Atap SDN 1 Babatan, Nganjuk Roboh, Pemkab Baru Akan Renovasi

Oleh: Antara - 6 November 2019
Dibaca Normal 1 menit
Pemerintah Kabupaten Nganjuk berjanji untuk memperbaiki atap roboh di ruang kelas SDN 1 Babatan, Nganjuk.
tirto.id - Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, berjanji akan segera membenahi atap ruang kelas di SDN 1 Babatan, Kabupaten Nganjuk, yang runtuh, sehingga bisa secepatnya dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.

"Kami koordinasi dengan dinas terkait dan DPRD terkait anggaran untuk renovasi gedung sekolah tersebut. Nanti secepatnya direnovasi agar ruang kelas itu bisa selesai akhir tahun ini agar aktivitas belajar mengajar seperti semula," kata Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi di Nganjuk seperti diberitakan Antara, Rabu (6/11/2019).

Marhaen mengatakan, pihaknya juga sudah meninjau secara langsung di SDN 1 Babatan, Nganjuk, yang atapnya runtuh tersebut. Menurutnta, ruangan itu memang tidak dapat digunakan sebab kondisinya membahayakan untuk aktivitas belajar mengajar. Kendati hanya satu ruangan yang atapnya runtuh, kondisi atap di dua ruang lainnya juga sudah kurang bagus, sehingga akan diperbaiki juga.

Ia juga menduga bahan bangunan untuk membangun ruang kelas itu kurang optimal. Dari informasi yang diterimanya, sekolah itu telah mendapatkan bantuan renovasi gedung pada 2013 dan ternyata saat ini sudah rusak.

"Kalau bangunan masih bagus, hanya bagian atap saja. Satu blok ada tiga kelas dan sudah diturunkan gentengnya, kuda dan kayunya. Jadi, yang diperbaiki bagian atap saja nanti," kata dia.


Usul renovasi Tak Pernah Digubris

Kepala SDN 1 Babatan, Nganjuk Wariadi mengatakan awal Januari-Februari 2019, pihaknya sudah mengusulkan renovasi tiga lokal ruang kelas yakni kelas 4,5, dan 6. Namun, hingga atap ruang kelas empat runtuh ternyata belum ada kabar dari pemerintah terkait pengajuannya.

Setelah mengetahui kondisi yang lapuk pada ruang kelas tersebut pada awal Januari lalu, pihak sekolah sempat mengungsikan siswa-siswinya ke rumah warga dan ruang perpustakaan, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Untuk sementara aktivitas belajar mengajar juga disiasati. Siswa kelas satu dan dua melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah Ketua RT yang tidak jauh dari lingkungan sekolah dan kelas tiga di ruang perpustakaan sekolah.

Sementara, ruang kelas satu digunakan untuk KBM (kegiatan belajar mengajar) kelas lima, ruang kelas dua untuk KBM kelas empat dan ruang kelas tiga untuk KBM kelas enam.

Dia mengatakan ruang atap di kelas empat itu runtuh pada 1 November 2019 sore, sehingga anak-anak juga sudah pulang dari sekolah. Bahkan, ruang kelas lain juga terlihat lapuk.

"Atap ruang kelas empat tiba tiba runtuh pada sore hari tanggal 1 November lalu. Tak hanya itu karena ruang kelas lima dan enam berada dalam satu bangunan kondisinya pun juga sudah lapuk," kata dia.

SDN 1 Babatan, Nganjuk memiliki jumlah murid mencapai 157 orang. Bangunan sekolah pernah mendapat renovasi ruang kelas pada 2013 dan di 2014 mulai melaksanakan swakelola untuk pembangunan ruang kelas 1,2,3 dan ruang guru.

Pihak sekolah berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan ruang sekolah, sehingga anak-anak bisa belajar lebih nyaman.


Baca juga artikel terkait SEKOLAH ROBOH atau tulisan menarik lainnya Antara
(tirto.id - Pendidikan)

Reporter: Antara
Penulis: Antara
Editor: Widia Primastika
DarkLight