Imlek 2022: Arti Kue Keranjang & Makna Barongsai di Tahun Baru Cina

Penulis: Dipna Videlia Putsanra - 28 Jan 2022 14:50 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Imlek 2022: apa arti kue keranjang dan barongsai dalam perayaan Tahun Baru Cina? Berikut penjelasan selengkapnya.
tirto.id - Kue keranjang dan barongsai adalah dua hal yang sangat lekat dengan perayaan Imlek 2021 atau Tahun Baru Cina yang jatuh pada tanggal 12 Februari. Kue keranjang atau disebut juga kue beras ketan adalah hidangan yang hampir selalu ada waktu Imlek.

Arti Kue Keranjang dalam Perayaan Imlek


Kue beras ketan dipercaya sebagai hidangan yang menyimbolkan "meraih posisi tinggi di pekerjaan atau keberuntungan setiap tahun," kata Lee Man Sing, executive chef restoran Mott 32, seperti dikutip Antara News pada Jumat (12/2/2021).

Dengan sejarah lebih dari 1.000 tahun, kue beras ketan memiliki banyak variasi karena perbedaan adat istiadat di berbagai daerah di China. Di China Selatan, ada pilihan kue beras manis dan gurih, sedangkan di Hong Kong, kue manis berwarna merah tua lebih umum.


"Kue beras ketan ala Kanton hanyalah campuran tepung beras ketan dengan gula lempengan cair," jelas chef Lee. Adonan kemudian dikukus dan didiamkan hingga mendingin pada suhu ruangan. Meskipun kuenya bisa disajikan apa adanya, menggoreng kuenya juga populer di kalangan keluarga.

Untuk penyajiannya, chef Lee suka mengiris lontong menjadi ukuran sekali gigit, lalu menumisnya dengan satu telur kocok. Telur menambahkan lapisan tekstur ekstra, membuat kue sedikit renyah di bagian luar, namun tetap kenyal di bagian dalam.

Kue keranjang atau (nian gao) adalah salah satu makanan khas Imlek atau Tahun Baru Cina. Nia gao adalah kue ketan dengan rasa manis ringan yang disukai karena teksturnya yang kenyal. Dilansir Food Network, kue keranjang adalah hadiah populer selama Tahun Baru Imlek yang biasa dibagikan pada orang-orang terkasih.

Nian gao berarti "tahun yang lebih tinggi" dan melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan untuk tahun mendatang. Versi kue yang paling sederhana dibuat dengan gula merah, air, dan tepung ketan, tetapi Anda dapat menemukan banyak variasi dari kue keranjang. Resep lain juga menggunakan tepung beras halus, yang membantu mendapatkan tekstur kenyal yang menarik dan menjaga kue agar tidak terlalu lengket.

Kue keranjang bisa dinikmati dengan susu kental sebagai saus untuk menambahkan rasa manis dan lembut sehingga cocok untuk dijadikan hidangan penutup. Nian gao juga enak disajikan dengan teh panas untuk sarapan. Salah satu olahan kue keranjang yang paling populer adalah kue keranjang goreng.


Seperti kebanyakan masakan Cina, utara dan selatan memiliki variasi ikon nian gao yang berbeda, meski selalu berupa kue manis lengket yang dibuat dari beras ketan.

Nian gao digunakan pada zaman kuno sebagai persembahan kepada para Dewa dan meskipun bisa dimakan sepanjang tahun, inilah yang membuat kue ini begitu istimewa pada saat-saat seperti ini.

'Nian' diterjemahkan menjadi 'lengket' tetapi terdengar seperti 'tahun 'saat diucapkan dan' gao 'berarti kue tetapi terdengar identik dengan' tinggi '. Jadi, kue ini menandakan 'tahun yang lebih tinggi' dari tahun sebelumnya.

Makna Barongsai di Tahun Baru Cina


Tradisi tari barongsai selama perayaan Imlek dipercaya dapat membawa kemakmuran dan keberuntungan di tahun yang akan datang. Selain itu, tradisi ini juga menciptakan suasana meriah dan membawa kebahagiaan.

Dilansir China Highlights, singa yang menjadi barongsai itu sendiri melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan. Selain sosok singa itu sendiri, barongsai juga memiliki makna pada bentuk atau tampilan kostumnya.

Warna kostum melambangkan makna yang berbeda-beda. Kuning melambangkan bumi (pusat), hitam melambangkan air (utara), hijau melambangkan kayu (timur), merah melambangkan api (selatan), dan putih melambangkan logam (barat).

Tanduk melambangkan hidup dan regenerasi. Simbol ini mewakili unsur perempuan. Sementara dahi dan jenggot berasal dari naga yang berarti simbol kekuatan, kepemimpinan dan mewakili unsur laki-laki.

Lalu, telinga dan ekor mewakili kebijaksanaan dan keberuntungan. Bagian ini dibuat seolah menggambarkan barongsai sebagai makhluk mistis.

Di belakang kepala terdapat kura-kura yang merupakan simbol umur panjang. Kemudian, pada tulang belakang merupakan ular yang mewakili pesona dan kekayaan.


Baca juga artikel terkait IMLEK atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Yulaika Ramadhani
DarkLight