Syarat dan Cara Melakukan Pengembalian Barang (Return) ke IKEA

Oleh: Adilan Bill Azmy - 23 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Cara mengembalikan barang atau return ke IKEA.
tirto.id - Ada kalanya pelanggan merasa tak puas setelah berbelanja kebutuhan rumah tangga. Barang yang dibeli kadang tidak sesuai dengan harapan, tidak pas di ruangan, hingga cacat.

Sayangnya, banyak dari penjual yang memberlakukan aturan "Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan". Penjual bisa jadi tidak mau rugi, atau berasumsi barang yang akan dikembalikan mungkin rusaka karena unsur kesengajaan.

Akan tetapi, IKEA tidak memberlakukan aturan tersebut. Di IKEA, konsumen yang tidak puas atau berubah pikiran dapat mengembalikan barang yang sudah dibeli. IKEA akan mengembalikan dana penuh sesuai dengan harga barang, bila konsumen telah membayar kontan.

Bagi konsumen yang membayar secara angsuran, maka IKEA hanya akan mengembalikan sesuai dengan jumlah cicilan yang telah dibayarkan. Dalam situs resmi IKEA Indonesia, ada tiga cara tersedia bagi pelanggan yang ingin melakukan return barang.

1. Toko Retail Resmi IKEA Indonesia

Konsumen yang berubah pikiran dapat mengembalikan barang secara langsung di toko retail resmi IKEA Indonesia. Konsumen hanya perlu membawa semua komponen barang yang dibeli. Sedangkan bagi konsumen yang melakukan pembelian secara online harus menyertakan salinan cetak surel konfirmasi pemesanan.

2. Pick-up Point IKEA

Selain di toko retail resmi, konsumen juga dapat melakukan pengembalian barang di lokasi pick-up point IKEA. Perusahaan asal Swedia ini memiliki tiga lokasi pick-up point yang berada di Bandung, Bekasi, dan Surabaya.

3. Via Paket

Konsumen yang berada jauh dari toko retail resmi maupun lokasi pick-up point IKEA juga dapat mengembalikan barang via paket. IKEA akan menanggung biaya pengiriman barang yang di-return, sehingga pelanggan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Hubungi layanan konsumen IKEA untuk mendapatkan hak pengembalian barang.

Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua kategori barang dapat di-return. IKEA tidak menerima pengembalian barang dengan kategori sebagai berikut.
  • Produk-produk yang dibuat khusus seperti meja dapur, kain meteran dan tirai meteran
  • Produk yang telah dirakit atau rusak karena salah rakit
  • Tekstil tempat tidur; kasur yang sudah dibuka dan alas kasur
  • Tanaman dan produk makanan
  • Produk As-Is
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pelanggan sebelum melakukan return. Konsumen hanya dapat melakukan pengembalian barang dalam jangka waktu maksimal 30 hari setelah tanggal pembelian. Bila barang yang hendak dikembalikan telah melebihi jangka waktu ini, maka IKEA tidak dapat memberikan hak pengembalian barang kepada konsumen.

Selain itu, pastikan barang yang akan dikembalikan masih dalam kondisi seperti baru. IKEA tidak menerima pengembalian barang dengan beberapa kondisi tertentu: telah disimpan, dirakit atau dipasang dengan tidak benar.

Barang yang digunakan secara tidak tepat, disalahgunakan, diubah, atau dibersihkan dengan metode pembersihan atau produk pembersih yang salah juga tidak dapat dikembalikan. IKEA juga tidak menanggung pengembalian barang yang terpotong atau tergores, atau terdapat kerusakan akibat terbentur atau kecelakaan konsumen.

Hal lain yang penting diperhatikan saat ingin mengembalikan produk adalah membawa bukti pembayaran asli. Bukti ini akan menjadi pertimbangan IKEA untuk memberikan hak pengembalian barang kepada konsumen. Sebab, ada beberapa model barang yang tidak mendapat garansi pengembalian barang. Lihat laman Garansi dan Jaminan pada situs resmi IKEA untuk daftar yang lebih lengkap.


Baca juga artikel terkait IKEA atau tulisan menarik lainnya Adilan Bill Azmy
(tirto.id - Bisnis)

Kontributor: Adilan Bill Azmy
Penulis: Adilan Bill Azmy
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight