Menuju konten utama

Sempat Dikira Laka Lantas, Mahasiswa di Denpasar Tewas Dikeroyok

Dua pelajar di Denpasar ditangkap usai keroyok mahasiswa hingga tewas. Pengeroyokan maut ini dipicu motif sepele karena saling pandang.

Sempat Dikira Laka Lantas, Mahasiswa di Denpasar Tewas Dikeroyok
Dua Pelajar diamankan polisi, setelah sebelumnya melakukan tindakan pengeroyokan hingga membuat korban mengalami lakalantas dan dinyatakan meninggal dunia. (FOTO/dok.Polsek Denpasar Timur)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tim Opsnal Polsek Denpasar Timur mengamankan dua orang pelajar berinisial IPKPP (16) dan IKASS (17) usai mengeroyok seorang mahasiswa berinisial ESCS (23) hingga meninggal dunia di Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar, Bali. Kasus ini awalnya dilaporkan sebagai peristiwa kecelakaan lalu lintas biasa.

Namun, proses penyelidikan aparat dan pemeriksaan medis di RSUD Wangaya mengungkap fakta bahwa korban tewas akibat terjatuh dari sepeda motor setelah dianiaya oleh kedua pelaku.

"Benar, kejadiannya bermula dari laka lantas di hari Sabtu (24/10/2026) malam. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata korban meninggal terjatuh setelah menjadi korban pengeroyokan," terang Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra, Kamis (29/10/2026).

Terungkapnya aksi pengeroyokan ini bermula dari pemeriksaan terhadap rekan pelaku berinisial AJA (15) yang sempat diamankan warga di tempat kejadian perkara (TKP).

AJA mengaku tidak terlibat dalam penganiayaan dan menyebut IPKPP serta IKASS sebagai eksekutor penyerangan tersebut. Peristiwa bermula pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 02.30 WITA tepat di depan Gedung GraPARI, Renon.

Korban yang sedang melajukan sepeda motornya mendadak dipepet oleh kedua pelaku yang berboncengan motor. Pelaku lantas menarik baju korban dan melayangkan tendangan keras.

Akibat serangan itu, korban hilang kendali hingga jatuh terhempas ke badan jalan. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya untuk mendapatkan penanganan darurat, namun dinyatakan meninggal dunia pada pagi harinya sekitar pukul 07.00 WITA.

Ayah korban berinisial JS (55) yang melihat luka-luka janggal pada bagian kepala, dagu, dan dada putranya langsung membuat laporan resmi ke Polsek Denpasar Timur guna pengusutan lebih lanjut.

"Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan pemeriksaan saksi-saksi, hasilnya yakni kasus pengeroyokan," terangnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim buser yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Denpasar Timur, Iptu Ketut Sudarsana, bergerak cepat mendatangi kediaman kedua pelaku di wilayah Denpasar.

Keduanya berhasil ditangkap pada malam hari sekitar pukul 21.00 WITA untuk diperiksa secara intensif. Berdasarkan pengakuan tersangka, IPKPP membeberkan bahwa dirinya bersama IKASS memepet motor korban dan menendangnya sebanyak dua kali.

Sementara IKASS mengakui menarik baju serta menendang korban hingga tersungkur di aspal, sebelum akhirnya mereka kabur melarikan diri. Mengenai latar belakang penyerangan fatal tersebut, kepolisian menyebut aksi kekerasan dipicu oleh ketersinggungan tatapan mata di jalanan.

"Motifnya itu hanya karena saling pandang," pungkas Iptu I Gede Adi Saputra.

Baca juga artikel terkait KRIMINAL atau tulisan lainnya dari Ahmad Firizqi Irwan

tirto.id - Flash News
Kontributor: Ahmad Firizqi Irwan
Penulis: Ahmad Firizqi Irwan
Editor: Mochammad Fajar Nur