BKPM Catat Realisasi Investasi Capai Rp219,7 Triliun pada Q1 2021

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 26 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Data BPKM sebut investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp114 triliun (52%), sementara di Pulau Jawa sekitar 47,9 persen.
tirto.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada kuartal I (Q1) 2021 mencapai Rp219,7 triliun. Angka tersebut tumbuh sekitar 3% secara bulanan dan 4,3% secara tahunan.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi tersebut berasal dari dua sember, Pertama, penanaman modal asing mencapai Rp111,7 triliun atau tumbuh 0,6% secara bulanan dan dan 14% secara tahunan. Kedua, realisasi penanaman modal dalam negeri mencapai Rp108 triliun atau tumbuh secara bulanan sebesar 4,2% dan minus 4% dari tahun lalu.

"Investasi PMDN lebih banyak di wilayah aman dengan infrastruktur terjamin seperti di Pulau Jawa. Tapi PMA banyak masuk ke luar Jawa, seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan lainnya," katanya dalam konferensi pers virtual yang digelar Senin (26/4/2021).

Berdasarkan bahan paparannya, investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp114 triliun atau 52%, sementara investasi yang berada di Pulau Jawa sekitar 47,9 persen. “Ini mengindikasikan pertumbuhan [investasi] di luar Jawa mulai baik," ujar dia.

Realisasi investasi perumahan dan kawasan industri serta perkantoran mendominasi pada kuartal I/2021, yaitu mencapai Rp29,4 triliun dan posisi kedua ditempati industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan lainnya Rp27,9 triliun.

Posisi ketiga ada transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp25,6 triliun dan industri makanan di posisi keempat dengan Rp21,7 triliun.

Baik investasi PMA dan PMDN masih memilih Provinsi Jawa Barat sebagai lokasi investasi pilihan nomor 1 dengan rincian, yaitu: PMND memiliki kontribusi pembangunan 3.734 proyek senilai Rp16 miliar dan PMA memiliki 3.083 proyek senilai $1,4 juta.

Sementara itu, berdasarkan negara asal, Singapura masih menjadi nomor 1 dengan kontribusi $2,6 miliar ke PMA. Disusul Cina $1 miliar, dan Korea Selatan $900 juta, Hongkong $800 juta dan Swiss $500 juta.

"Korea Selatan ini salah satunya pembangunan Hyundai berupa mobil listrik. "Swiss ini sebelumnya tidak pernah terjadi. Semoga bisa meningkatkan aliran investasi dari Eropa," terang dia.


Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Abdul Aziz
DarkLight