Akibat Banjir, Jembatan Jalur Alternatif Puncak-Cianjur Putus

Oleh: Addi M Idhom - 8 April 2018
Dibaca Normal 1 menit
Banjir mengakibatkan jembatan putus dan puluhan rumah rusak di sebagian kawasan Bogor dan Cianjur.
tirto.id - Banjir melanda kawasan Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu kemarin (7/4/2018). Akibat banjir tersebut, menurut Komandan Distrik Militer 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf Fransisco jembatan penghubung jalur alternatif Puncak Bogor-Cianjur terputus. Jembatan yang terputus ialah penghubung kawasan Sukamakmur dengan Cipanas di Kabupaten Cianjur.

"Saat ini jembatan belum bisa dilalui karena putus, evakuasi warga dan penanganan dampak banjir masih dilakukan," kata dia saat dihubungi Antara, pada Minggu (8/4/2018).

Fransisco mencatat banjir itu mulai terjadi pada pukul 18.40 WIB, Sabtu kemarin. Berdasarkan data sementara, banjir menyebabkan 6 rumah dan 13 kendaraan hanyut terbawa derasnya air dari aliran kali Cisarua. Dampak itu terjadi pada lokasi banjir di Kampung Cisarua RT04/RW05, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Selain itu, terdapat satu orang korban meninggal dunia atas nama Mari (70) warga Kampung Cibiting RT01/ RW06 Desa Warga Jaya, Kecamatan Sukamakmur. "Kami evakuasi bersama warga masih manual, di sana susah sinyal untuk koordinasi," kata Fransisco.

Banjir Juga Rusak Puluhan Rumah di Cianjur

Banjir juga merusak puluhan rumah dekat sepadan sungai di wilayah utara Cianjur. Empat rumah rusak terbawa arus, 10 rumah rusak berat, 20 rumah rusak ringan dan 50 rumah terendam banjir akibat meluapnya sungai Cianjur, di Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.

Luapan sungai Sungai Cianjur dan Sungai Ciharashas juga merendam 7 rumah lain di Desa Sukamaju dan Desa Sirnagalih, Cianjur. Sementara longsor terjadi di Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang dan Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

BPBD Cianjur mencatat sebagian besar wilayah Kelurahan Pamoyanan, Cianjur kota ikut terendam banjir. Akibatnya, satu rumah rusak usai terbawa arus dan satu jembatan tidak dapat dilalui. Sebagian besar wilayah Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur, juga terendam banjir.

Para warga Cianjur kota menilai banjir akibat meluapnya Sungai Cianjur termasuk terbesar sejak puluhan tahun terakhir karena sampai merusak rumah warga di sejumlah titik.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman memperkirakan banjir ini sebab faktor alam, penyempitan sepadan sungai dan tumpukan sampah di aliran sungai.

"Kami sudah intruksikan aparat pemerintahan turun untuk membantu warga membersihkan wilayah yang tergenang banjir. Kami akan melakukan evaluasi terkait [lokasi] rawan banjir di Cianjur, termasuk melakukan penertiban," kata dia.


Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom