Update Banjir Jakarta Terkini Hari Ini 21 Feb, Info Tinggi Muka Air

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 21 Februari 2021
Dibaca Normal 2 menit
BPBD DKI Jakarta juga mengingatkan warga Ibu Kota untuk mewaspadai hujan ekstrim pada dini hari yang berpotensi terjadi hingga hari ini.
tirto.id - Banjir masih menggenang beberapa wilayah di Jakarta hingga Minggu (21/2/2021) pagi. Menurut Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan hingga pagi ini masih terdapat beberapa ruas jalan di wilayah tersebut yang terendam banjir dengan ketinggian antara 30 cm hingga 100 cm.

"Untuk wilayah Jakarta Selatan masih terdapat enam ruas jalan yang tergenang," kata Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Selatan, Budi Setiawan, seperti dilansir Antara.

Budi merincikan beberapa ruas jalan yang masih tergenang, yakni,

1. Jalan Pondok Jaya, Kecamatan Mampang Prapatan, ketinggian air 100 cm, panjang ruas jalan yang tergenang sejauh 300 meter menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas. Jalan Pondok Jaya ini menghubungkan Jalan Raya Mampang Prapatan menuju Bangka maupun Kemang.

2. Jalan Duren Bangka dekat Kantor Kelurahan Bangka, ketinggian air 60 cm, panjang ruas jalan yang terendam 300 meter, jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

3. Gang Langgar, ketinggian air 50 cm dengan panjang jalan terendam 300 meter, kendaraan roda dua dan roda empat belum bisa melintas.

4. Air setinggi 15 cm juga masih menggenangi Jalan Bank sepanjang 50 cm, kondisi jalan bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat.

5. Jalan Pela mampang hingga pagi ini dilaporkan juga masih tergenang.

"Jalan Pela Mampang juga masih ada genangan setinggi 10 cm tapi bisa dilalui motor maupun mobil," kata Budi.

Budi menambahkan, banjir yang melanda wilayah Jakarta Selatan pada Sabtu (20/2/2021) telah merendam sedikitnya 33 ruas jalan yang mengakibatkan arus lalu lintas terputus tidak bisa dilalui.

Ruas jalan yang tertutup air tersebut merupakan jalan-jalan protokol seperti Jalan Kemang Raya, Jalan Kapten Tandean, Jalan Sudirman, dan Jalan Tol TB Simatupang.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKi Jakarta menginformasikan tinggi muka air di Pos Pantau Cipinang Hulu berstatus siaga III, sedangkan di Pintu Air Manggarai kembali ke status normal siaga IV pada Minggu pagi.

Terkait naiknya status Pintu Pos Pantau Cipinang Hulu pukul 06.00 WIB, BPBD mengeluarkan imbauan agar masyarakat di bantaran sungai mewaspadai potensi banjir yang mungkin terjadi.

"Info disaster early warning system (DEWS) kepada warga bantaran sungai, akibat kenaikan Pos Pantau Cipinang Hulu, tinggi muka air (TMA) 160 cm,” demikian keterangan BPBD DKI Jakarta melalui akun twitter resminya @BPBDJakarta.

BPBD DKI mencatat kenaikan status dari normal atau siaga IV menjadi waspada atau siaga III itu terjadi pada pukul 06.00 WIB karena curah hujan yang tinggi menyebabkan kenaikan tinggi muka air.

"Antisipasi sekitar 4,5 jam ke depan air akan sampai di Pintu Air Pulo Gadung," imbuh BPBD DKI seperti dilansir Antara.

Adapun wilayah yang perlu melakukan antisipasi, imbuh BPBD DKI yakni Cibubur, Cipinang, Cipinang Besar Selatan, Cipinang Besar Utara, Dukuh, Halim Perdana Kusuma, Kebon Pala, Kramat Jati, Makasar, Pekayon, Pinang Ranti dan Rambutan.

Sementara itu, untuk ukuran normal ketinggian muka air di Pos Pantau Cipinang Hulu mencapai di bawah 145 cm.

BPBD DKI juga mencatat penurunan tinggi muka air di Pintu Air Manggarai pada pukul 06.00 WIB, mencapai 750 cm dengan status siaga II karena hujan berangsur reda.

Pintu Air Manggarai sempat mengalami peningkatan tinggi muka air pada pukul 04.00 WIB, mencapai 770 cm dengan status siaga III.

BPBD DKI akan memperbaharui informasi peringatan dini terkait kenaikan atau pun penurunan tinggi muka air di pos pantau dan pintu air.

Selain itu, BPBD DKI Jakarta juga mengingatkan warga Ibu Kota untuk mewaspadai hujan ekstrim pada dini hari yang berpotensi terjadi hingga hari ini.


Baca juga artikel terkait BANJIR JAKARTA HARI INI atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight