Walhi: Wacana Panelis Debat Capres Ketiga Ditiadakan Itu Kemunduran

Oleh: Felix Nathaniel - 22 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Walhi menilai wacana panelis Debat Capres Ketiga ditiadakan menjadi suatu langkah mundur karena perannya dibutuhkan untuk menyortir pertanyaan mana saja yang akan dikeluarkan dalam debat tersebut.
tirto.id - Manager Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Yuyun Harmono menilai wacana panelis Debat Capres Ketiga ditiadakan adalah suatu langkah mundur jika direalisasikan oleh KPU.

"Kalau ada usulan membubarkan atau tidak ada panelis, menurut saya itu usulan yang kembali ke belakang," ucap Yuyun di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Menurut Wahyu, banyak pertanyaan yang bisa disampaikan oleh publik kepada KPU agar bisa dibahas pada saat debat. Namun, tidak semua pertanyaan itu bisa diadopsi dan dibahas. Peran panelis adalah memilah pertanyaan mana saja yang sekiranya penting keluar dalam Debat Pilpres 2019.

"Itulah kenapa pentingnya peran panelis," ucap Yuyun. "Pertanyaan mana saja yang seharusnya dijawab paslon."

Wahyu menegaskan baik tim sukses Prabowo-Sandiaga ataupun tim sukses Jokowi-Ma'ruf Amin tak perlu khawatir. Wahyu menjamin tak ada keberpihakan panelis kepada salah satu paslon.

"Itu dipilih oleh KPU berdasarkan kemampuan, kapabilitas, dan independensi. Jadi kami tak ada kaitan apapun dengan BPN ataupun TKN," tegas Yuyun.

Wacana peniadaan panelis ini muncul pertama kali dari anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon. Dia menilai debat antar peserta pilpres bisa berlangsung lebih baik tanpa ada pertanyaan dari panelis.

Wakil Ketua DPR ini mendasari penilaiannya karena merasa debat berlangsung lebih intens ketika memasuki tanya-jawab antar capres yang berkontestasi pada Debat Pilpres Kedua 2019.

"Mendingan saling tanya aja dari masing-masing. Pertanyaan datang dari paslon bukan dari panelis. Panelis diistirahatkan aja," kata Fadli di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Permintaan ini kontan ditolak oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menyatakan panelis tetap bisa bekerja secara profesional. Dia menyatakan selama ini panelis dipilih bukan secara asal-asalan.

Karding menuturkan bahwa apa yang disampaikan Fadli hanyalah rasa pesimistis tak beralasan.

"Itu pesimistis. KPU kan ada karantina panelis. Dan panelis ini orang yang punya integritas tinggi. Kan boleh dicek. Jadi sudahlah jangan mengalihkan kekurangan ke orang lain termasuk ke panelis. Apalagi ke paslon," tegas Karding di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (18/2/2019).


Baca juga artikel terkait DEBAT CAPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Maya Saputri
DarkLight