Advertorial

Solusi Masalah Harian Telepon Pintar

Oleh: Advertorial - 30 Mei 2019
Dibaca Normal 1 menit
Sejak 2014 Oppo konsisten mengembangkan teknologi pengisian cepat mulai VOOC Flash Charge hingga Super VOOC
tirto.id - Lukman A Salendra, pegawai swasta, sering kali mesti melakukan perjalanan pergi pulang sejauh ±100 km dari kediamannya di kawasan Cilendek, Bogor Barat, ke tempatnya bekerja di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Lazimnya kebanyakan pengguna commuterline atau KRL, Lukman kerap bermain game atau mendengarkan Spotify kala moda transportasi umum tersebut melaju dari satu stasiun ke stasiun lain. “Kalau berangkat aku hanya memantau pekerjaan di Whatsapp, baca berita, dan sesekali mendengarkan musik,” katanya.

Kebiasaan demikian mengharuskan pria berkacamata tersebut menenteng powerbank ke mana-mana. Sekali tertinggal, Lukman mati kutu dibuatnya.

“Aku lebih memilih mematikan paket internet di telepon pintar ketimbang gak bisa pesan ojol sesampainya di stasiun—bateraiku drop,” ungkapnya. Lukman menambahkan, mengisi daya di stasiun, walau cukup beberapa menit, terkadang menjadi perkara merepotkan. “Mending kalau kotak chargernya kosong, kalau penuh ya mesti antre.”

Mendengar keluhan Lukman, salah seorang rekannya menyarankan agar Lukman menggunakan Oppo untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Alasannya, sejak 2014 Oppo konsisten mengembangkan teknologi pengisian cepat mulai VOOC Flash Charge hingga Super VOOC. Selain membuat daya baterai cepat terisi, perangkat tersebut juga membuat daya lebih awet. Lukman lantas menjatuhkan pilihan pada F11.

“Minggu lalu, saat hendak pulang dan daya bateraiku tinggal 10 persen, F11 ini aku charge sambil menunggu ojek online. Gak sampai 10 menit, daya bateraiku sudah 29 persen.” Menariknya, sambung Lukman, dari Stasiun Kemayoran hingga Stasiun Bogor ia anteng mendengarkan Spotify sambil sesekali membalas percakapan di Whatsapp dan berbalas komentar di media sosial. Bersamaan dengan itu, Lukman juga leluasa mengabadikan suasana malam di beberapa titik sepanjang jalan pulang.

“Singkatnya, selain menjauhkan diri dari perasaan khawatir kehabisan daya di tengah jalan, menggunakan F11—yang salah satu unggulannya adalah fitur Ultra Night Mode—aku bisa lebih menikmati malam lewat telepon pintar,” pungkasnya.

Oppo F11 dibekali baterai berkapasitas 4.000MaH serta teknologi VOOC Flash Charge 3.0. Memanfaatkan algoritma FFC baru, teknologi tersebut, sebagaimana diklaim pihak Oppo, memungkinkan proses pengisian daya hingga penuh hanya berlangsung 80 menit—atau 20 menit lebih cepat ketimbang VOOC generasi pertama.

VOOC Flash Charge unggul dalam soal kecepatan karena meningkatkan arus daya, bukan meningkatkan tegangan arus daya, sehingga menjamin bahwa bahaya yang sering timbul akibat tegangan arus daya terlalu tinggi tidak akan terjadi. Atas hal itu pula VOOC 3.0 mendapatkan sertifikat dari TÜV SÜD—lembaga penjamin keamanan dan keselamatan teknologi bertaraf internasional.

Selain itu, dengan prosesor MediaTek Helio P70 CPU yang berdaya rendah, juga RAM 6GB yang dilengkapi display untuk memonitor konsumsi daya yang dipakai aplikasi, kinerja F11 kian optimal. Pendeknya, melalui teknologi pengisian yang lebih cepat, F11 memiliki baterai yang lebih tahan lama dan berkapasitas lebih besar, serta konsumsi daya yang lebih rendah.

Bila hal-hal di atas merupakan harapan bersama semua pengguna telepon pintar—terlebih didukung kamera utama berkualitas 48MP—Anda tak ragu, kan, merekomendasikan F11 kepada kerabat dan keluarga? Terlebih di momen lebaran begini pihak Oppo menawarkan berbagai promo.
DarkLight