Vincent Fabian Thomas

Indeks Tulisan

Bisnis
Kamis, 29 Okt 2020

Belasan Negara Pengekspor Ayam Siap Masuk RI, Peternak Waswas

Kalahnya Indonesia dalam sidang sengketa perdagangan jadi jalan pemasok daging ayam asing.
Ekonomi
Selasa, 27 Okt 2020

LPS Sudah Tangani 7 Bank Bermasalah Selama Pandemi COVID-19

LPS mencatat sedikitnya 6-7 bank bermasalah telah masuk dalam penanganan lembaga itu. Ini sama seperti tahun lalu.
Bisnis
Selasa, 27 Okt 2020

Ambisi Investasi Luhut dan Jokowi di Balik Komodo Vs Jurassic Park

Pemerintah hendak membangun Taman Nasional Komodo (TNK). Proyek ini dianggap tidak berpihak kepada alam, hewan, dan masyarakat sekitar.
Bisnis
Selasa, 27 Okt 2020

Laba Bersih BNI Q3 2020 Turun 63,9% di Tengah Pandemi COVID-19 

Penurunan laba bersih BNI pada Q3 mencapai 63,9% year on year sehingga laba bersih per September 2020 tersisa Rp4,32 triliun.
Bisnis
Selasa, 27 Okt 2020

Rasio Kredit Bermasalah BCA Naik Tipis Jadi 3,1 Persen per Q3 2020

PT Bank Central Asia (BCA) mencatat rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di kuartal III (Q3) 2020 mencapai 3,1 persen.
Bisnis
Senin, 26 Okt 2020

Airport Tax Dihapus, AP1 Prediksi Penumpang Cuti Bersama Melonjak

PT Angkasa Pura 1 memperkirakan akan terjadi kenaikan jumlah penumpang menjelang cuti bersama 28-30 Oktober 2020. Salah satu sebabnya, airport tax dihapus.
Sosial Budaya
Senin, 26 Okt 2020

Penumpang Kereta Asal DKI Naik 200 Persen Jelang Libur Maulid Nabi

Peningkatan penumpang kereta api dari Jakarta ke berbagai daerah terjadi menjelang libur panjang Maulid Nabi Muhammad.
Sosial Budaya
Senin, 26 Okt 2020

Jasa Marga Perkirakan Puncak Lalu Lintas Cuti Bersama 28 Oktober

Jasa Marga memperkirakan puncak volume lalu lintas selama cuti bersama pada 28 Oktober dan 1 November.
Bisnis
Senin, 26 Okt 2020

Eks Timses Jokowi, Eko Sulistyo Ditunjuk Jadi Komisaris PLN

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Eko Sulistyo jadi Komisaris PT PLN.
Ekonomi
Senin, 26 Okt 2020

Saat Investasi Era Jokowi Tak Mampu Mengerek Serapan Tenaga Kerja

Ekonom CORE Muhammad Faisal menilai rendahnya serapan tenaga kerja di tengah maraknya investasi erat kaitannya dengan kesalahan dalam mengambil keputusan.