Stan Lee, Pria Depresi yang Jadi Tuhan Superhero Marvel

Oleh: Yulaika Ramadhani - 13 November 2018
Dibaca Normal 2 menit
Tentang Stan Lee, pengarang cerita dari banyak superhero yang pernah kita lihat selama ini: Spiderman, Hulk, Thor, Ironman, X-man, Doctor Stranger dan Fantastic Four.
tirto.id - Stan Lee, pengarang cerita dari banyak superhero yang pernah kita lihat selama ini: Spiderman, Hulk, Thor, Ironman, X-man, Doctor Stranger dan Fantastic Four telah merevitalisasi industri komik dengan pahlawan-pahlawan supernya. Sebagai penguat cerita petualang, Lee memberi kehidupan emosional yang kompleks pada si tokoh pahlawan supernya.

Superhero Lee menarik dan berbeda karena riset, penemuan, sains, serta inovasi yang ia kerjakan bersama Jack Kirby dan Steve Ditko. Karakter-karakter tersebut makin disukai dan menjadi inspirasi pembacanya. Marvel Universe kemudian menyeberang dari halaman komik ke layar dalam serangkaian serial TV dan film yang akhirnya mengubah wajah budaya populer.

"Dia semacam punya kewajiban kepada para penggemarnya, untuk terus berkarya," ujar putrinya, JC Lee seperti dikutip dari The Guardian. “Dia mencintai hidupnya dan dia mencintai apa yang dia lakukan untuk mencari nafkah. Keluarga dan para penggemar mencintainya. Dia tak tergantikan."

Stanley Martin Lieber, lahir di Upper West Side Manhattan tahun 1922. Masa kecil Lee dilalui dengan depresi. Dalam otobiografinya Lee menggambarkan bagaimana perjuangan ayahnya dalam menemukan pekerjaan begitu mempengaruhi dirinya.

“Hal yang paling penting bagi seorang pria untuk dilakukan adalah memiliki pekerjaan yang membuat ia sibuk dan merasa dibutuhkan,” tulis Lee.

Pada umur 17 tahun, Lee mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan penerbitan milik kerabatnya Martin Goodman. Di sanalah ia mulai menulis skrip untuk komik superhero dan misteri. Hingga kemudian pada tahun 1941, ia menjadi editor.

Selama 20 tahun berikutnya Lee menulis tentang suksesi tentara salib, koboi dan polisi. Namun, pada tahun 60-an ia mulai sadar energinya mulai menipis.

Selanjutnya Lee diminta oleh Goodman untuk menulis tentang pahlawan super, setelah Goodman memperhatikan sebuah komik saingan yang menampilkan cerita tentang superhero. Tahun 1974, Lee ingat sekali saat itu, ia ingin melakukan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang istimewa.

“Ini adalah apa yang dibutuhkan pasar,” katanya.

Superhero yang ia ciptakan pertama kali bersama Jack Kirby adalah Fantastic Four. Tapi Kirby ingat penciptaan Fantastic Four sangat berbeda. Tahun 1989 kepada Jurnal Komik, Kirby mengklaim bahwa dia datang dengan ide itu sendiri. "Lee dan saya tidak pernah berkolaborasi dalam hal apa pun. Saya biasa menulis cerita seperti yang selalu saya lakukan," jelasnya.

Tahun 1970, Kirby mengatakan dia telah memiliki sebuah "gut-full of Marvel" dan berangkat ke DC Comics. Keluarganya memenangkan jutaan dolar dari Marvel pada tahun 2014, setelah Kirby dan Lee dikreditkan sebagai co-creator.

Tahun-tahun berikutnya kemudian Marvel menerbitkan ratusan karakter yang diciptakan oleh Lee, termasuk Iron Man, Thor, Hulk, Spider-Man, Doctor Strange, dan Silver Surfer. Dengan begitu banyak cerita berjalan pada saat yang sama, Lee mulai membiarkan karakter dari satu judul muncul ke film yang lain, menciptakan semesta fiktif bagi para pembaca untuk dijelajahi.

Setelah menghabiskan lebih dari tiga dasawarsa menulis skrip setiap hari, Lee mengambil peran baru sebagai penerbit Marvel Comic pada tahun 1972. Lee kemudian membawa karakter Marvel ke dalam surat kabar, menerbitkan serangkaian buku yang menceritakan versinya. Tahun1978 adalah tahun terakhirnya bersama Kirby, mereka menghasilkan novel grafis Silver Surver.

Lee menikmati perannya sebagai ‘wajah’ Marvel, juga sebagai orang tua yang gemar ‘berkampanye’ di industri komik.

Pada tahun 1980, ia pindah ke Los Angeles, berniat meluncurkan kreasinya ke TV dan film. Selama dua dekade berikutnya, selain berjuang untuk mendapatkan proyek superhero sinematik, Lee tetap bersembunyi untuk menyaingi DC-comics, yang menampilkan Superman dan Batman.

Kemudian, di tahun 1990 Captain America diadaptasi langsung ke bentuk video, sementara versi Fantastic Four dengan anggaran rendah pada 1994 tidak pernah dirilis.

Hingga tahun 2000 Bryan Singer mem-blockbuster X-Men yang dibintangi Hugh Jackman, Patrick Stewart, Ian McKellen dan Halle Berry, lengkap dengan cameo untuk Lee sebagai salesman hot-dog. Kala itu, Marvel Universe menjadi pelengkap musim panas di seluruh dunia.

Setelah kematian istrinya, Joan, tahun 2017, kehidupan Lee dan urusan bisnisnya menjadi spekulasi yang luas. Tahun ini, dia mengajukan gugatan satu miliar dolar kepada Pow, perusahaannya yang dulu. Lee menuntut atas kesepakatan palsu dengan perusahaan Cina. Namun, dua bulan kemudian dia membatalkan gugatan.

Polisi juga telah menyelidiki dugaan penyalahgunaan, karena Lee mengajukan perintah penahanan terhadap mantan manajer bisnisnya, Keya Morgan. Morgan kemudian dituduh oleh pengacara Lee mengambil keuntungan dari usia Lee yang makin tua untuk mempengaruhi dan mengendalikannya.

Berbicara kepada Guardian pada tahun 2000, Lee mengatakan bahwa memunculkan ide adalah bagian yang paling mudah.

"Bagian tersulit adalah mendapatkan cukup banyak orang untuk menarik mereka semua," katanya.

“Kamu tahu bagaimana rasanya? Saya tidak bisa memainkan alat musik untuk menyelamatkan hidup saya. Saya akan bertanya, katakanlah, seorang teman gitaris bagaimana dia memainkan melodi dengan satu tangan dan kord dengan yang lain ketika dia hanya punya satu otak. Dia akan berkata: 'Stan, saya bahkan tidak memikirkannya, saya telah melakukannya sepanjang hidup saya, itulah yang saya lakukan.' Yah, sama halnya dengan saya. Menulis cerita adalah apa yang saya lakukan. Saya memikirkannya, tetapi itu tidak masalah. Saya hanya harus punya waktu untuk melakukannya,” jelas Lee.

Stan Lee meninggal dunia di Rumah Sakit Cedars-Sinai, Los Angeles, di usia 95 tahun, Senin (12/11/2018) waktu setempat. Kabar kematian ini dikonfirmasi oleh Kirk Schenck, kuasa hukum anak perempuan Lee, J.C. Lee, seperti diberitakan AP. Namun, tak merinci penyebab kematian Stan Lee.


Baca juga artikel terkait STAN LEE atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Film)


Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani