Indeks Tulisan

Yang Perlu Dikritisi dari Tren "Melahirkan yang Sempurna"
Setiap ibu layak mendapatkan apresiasi, apapun jalan yang harus ditempuh untuk membawa buah hatinya ke dunia.

Kebahagiaan Tak Selalu Datang dari Orang Lain
Kebahagiaan adalah keputusan pribadi. Kita boleh berbagi kunci kebahagiaan dengan orang lain, tetapi pastikan kita selalu memegang kunci cadangannya.

Bahagia dengan Pekerjaanmu, atau Sekadar Sudah Terbiasa?
Orang cenderung merasa lebih puas ketika pekerjaannya memberi makna dan kesempatan untuk membantu orang lain.

Tidak Suka dengan Pasangan Teman, Harus Bagaimana?
Kalau alasannya terkait kepribadian, seperti membosankan atau tidak punya selera humor, lebih baik tahan diri untuk tidak ikut menilai hubungan mereka.

Patungan 50/50: Tanda Relasi Setara atau Malah Berujung Konflik?
Sekilas, persoalan siapa yang membayar berapa memang terdengar seperti prinsip finansial yang praktis untuk sebuah relasi. Namun, ada permasalahannya.

Shareloc Terus dengan Pasangan: Bikin Tenang atau Mengekang?
Fitur berbagi lokasi bisa menjadi alat yang bermanfaat bagi pasangan, tetapi hanya jika dilandasi kepercayaan dan persetujuan kedua belah pihak.

Emotional Vulnerability: Mengapa Merasa Rentan Itu Manusiawi
Menjadi rentan bisa saja mengingatkan kita pada momen-momen kehilangan kendali atau mendramatisasi keadaan, tetapi realitasnya tidak sedangkal itu.

Pakai AI untuk Pesan Teks: Masih Autentikkah Relasi Kita?
Alih-alih menjadikan AI pengambil keputusan atau mesin pembuat jawaban instan, gunakan AI sebagai partner diskusi yang membantu mempertajam cara berpikir.

Ekspektasi Orang Tua ke Anak, Seberapa Realistis?
Orang tua generasi Milenial dan Gen Z dipandang lebih selektif dan realistis dalam menanamkan ekspektasi ke anak sekaligus lebih komunikatif. Benar begitu?

Tidak Perlu Overexplain, Komunikasi yang Terbuka Sudah Cukup
Dengan komunikasi yang lancar, setiap perselisihan diarahkan untuk mencapai kompromi dan resolusi sehingga hubungan terasa lebih kokoh serta kuat.
Masuk tirto.id








