IHSG Dibuka Menguat Terbatas di Posisi 4.944,82 Poin Hari Ini

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 19 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
45 saham unggulan atau IHSG LQ45 bergerak naik 3,16 poin atau 0,41 persen menjadi 765,14 poin.
tirto.id - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat terbatas pada posisi 4.944,82 poin setelah tercatat naik 19,57 poin atau 0,4 persen hari ini, Jumat (19/6/2020).

Sementara itu, 45 saham unggulan atau IHSG LQ45 bergerak naik 3,16 poin atau 0,41 persen menjadi 765,14 poin.

Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporannya yang dikutip Antara menuliskan beberapa sentimen yang memengaruhi pergerakan indeks hari ini.

Sentimen eksternal datang dari Bank sentral Inggris (BoE) yang memutuskan untuk meningkatkan besaran pasar dari penurunan pada awal tahun lalu. Selain itu, BoE juga mempertahankan suku bunga di level 0,1 persen sesuai dengan ekspektasi pasar.

Bursa Wall Street yang ditutup bervariasi pada perdagangan semalam juga diproyeksikan menjadi sentimen bagi perjalanan IHSG hari ini.

Di samping itu, pemerintah AS merilis data klaim tunjangan pengangguran yang menunjukkan 1,51 juta orang telah mendaftarkan diri. Data tersebut melebihi ekspektasi pemerintah AS.

Dari domestik, Bank Indonesia menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 4,25 persen. Besar penurunan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar seiring dengan rendahnya tekanan inflasi saat ini.

Sementara itu, BI juga melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dan pelonggaran likuiditas, serta memutuskan untuk memberi jasa giro sebesar 3 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK) kepada bank yang memenuhi kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM) dalam rupiah.

Akhir Perdagangan 18 Juni 2020


IHSG ditutup melemah 62,53 poin atau 1,25 persen menjadi 4.925,25 poin pada Kamis sore (18/6/2020). IHSG LQ45 atau kelompok 45 saham unggulan juga bergerak turun 13,48 poin atau 1,74 persen menjadi 761,98 poin.

Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta di Jakarta mengatakan para pelaku pasar prihatin dengan hubungan Korea Selatan dan Korea Utara yang memanas dan ini menjadi pemicu melemahnya indeks.

Selain itu, ia juga mengatakan penurunan bunga acuan, perkiraan penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi di kuatal kedua yang dijelaskan dalam RDG BI menjadi pengaruh pengambilan sikap para investor dalam perdagangan.

“Para pelaku pasar lebih cenderung bersikap “wait and see” untuk saat ini,” ujar Nafan.

Sementara, para pelaku pasar juga tengah khawatir akan adanya potensi gelombang kedua pandemi COVID-19.

Sejak dibuka melemah, IHSG lebih banyak berada di zona merah hingga akhir penutupan perdagangan saham. Terdapat sembilan sektoral yang terkoreksi dipimpin sektor industri dasar yang turun sebesar 3,63 persen.

Sebaliknya, sektor infrastruktur menjadi satu-satunya sektor yang menguat yakni sebesar 1,26 persen.

Saham Global dan Regional 19 Juni 2020


Saham-saham di Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan semalam (Jumat pagi), usai rilisnya data yang menunjukkan 1,5 juta orang AS mengajukan pengangguran pekan lalu. Data tersebut lebih tinggi dari perkiraan pada analisis.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 39,51 poin atau 0,51 persen menjadi 26.080,10 poin. Sebaliknya, indeks S&P 500 meningkat 1,85 poin atau 0,06 persen menjadi 3.115,34 poin, dan indeks komposit Nasdaq ditutup naik 32,52 poin atau 0,33 persen menjadi 9.943,05 poin.

“Ini menandai 11 minggu berturut-turut penurunan dalam tingkat klaim, tetapi menunjukkan klaim mendaftar pada tingkat yang tidak pernah terlihat sebelum Lockdown Recession,” ungkat Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial.

Sementara perdagangan bursa regional Asia juga bervariasi pagi ini, ditandai dengan indeks Nikkei menguat 29,15 poin atau 0,15 persen menjadi dibuka pada 22.384,61 poin.

Indeks Hang Seng turun 73,5 poin atau 0,3 persen menjadi 24.391,44, dan indeks Straits Times melemah 17,04 poin atau 0,64 persen menjadi 2.648,62.


Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Ekonomi)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight