Situasi Gunung Merapi Hari Ini 26 Oktober & Status Terkininya

Penulis: Alexander Haryanto, tirto.id - 26 Okt 2022 18:30 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi mengalami 7 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-14 mm dan lama gempa 32.8-121.8 detik.
tirto.id - Gunung Merapi hari ini, Rabu, 26 Oktober 2022 mengalami 7 kali gempa guguran, 1 kali gempa hybrid/fase banyak dan 8 kali gempa vulkanik dalam. Peristiwa itu terjadi berdasarkan periode pengamatan pukul 12:00-18.00 WIB.

Berdasarkan laporan resmi laman magma.esdm.go.id, sampai saat ini status gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu belum diturunkan dan masih Siaga Level III.

Oleh sebab itu, masyarakat masih diminta untuk melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah barat.

Klimatologi

Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 18-20°C. Kelembaban 81-99%. Tekanan udara 653-717 mmHg. Intensitas curah hujan 18 mm per hari.

Pengamatan Kegempaan


  • 7 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-14 mm dan lama gempa 32.8-121.8 detik.
  • 1 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.3 detik dan lama gempa 9.8 detik.
  • 8 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 5-10 mm, S-P 0.5-1 detik dan lama gempa 6.8-12.7 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight