Ramadhan 2021

Doa Puasa Hari Kelima Bulan Ramadhan: Arab, Latin dan Terjemahan

Oleh: Beni Jo - 16 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Doa puasa hari kelima, doa puasa Ramadhan hari ke-5 dalam bahasa Arab, latin dan terjemahannya.
tirto.id - Menginjak puasa pada hari kelima, umat Islam dapat melanjutkan amalan dengan melakukan doa di bulan Ramadan.

Bulan yang penuh berkah ini memiliki kemuliaan tersendiri daripada bulan-bulan lainnya.

Dalam menjalankan rukun Islam, puasa merupakan salah satu tahapan selain sahadat, salat, zakat, dan berangkat haji bagi yang mampu.

Puasa, sesuai dengan dalil Al-Quran ayat 183, pun wajib untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, seorang muslim seyogyanya melaksanakan ibadah tersebut selama satu bulan penuh pada bulan Ramadan.

Doa Puasa Hari ke-5


Mengisi hari kelima di bulan Ramadan, berikut adalah doa puasa yang bisa menjadi amalan dan dapat dibaca sewaktu-waktu:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhummaj’alnî fîhi minal mustaghfirîn, waj’alnî fîhi min ‘ibâdikash shâlihînal qânitîn, waj’alnî fîhi min awliyâikal muqarrabîn, bira’fatika yâ Arhamar râhimîn.

Artinya:"Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang memohon pengampunan, jadikanlah aku di bulan ini dari dari golongan hamba-hamba-Mu yang salih dan pasrah, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan para kekasih-Mu yang dekat dengan-Mu. Dengan kasih sayang-mu wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih,".

Teori Turunnya Al-Qur'an

Hadis riwayat Ahmah menuturkan, "Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan."

Dari keterangan salah satu hadis di atas, bisa diketahui bahwa dalam satu malam di bulan Ramadan itu memiliki nilai yang melebihi seribu bulan.

Artinya, bulan Ramadan merupakan peluang bagi seorang muslim untuk memperbanyak amalan ibadah. Selain berpuasa yang sudah menjadi kewajiban bagi para mukallaf, ibadah lain yang bisa dilakukan ialah dengan berdoa.

Selain itu, di bulan Ramadan ini pula Al-Qur'an diturunkan untuk pertama kalinya. Melalui surah Al-Qadr ayat 1-5, Allah SWT telah berfirman:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ. سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: "Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar".

Seperti dikutip laman NU Online, terdapat tiga teori yang menyebutkan tentang proses turunnya Al-Quran atau nuzulul qur'an pada malam lailatulqadar tersebut.

Yang pertama ialah Al-Qur'an diturunkan dengan bentuk yang utuh ke langit dunia. Dari sana kemudian disampaikan ke bumi sesuai dengan keperluan dengan rentang waktu antara 20-25 tahun.

Teori kedua menyebutkan Al-Qur'an diturunkan selama 20 malam lailatul qadar dalam 20 tahun. Selanjutnya disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW.

Dan terakhir alias ketiga, menyebutkan bahwa Al-Qur’an yang turun pertama kali pada malam lailatulqadar itu kemudian secara bertahap disampaikan dalam waktu yang berbeda.


Baca juga artikel terkait DOA PUASA HARI KELIMA atau tulisan menarik lainnya Beni Jo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Dhita Koesno
DarkLight