti laporan keuangan atau statistik ekonomi yang rumit. Namun, angka-angka sederhana yang seharusnya mudah dibacakan oleh seorang Presiden Afrika Selatan.
Misalnya saat pidato di sebuah konvensi partai tahun 2015, ia kesulitan melafalkan jumlah anggota African National Congress (ANC) yang dalam naskah pidatonya tercatat 769.870.
"Tujuh ratus enam puluh sembilan, delapan ratus dan... Tujuh ratus enam puluh sembilan ribu, delapan ratus dua puluh tujuh puluh anggota… ," ucapnya terbata-bata.
Potongan video pidato tersebut viral dan menjadi bahan olok-olok di media sosial. Di internet, momen semacam ini punya umur panjang. Beberapa tahun berlalu, pada 2019, Youtuber Felix "PewDiePie" Kjellberg membuat satu episode khusus yang mengompilasi momen-momen ketika Zuma tersandung saat mengucapkan angka dalam pidatonya.
Zuma sebenarnya sudah akrab dengan situasi semacam itu. Cara berbicaranya, ekspresi wajahnya, hingga gerak tubuhnya berkali-kali menjadi sorotan hingga menjadi meme di media sosial. News24 pernah memasukkan Zuma dalam daftar warga Afrika Selatan yang paling sering "diabadikan" dalam meme. Mereka menyebutnya sebagai "meme berjalan".
Partai Lebih Penting Dibanding Konstitusi
Sebelum menjadi "meme berjalan" Afrika Selatan, pria bernama lengkap Jacob Gedleyihlekisa Zuma yang lahir pada 12 April 1942 adalah seorang pejuang anti-apartheid, sebuah sistem segregasi rasial yang menempatkan penduduk kulit hitam sebagai warga kelas dua di tanahnya sendiri.
Di usia yang belum genap 20 tahun, ia sudah bergabung dalam ANC Youth League. Ia sempat dipenjara selama 10 tahun di Pulau Robben karena melawan apartheid, diasingkan, lalu kembali ke Afrika Selatan dengan tekad yang sama: melawan apartheid.
Berbekal kisah perjuangan itu, ia berhasil menempati berbagai posisi politik, termasuk pemimpin nasional ANC. Namun, ketika apartheid runtuh dan kekuasaan berada di tangannya, Zuma justru menjadi tokoh Afrika Selatan penuh kontroversi.
Zuma tidak hanya tersandung urusan angka. Diberbagai pidatonya, ia kerap melontarkan pernyataan-pernyataan kontroversial. Salah satunya, saat ia berpidato di pertemuan regional ANC di Durban pada 17 November 1996. Zuma mengatakan Partai ANC lebih penting ketimbang konstitusi.
"[ANC] lebih penting daripada Konstitusi. Tidak ada kekuatan politik yang dapat menghancurkan ANC. Hanya ANC-lah yang dapat menghancurkan dirinya sendiri... [ANC ada] untuk mengatur berbagai hal," ucap Zuma.
Ironisnya, pernyataan itu muncul hanya beberapa tahun setelah apartheid berakhir dan Afrika Selatan memasuki era demokrasi konstitusional. Di tengah perubahan besar itu, bagaimana bisa seorang veteran anti-apartheid menempatkan partai di atas konstitusi, ketika konstitusi adalah salah satu fondasi dari tatanan demokrasi baru yang lahir setelah perjuangan melawan apartheid?
Meski penuh kontroversi, karier politik Jacob Zuma terus melaju. Ia terpilih menjadi Wakil Presiden Afrika Selatan pada 1999. Menjadi orang nomor dua di Afrika Selatan tak mengubah gaya berpidatonya.
Pernyataan kontroversi kembali ia lontarkan ketika berpidato di hadapan tim kampanye ANC di Gauteng pada Maret 2004.
Juru bicara ANC kemudian membuat klarifikasi bahwa ucapan itu sebagai ungkapan sehari-hari dan menjelaskan maksud Zuma adalah ANC akan terus berkuasa selama dikehendaki oleh rakyat.
Namun bagi Joe Seremane dari partai oposisi, Democratic Alliance, pernyataan Zuma bukan sekadar retorika kampanye. Menurutnya, ucapan Zuma menyiratkan bahwa ANC ingin berkuasa selamanya dan menyuarakan "the language of a one-party state" atau retorika khas dari rezim otoriter.
Meski menuai kritik, Zuma terus mengulang pernyataan tersebut termasuk pada 2007. Lalu pada 2008, saat rapat umum ANC di Khayelitsha.
Bisnis Lancar Jika Dekat dengan Partai Penguasa
Ketika terpilih menjadi Presiden Afrika Selatan pada 2009-2018, pidatonya semakin kontroversial. Kali ini saat jamuan makan malam peringatan HUT ke-101 ANC di Durban pada 12 Januari 2013.
"Kami tidak memaksa... Anda bisa memberikan dukungan dan menjadi pendukung, namun jika Anda melangkah lebih jauh dan menjadi anggota dan jika Anda seorang pebisnis, maka bisnis Anda akan berkembang pesat," janji Zuma.
"Segala sesuatu yang Anda sentuh akan berlipat ganda. Saya selalu mengatakan bahwa pebisnis yang bijak akan mendukung ANC... karena mendukung ANC berarti Anda melakukan investasi yang sangat baik bagi bisnis Anda."
Menanggapi pidato tersebut, Democratic Alliance mendesak kejelasan mengenai pernyataan presiden, karena pernyataan itu menyiratkan bahwa "dengan mendukung ANC, dunia usaha akan mendapatkan imbalan dalam bentuk finansial".
Mazibuko menambahkan bahwa komentar Zuma menjadi bukti mengenai sikap presiden yang "mencampuradukkan peran negara dan partai".
Pidato Zuma yang selalu kontroversial, menurut Prince Mashele, peneliti senior di Centre for the Study of Governance Innovation, Afrika Selatan, bisa terjadi karena ia miskin gagasan. Ia berhasil berada di puncak kekuasaan karena menunggangi narasi sebagai korban--karena dikaitkan dengan berbagai skandal korupsi--sembari menari dan menyanyikan lagu "My Machine Gun", lagu perjuangan anti-apartheid ANC.
Zuma memang bukan seorang orator, apalagi jika disandingkan dengan kemampuan retorika para pendahulunya seperti Thabo Mbeki dan Nelson Mandela--keduanya pernah menyampaikan pidato-pidato brilian yang tercatat dalam sejarah.
Piawai dalam Membuat "Pertunjukan"
Mungkin Zuma menyadari bahwa panggung tidak harus dikuasai lewat pidato dan retorika. Bahwa tarian dan nyanyian juga bisa menghidupkan panggungnya. Apalagi dua pertunjukan itu sangat ia kuasai.
Kepiawaiannya dalam membuat pertunjukan sudah terlihat sejak ia ditahan di Pulau Robben. Menurut laporan BBC, Zuma adalah sosok yang menjaga semangat perjuangan para tokoh senior ANC yang dipenjara di Pulau Robben melalui nyanyian dan pertunjukan teater spontan--sisi jenaka itulah yang membuatnya disukai oleh rakyat biasa Afrika Selatan sebelum ia menjabat sebagai presiden.
Strategi "pertunjukan" menyanyi dan menari itu terus ia pertahankan hingga menjadi presiden. Pada 2010, ketika menghadiri World Economic Forum di Davos, Zuma sempat menari dalam sebuah sesi tentang masa depan Afrika. Setahun kemudian, pada perayaan kemenangan ANC di Johannesburg Mei 2011, IOL melaporkan bahwa setelah pidato, Zuma ikut berjoget bersama pendukungnya ketika penyanyi Chomee tampil di atas panggung.

Soal menyanyi, ada satu lagu wajib yang kerap dinyanyikan Zuma di berbagai panggung yakni "Umshini Wami" atau "My Machine Gun", lagu yang lekat dengan sejarah perjuangan ANC melawan apartheid.
Meski apartheid sudah runtuh, lagu ini tetap ia nyanyikan di berbagai kesempatan. Hal ini bukan tanpa alasan.
Penelitian Liz Gunner berjudul "Jacob Zuma, the Social Body and the Unruly Power of Song" pada 2008 menunjukkan bagaimana "My Machine Gun" menjadi bagian dari kemunculan Zuma sebagai figur politik di Afrika. Menurutnya, lagu ini telah membantu membangun persona populer Zuma.
Hampir dua dekade kemudian, pada 2026, Mabunda M. Thompson menganalisis lebih jauh soal penampilan Zuma ketika menyanyikan lagu "My Machine Gun". Menurut Thompson, Zuma memanfaatkan lagu tersebut untuk menyatukan pendukungnya dengan membangkitkan kembali memori mengenai peran lagu itu di masa perjuangan melawan apartheid.
Zuma tak hanya bernyanyi, ia membuat pertunjukan berupa gerakan tubuh dan gestur untuk memperkuat pesan dari lagu tersebut. Massa pun tidak sekadar mendengarkan, tetapi kemudian ikut bernyanyi dan bergerak. Thompson mengaitkannya dengan konsep kinesthetic empathy--ketika musik dan gerakan membuat penonton ikut merasakan emosi yang ditampilkan oleh performer.
Oleh sebab itu, "My Machine Gun" tidak hanya sebuah nyanyian, tetapi menjadi sarana komunikasi yang memperkuat ikatan emosional, solidaritas, dan dukungan antara Zuma dengan pendukungnya.
Carla Lever, peneliti dari Nelson Mandela School of Public Governance, University of Cape Town mengatakan bahwa jika ada satu hal yang disepakati oleh masyarakat Afrika Selatan, itu adalah Jacob Zuma selalu piawai dalam menyuguhkan pertunjukan. Hal ini terbukti menguntungkannya di masa lalu, bahkan sejak ia digulingkan pada tahun 2018.
Meski ia menggunakan kendaraan berbeda yakni Mkhonto we Sizwe Party (MK), partai baru ini mampu mendulang kemenangan di KwaZulu Natal yang menjadi kampung halaman Zuma. Di tingkat nasional, partai MK menempati posisi ketiga dengan perolehan 15 persen suara di bawah ANC (40 persen) dan partai Democratic Alliance (21 persen).
Zuma pun kembali ke panggung, menampilkan pesona yang sudah dikenal luas dengan menyanyikan lagu andalannya, "My Machine Gun" sambil menari bersama pendukungnya.
Penulis: Yantina Debora
Editor: Irfan Teguh Pribadi
Masuk tirto.id


































