tirto.id - Sebagian dari kita mungkin pernah dilarang sering-sering makan mie instan karena kabarnya makanan ini butuh waktu lama untuk dicerna tubuh. Namun, apaksh benar waktu pencernaan mie instan bisa sampai berhari-hari? Yuk, simak fakta mie instan di sini.
Mie instan masih menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Sementara itu, makanan yang satu ini dikenal juga dianggap memiliki zat gizi yang relatif rendah.
Tak hanya soal nutrisi di dalamnya, salah satu alasan kenapa mie instan dianggap tidak baik bagi kesehatan adalah karena makanan ini sulit dicerna oleh tubuh. Banyak yang meyakini bahwa mie instan sulit dicerna, bahkan bertahan lama di dalam lambung, karena mengandung bahan pengawet.
Inilah yang kemudian dipercaya bisa merusak kesehatan tubuh, terutama jika memakan mie instan terlalu sering atau dalam jumlah banyak. Lalu, bagaimana fakta sebenarnya?
Mie Instan Butuh Berhari-hari untuk Dicerna, Mitos atau Fakta?

Mie instan kerap disebut membutuhkan waktu berhari-hari untuk dicerna. Bahkan, ada juga anggapan kalau mie instan bisa bertahan dalam bentuk utuh selama berjam-jam di dalam lambung . Namun, benarkah demikian?
Sebelum menjawab tentang mie instan, kita pahami dulu bagaimana durasi pencernaan di dalam tubuh. Dikutip dari Cleveland Clinic, proses pencernaan makanan bisa berlangsung selama beberapa jam.
Makanan umumnya berada di dalam lambung selama sekitar 40–120 menit atau lebih, kemudian membutuhkan sekitar 40–120 menit lagi untuk melewati usus halus.
Namun, dokter spesialis gastroenterologi, Christine Lee, MD, menjelaskan bahwa durasi ini bisa berbeda-beda tergantung jenis dan komposisi makanan. Semakin tinggi kandungan protein atau lemak dalam makanan, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk dicerna.
Makanan dengan karbohidrat sederhana seperti nasi putih, pasta, dan gula sederhana, rata-rata berada di lambung selama 30–60 menit. Sementara itu, makanan dengan tambahan lemak dan protein, misalnya roti dan selai kacang, butuh 2–4 jam atau lebih sebelum meninggalkan lambung.
Perlu diingat bahwa durasi tersebut bukan patokan yang pasti. Lama pencernaan tetap bergantung pada jenis makanan, kandungan gizi di dalamnya, serta kondisi tubuh setiap orang.
Berapa Lama Pencernaan Mie Instan?
Jika makanan lain butuh waktu 30 menit hingga 4 jam untuk dicerna dalam tubuh, bagaimana dengan mie instan? Berapa lama mie instan berada di dalam lambung?Mie instan sendiri diketahui mengandung karbohidrat sederhana karena umumnya terbuat dari tepung terigu. Namun, mie instan melalui banyak pemrosesan dan mengandung bahan-bahan tambahan lain yang membuatnya bisa lebih lama dicerna dibandingkan mi segar.
Dilansir dari laman National Nutrition Council (NNC) Filipina, mie instan bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Dua jam setelah dikonsumsi, bahan-bahan dalam mi masih terus diproses oleh usus.
Situs Antaranews juga menyebutkan bahwa mie instan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3–5 jam berada di dalam lambung sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke saluran pencernaan berikutnya.
Sementara itu, proses pencernaan secara keseluruhan, sejak makanan dikonsumsi hingga sisa-sisanya dikeluarkan melalui feses, dapat berlangsung sekitar 1–3 hari, bergantung pada kondisi tubuh masing-masing individu.

Faktor yang Memengaruhi Lama Pencernaan mie instan
Lama pencernaan sangat dipengaruhi oleh kandungan nutrisi di dalam mie instan yang sudah melalui banyak pemrosesan. Dikutip dari Healthline, kandungan lemak dan kalori sangat memengaruhi durasi pencernaan di dalam tubuh.Makanan dengan kalori rendah umumnya lebih cepat meninggalkan lambung, sedangkan yang berkalori tinggi membutuhkan waktu lebih lama. Sementara itu, makanan tinggi lemak juga cenderung bertahan lebih lama di dalam lambung.
Mie instan sendiri termasuk makanan yang mengandung kalori dan lemak. Kandungan kalorinya berkisar 300–500 kkal per bungkus, tergantung merek, varian rasa, hingga beratnya. Mie instan juga mengandung lemak, khususnya lemak jenuh dalam kadar yang cukup tinggi.
Benarkah Zat Pengawet Membuat Mie Instan Sulit Dicerna?
Salah satu anggapan yang banyak beredar di masyarakat adalah mie instan menggunakan bahan pengawet, dan zat pengawet inilah yang konon membuat mie instan tidak mudah hancur atau dicerna di dalam tubuh.Menurut situs Office for Science and Society dari McGill University, klaim tersebut tidak benar. Zat yang sering dikaitkan dengan mie instan adalah tertiary butylhydroquinone (TBHQ) yang bisa mencegah lemak dalam makanan mengalami oksidasi sehingga tidak cepat tengik.
Bahan ini sebenarnya tidak umum digunakan dalam mie instan. Kalaupun digunakan, jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, TBHQ dianggap bukan faktor yang menentukan seberapa cepat mi terurai atau dicerna di dalam lambung.
Proses Tubuh Mencerna Mie Instan

Proses pencernaan mie instan pada dasarnya sama dengan jenis makanan lainnya. Tubuh tidak memiliki mekanisme pencernaan khusus untuk mie instan sehingga diproses melalui organ dan tahapan yang sama seperti makanan lain.
Perbedaannya terletak pada komposisi dan karakteristik makanan, seperti kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan serat, yang dapat memengaruhi kecepatan pengosongan lambung serta perjalanan makanan di saluran pencernaan.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), bagian-bagian sistem pencernaan bekerja sama untuk memecah makanan menjadi zat gizi yang lebih sederhana agar dapat diserap oleh tubuh.
Proses pencernaan melibatkan sejumlah organ, mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, hingga usus besar.
- Mulut: Saat mie instan dikunyah, makanan tak hanya hancur secara fisik, tapi enzim dalam air liur juga mulai bekerja memecah pati atau karbohidrat.
- Kerongkongan: Mi yang sudah hancur bergerak melalui kerongkongan menuju lambung dengan bantuan gerakan otot peristaltik.
- Lambung: Makanan dicampur dengan asam lambung dan enzim pencernaan hingga menjadi campuran yang lebih halus. Selanjutnya, makanan berangsur-angsur masuk ke usus halus untuk melanjutkan proses pencernaan dan penyerapan zat gizi.
- Usus halus: Proses berlanjut dengan bantuan cairan pencernaan dari pankreas, hati, dan usus. Sebagian besar zat gizi kemudian diserap melalui dinding usus halus dan dialirkan ke bagian tubuh yang membutuhkannya.
- Usus besar: Sisa makanan yang tidak tercerna bergerak menuju usus besar. Di organ ini, air diserap dan sisa pencernaan dibentuk menjadi feses sebelum dikeluarkan melalui anus.
Apakah Mie Instan Mengandung Gizi?

Mie instan memang kerap dianggap sebagai salah satu makanan yang kurang menyehatkan, tapi bagaimanapun juga makanan ini masih memiliki sejumlah zat gizi. Namun, komposisi dan jumlahnya bisa berbeda-beda tergantung merek, varian, ukuran porsi, hingga proses pengolahannya.
Sebagai gambaran, berikut nutrisi yang terdapat dalam satu porsi mie instan (43 gram) menurut situs Parkway East Hospital Singapura:
- Kalori: 385 kkal
- Karbohidrat: 55,7 g
- Total lemak: 14,5 g
- Lemak jenuh: 6,5 g
- Protein: 7,9 g
- Serat: 2 g
- Natrium: 986 mg
- Tiamin: 0,6 mg
- Niasin: 4,6 mg
- Riboflavin: 0,4 mg
Padahal, WHO merekomendasikan asupan natrium kurang dari 2.000 mg per hari untuk orang dewasa. Jadi, mengonsumsi satu bungkus mie instan saja dapat menyumbang sebagian besar kebutuhan batas harian tersebut.
Alasan lainnya adalah komposisi gizi mie instan cenderung kurang seimbang. Mie instan umumnya kaya karbohidrat dan dapat mengandung cukup banyak lemak, tapi relatif rendah serat dan sejumlah zat gizi penting, termasuk protein, vitamin, dan berbagai mineral.
Rekomendasi Panci Listrik yang Praktis

Panci listrik bisa jadi alat yang praktis untuk memasak mie instan, terutama bagi kamu yang tinggal di kos. Selain untuk mie instan, alat ini umumnya juga bisa digunakan untuk memasak telur, mengukus berbagai makanan, hingga membuat sup sederhana. Berikut rekomendasi panci listrik sebagai referensi:
1. Goto Otis Electric Minipan
Goto Otis merupakan panci listrik multifungsi berkapasitas 1,8 liter yang praktis untuk menyiapkan berbagai hidangan, mulai dari merebus mie instan, menumis, menggoreng, hingga mengukus makanan.Dilengkapi lapisan antilengket serta tombol mode memasak otomatis, panci listrik ini menggunakan material PP dan stainless steel. Panci listrik Goto Otis membutuhkan daya 600 W dan dibanderol dengan harga Rp60.000–Rp80.000.
2. Han River Panci Listrik Serbaguna HRDZG06WT
Han River menghadirkan panci listrik berkapasitas 2 L yang sudah dilengkapi steamer untuk mengukus makanan. Bodi panci berbahan plastik PP, sementara panci bagian dalam berlapis glasir nano-keramik yang tahan gores, tidak mudah membuat makanan menempel, serta mudah dibersihkan.Panci listrik ini memiliki tutup kaca transparan dan membutuhkan daya 650 W untuk pengoperasiannya. Untuk keamanan, panci ini dilengkapi kontrol suhu ganda dan fitur mati otomatis ketika air dalam panci sudah habis. Produk ini bisa dibeli di harga Rp100.000–Rp150.000.
3. Samono SW-DG04S
Rekomendasi berikutnya ada Samono SW-DG04S, panci listrik multifungsi berkapasitas 1,5 liter yang cocok digunakan untuk memasak di rumah maupun di kos. Panci listrik ini menawarkan tiga pilihan pengaturan memasak dengan daya mulai dari 150 W hingga 600 W.Panci ini dilengkapi lapisan antilengket serta steamer untuk memasak dua jenis hidangan sekaligus, misalnya merebus mi di bagian bawah sambil mengukus sayuran di bagian atas. Panci listrik Samono SW-DG04S dibanderol dengan harga Rp140.000–Rp200.000.
4. ALLToU Panci Listrik Multifungsi
Panci listrik multifungsi ALLToU hadir dengan kapasitas 5 liter. Panci ini dapat digunakan untuk merebus, mengukus, membuat sup, memasak nasi, menggoreng, hingga menyiapkan sukiyaki. Dengan daya 1.000 W, alat ini memiliki tiga tingkat pengaturan panas untuk menyesuaikan suhu memasak.Panci listrik ini juga dilengkapi dengan lapisan keramik antilengket yang memudahkan proses memasak maupun pembersihan. Dengan konstruksi bodi tiga lapis, panci ini memiliki fitur mati otomatis untuk keamanan ekstra. Panci listrik ALLToU bisa dibeli di harga Rp250.000–Rp300.000.
5. BRAVHOM BL-EP01
Panci listrik serbaguna BRAVHOM memiliki kapasitas 1,8 liter dan cocok untuk menyiapkan makanan bagi 1–3 orang. Dengan daya 600–700 W, panci ini dapat digunakan untuk memasak mi, nasi, bubur, sup, hingga hidangan hot pot, serta memanaskan susu.Bagian dalamnya menggunakan lapisan keramik antilengket yang mudah dibersihkan, dilengkapi tutup transparan untuk memantau proses memasak, serta steamer berbahan PP. Sudah memiliki fitur pengatur suhu dan pemutusan daya otomatis, produk ini dijual seharga Rp150.000–Rp250.000.
Tertarik dengan info menarik seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id

























