Menuju konten utama

BNPB Belum Pastikan Kapan Berakhirnya Tanggap Darurat Palu

"Sampai kapan tanggap darurat? Sampai disesuaikan dengan kondisi di lapangan," kata Sutopo.

BNPB Belum Pastikan Kapan Berakhirnya Tanggap Darurat Palu
Tim Basarnas dibantu warga mengangkat jenazah saat evakuasi pascagempa di Kompleks Perumahan Nasional Kelurahan Bala Roa, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). ANTARA FOTO/Darwin Fatir/pras/18.

tirto.id - Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan belum bisa memastikan sampai kapan tanggap darurat akan diberlakukan di Palu pasca gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9/2018) silam.

"Sampai kapan tanggap darurat? Sampai disesuaikan dengan kondisi di lapangan, apakah pengungsi korban sudah ditemukan, apa pengungsi sudah tertata dengan baik, kebutuhan dasar terlayani dengan baik, layanan kesehatan, dan sebagainya," kata Sutopo, Selasa (2/10/2018) sore.

Sutopo mengambil contoh, pada saat gempa di Sumatera Barat terjadi pada 2009, awalnya pemerintah menetapkan tanggap darurat bencana selama tiga bulan. Namun, karena banyaknya progress yang berjalan dan evaluasi yang rutin, kata Sutopo, akhirnya diperpendek menjadi dua bulan.

"Nah ini juga sama, Gubernur Sulteng menetapkan 14 hari pertama, nanti kita lihat apa diperpanjang atau tidak, tanggap darurat sifatnya hanya administrasi untuk kemudahan akses, kita bisa mudah menggunakan dana BNPB, APBN, atau dana Belanja Tak Terduga yang ada di APBD. pengerahan personel peralatan dan logistik dan sebagainya," kata Sutopo.

"Jika melihat jumlah korban, yang bencana terakhir jumlahnya di atas 1000, adalah gempa bumi di Sumbar 30 September 2009, dan saat itu korban 1900 meninggal dunia," lanjut Sutopo.

Sebelumnya, Sutopo mengatakan hingga saat ini perkembangan penanganan pasca gempa dan tsunami memakan korban meninggal dunia hingga 1.234 jiwa. Ia mengatakan hal tersebut saat konferensi pers pada Selasa (2/9/2018) siang.

"Perkembangan darurat bencana gempa dan tsunami per hari Selasa, pukul 13.00 WIB, adalah 1.234 orang meninggal, asal Palu, Donggala, Sigi, Parigi Muntoung. Jenazah langsung dibawa ke rumah sakit di Palu, jadi sulit identifikasi. Disebabkan oleh gempa bumi reruntuhan dan tsunami di daerah masing-masing," kata Sutopo.

Tak hanya itu, kata Sutopo, terdapat juga korban luka berat sebanyak 799 jiwa, 99 orang dinyatakan hilang, 153 orang tertimbun puing-puing bangunan, hingga 61.867 jiwa pengungsi yang tersebar di 109 titik di seluruh Palu. Terdapat juga 65.733 unit rumah rusak.

Baca juga artikel terkait GEMPA PALU DAN DONGGALA atau tulisan lainnya dari Haris Prabowo

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Yantina Debora