500 Massa Aksi Reuni 212 Dipulangkan, Tak Ada yang Ditangkap

Reporter: Adi Briantika - 2 Des 2021 14:45 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Polisi tak memberikan izin untuk Reuni 212 kali ini lantaran dikhawatirkan bisa menyebabkan peningkatan kasus COVID-19.
tirto.id - Sekira 500 demonstran diminta petugas gabungan tak menuju ke Patung Kuda, lokasi rencana penyelenggaraan Reuni 212. Mereka datang dari arah Jalan Wahid Hasyim, namun petugas mengimbau agar massa putar balik. Tak ada penangkapan terhadap massa.

“Tidak dikenakan sanksi pidana, mereka tidak memaksakan diri untuk reuni. Mereka baru datang. Setelah diberikan pemahaman oleh petugas di lapangan, mereka membubarkan diri. Tidak ada yang ditahan atau diperiksa atau dikenakan sanksi pidana,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan, di Monas, Kamis (2/12/2021).

Polisi tak memberikan izin untuk Reuni 212 kali ini lantaran dikhawatirkan bisa menyebabkan peningkatan kasus COVID-19.

Hal ini sejalan dengan rekomendasi Satgas COVID-19 DKI Jakarta. Bagi massa yang nekat untuk menggelar aksi meskipun telah dilarang kepolisian, maka bisa dikenakan sanksi.

“Kalau ada kelompok-kelompok tertentu masih memaksakan kegiatan seperti itu, maka akan ada sanksi pidana. Dikenakan Pasal 212 KUHP dan Pasal 218 KUHP, ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan,” lanjut Zulpan.

Imbauan dari petugas berhasil membuat massa putar balik untuk kembali ke rumah. Sementara, berdasarkan Maklumat Panitia Reuni Alumni 212 yang Tirto terima dari Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin kegiatan massa berlangsung di dua lokasi.

Pertama, aksi bertema ‘Bela Ulama, Bela MUI, dan Ganyang Koruptor’ yang berlokasi di Patung Kuda, pukul 8-11 WIB. “Surat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya telah diberikan pada Senin, 29 November 2021, pukul 14-14.50,” kata Novel, kemarin.

Acara kedua bertempat di aula Masjid Az-Zikra Bogor, pukul 12.30-15.30, kegiatan itu berupa silaturahmi dan dialog 100 tokoh dengan tema ‘Bersama Mencari Solusi untuk Keselamatan NKRI’.


Baca juga artikel terkait REUNI 212 atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Nur Hidayah Perwitasari

DarkLight