Menuju konten utama

Susu Low Fat vs Susu Skim: Kenali Bedanya sebelum Beli

Apa saja perbedaan susu low fat vs susu skim? Simak perbedaannya di sini, mulai dari kandungan lemak, kalori, hingga rasa, dan tips memilih susu yang tepat.

Susu Low Fat vs Susu Skim: Kenali Bedanya sebelum Beli
Ilustrasi Susu. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Susu low fat vs susu skim, kira-kira kamu pilih yang mana? Keduanya sama-sama memiliki kandungan lemak yang rendah, tapi agar tidak salah pilih, kita sebaiknya mengetahui dulu perbedaan susu low fat dan skim, mulai dari nutrisi hingga manfaatnya.

Tren gaya hidup sehat membuat banyak orang mulai menyadari pentingnya kalori dan nutrisi dalam makanan dan minuman sehari-hari. Memilih susu pun bukan lagi soal rasa, tapi juga menyesuaikannya dengan kebutuhan dan pola makan.

Sementara itu, saat ini ada berbagai jenis susu yang bisa ditemukan di pasaran, mulai dari susu full cream, low fat, skim, hingga susu nabati seperti susu kedelai dan almond. Setiap jenis susu memiliki karakteristik dan kandungan nutrisi yang berbeda.

Di antara beragam pilihan tersebut, susu low fat dan susu skim sering menarik perhatian karena sama-sama memiliki kandungan lemak yang rendah dan dianggap lebih minim kalori.

Meski sama-sama susu rendah lemak, keduanya bukanlah jenis susu yang sepenuhnya sama. Lalu, seperti apa perbedaan susu low fat vs susu skim?

Apa Itu Susu Low Fat dan Susu Skim?

Ilustrasi Susu Kolagen

Ilustrasi Susu. foto/istockphoto

Susu low fat atau susu rendah lemak adalah susu yang sebagian kandungan lemak alaminya telah dikurangi. Jenis susu ini tetap mengandung lemak dalam jumlah tertentu, tapi lebih sedikit dibandingkan susu full cream atau whole milk.

Dikutip dari situs Cleveland Clinic, whole milk umumnya mengandung lemak sekitar 3,25% atau lebih banyak, sedangkan susu low fat biasanya memiliki kadar lemak 1% atau 2%.

Sementara itu, susu skim adalah susu yang sebagian besar lemak alaminya telah dihilangkan. Kandungan lemaknya lebih rendah dibandingkan susu low fat, bahkan dapat mendekati 0% (umumnya mengandung 0,5% lemak atau lebih sedikit).

Mengingat kandungan lemak susunya dikurangi, maka kalori susu juga akan berubah jadi lebih rendah. Namun, keduanya tetap sama-sama memiliki kandungan nutrisi susu yang dibutuhkan tubuh, termasuk protein, kalsium, hingga berbagai vitamin.

Perbedaan Susu Low Fat vs Susu Skim

Ilustrasi susu

Ilustrasi susu. FOTO/iStockphoto

Susu low fat dan susu skim merupakan jenis susu yang kandungan lemaknya lebih rendah dibandingkan susu full cream. Meski sering dianggap sama, keduanya memiliki perbedaan dari segi kadar lemak, kalori, hingga rasa dan tekstur. Berikut beberapa perbedaan yang perlu diketahui:

1. Kandungan Lemak

Perbedaan utama susu low fat vs susu skim terletak pada kandungan lemaknya. Susu low fat masih mengandung sebagian lemak alami susu, sedangkan susu skim telah melalui proses penghilangan lemak yang lebih banyak sehingga kandungannya sangat sedikit atau hampir nol.

Menurut laman Healthline, dalam 1 cup (237 ml), susu low fat dengan kadar lemak 1% bisa mengandung sekitar 2,5 gram lemak, sedangkan susu skim hanya mengandung sekitar 0,2 gram lemak dalam takaran yang sama.

Meski demikian, kadar lemak susu low fat dan susu skim tetap dapat bervariasi tergantung produk yang dipilih.

2. Kandungan Kalori

Kadar lemak memengaruhi jumlah kalori susu skim maupun low fat. Karena lemak menyediakan energi lebih banyak dibandingkan protein dan karbohidrat, susu dengan kandungan lemak lebih rendah umumnya memiliki kalori yang lebih sedikit.

Sebagai contoh, satu cangkir susu skim bisa mengandung kalori sekitar 84 kkal, sedangkan jumlah kalori susu low fat dengan kadar lemak 1% bisa lebih banyak, yakni sekitar 106 kkal.

3. Kandungan Nutrisi Susu

Walaupun kandungan lemaknya berbeda, susu low fat dan susu skim tetap dapat menyediakan nutrisi penting, seperti protein, kalsium, fosfor, dan sejumlah vitamin. Pengurangan lemak tidak serta-merta menghilangkan protein dan mineral alami yang terdapat dalam susu.

Healthline mencatat bahwa satu cangkir susu skim maupun susu low fat 1% sama-sama mengandung sekitar 8,5 gram protein. Kandungan kalsiumnya juga relatif serupa, yakni sekitar 25% dan 24% dari nilai kebutuhan harian yang digunakan dalam sumber tersebut.

Meski begitu, kandungan vitamin tertentu dapat berbeda bergantung pada proses pengolahan dan apakah produk telah difortifikasi.

4. Rasa Susu

Rasa susu low fat vs susu skim umumnya juga akan berbeda. Kandungan lemak akan memengaruhi susu dari segi rasa. Susu low fat biasanya masih memiliki rasa gurih dan creamy karena masih memiliki lemak alami yang tetap dipertahankan.

Sementara itu, susu skim cenderung terasa lebih ringan dengan sensasi gurih yang tidak sekuat susu low fat. Jika terbiasa minum susu full cream, rasa susu skim mungkin terasa lebih ringan atau kurang “kaya” di mulut dibandingkan susu low fat.

5. Tekstur Susu

Selain rasa, kandungan lemak juga memengaruhi tekstur susu ketika diminum. Susu low fat cenderung terasa lebih berisi dan lembut dibandingkan susu skim karena masih mengandung sebagian lemak. Sebaliknya, susu skim biasanya memiliki tekstur lebih encer atau ringan di mulut.

Jika menyukai tekstur susu yang lebih lembut untuk diminum bersama sereal atau dicampurkan ke dalam kopi, susu low fat mungkin terasa lebih sesuai. Namun, jika lebih menyukai susu dengan sensasi yang lebih ringan, susu skim dapat dijadikan pilihan.

Tips Memilih Susu Sesuai Kebutuhan

Ilustrasi susu

Ilustrasi susu. Getty Images/iStockphoto

Memilih susu, baik itu susu low fat maupun susu skim, sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Setiap produk susu memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari kandungan kalori, lemak, protein, hingga kadar gula. Agar tidak salah pilih, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli susu:

1. Sesuaikan dengan Kebutuhan Kalori

Jika ingin mengurangi asupan kalori dari lemak susu, pertimbangkan untuk memilih susu low fat atau susu skim. Kedua jenis susu ini umumnya mengandung lebih sedikit kalori dibandingkan whole milk atau full cream. Susu skim bisa jadi pilihan paling ideal jika ingin membatasi asupan lemak lebih jauh.

2. Perhatikan Kandungan Gula Tambahan

Sebelum membeli susu, periksa tabel informasi nilai gizi dan daftar komposisi pada kemasan. Susu sapi secara alami mengandung gula berupa laktosa, jadi adanya gula dalam tabel nutrisi tidak selalu berarti produk tersebut diberi tambahan gula.

Sebaliknya, susu dengan perisa seperti cokelat, stroberi, atau karamel umumnya mengandung gula tambahan yang bisa meningkatkan jumlah kalorinya. Jika ingin lebih sehat, pilih susu tawar tanpa tambahan gula dan bandingkan kandungan gula antar produk dengan takaran saji yang sama.

3. Periksa Kandungan Protein dan Kalsium

Protein berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, sedangkan kalsium dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Susu sapi umumnya menyediakan kedua nutrisi tersebut, termasuk varian low fat dan skim.

Namun, jumlahnya dapat berbeda bergantung pada produk dan proses pengolahannya. Oleh karena itu, periksa informasi nilai gizi dengan cermat untuk mengetahui kandungan protein dan kalsium per sajian.

4. Pilih Susu Sesuai Toleransi Pencernaan

Jika sering mengalami kembung, sakit perut, atau diare setelah mengonsumsi susu, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah intoleransi laktosa, yaitu kondisi ketika tubuh kesulitan mencerna laktosa.

Dalam situasi ini, susu bebas laktosa dapat menjadi alternatif. Perlu diingat bahwa susu low fat dan skim biasa tetap dapat mengandung laktosa meskipun kadar lemaknya rendah. Jika keluhan sering terjadi atau penyebabnya belum jelas, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

5. Periksa Fortifikasi Vitamin dan Mineral

Jika memilih susu nabati, seperti susu kedelai, almond, atau oat, perhatikan apakah produk tersebut telah diperkaya dengan kalsium dan vitamin D. Kedua nutrisi ini penting untuk mendukung kesehatan tulang.

Kandungan protein juga perlu diperiksa karena tidak semua susu nabati memiliki jumlah protein yang setara dengan susu sapi, meskipun komposisinya bergantung pada produk. Periksa pula kandungan gula tambahan dan ukuran sajian agar pilihan susu sesuai dengan kebutuhan nutrisi harian.

Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Kesehatan

Baca juga artikel terkait SUSU atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani