Sejarah Hari Ibu 10 Mei dan Bagaimana Merayakannya Saat Pandemi

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 10 Mei 2020
Dibaca Normal 1 menit
Hari Ibu dirayakan pada tanggal yang berbeda di beberapa negara, salah satunya jatuh pada 10 Mei.
tirto.id - Hari Ibu adalah perayaan untuk ibu keluarga, atas kontribusinya yang tiada henti terhadap pertumbuhan dan kesejahteraan anak-anaknya. Satu hari sebenarnya tidak cukup untuk menghormati ibu, tetapi hari ini dibuat untuk mendorong orang untuk menyatakan kasih sayang pada ibu.

Hari Ibu dirayakan setiap tahun di banyak negara di dunia, pada tanggal yang berbeda. Meskipun tanggalnya bervariasi setiap tahun, sebagian besar dirayakan pada hari Minggu kedua bulan Mei setiap tahun. Tahun ini, Hari Ibu dirayakan pada 10 Mei di beberapa negara.

Diwartakan Indian Express, perayaan Hari Ibu diyakini pertama kali dimulai di Amerika Serikat, ketika seorang wanita bernama Anna Jarvis ingin hari itu dirayakan karena ibunya sendiri telah menyatakan keinginannya.

Ketika ibunya meninggal, Jarvis mengambil inisiatif dan mengadakan memorial untuk ibunya pada tahun 1908, tiga tahun setelah kematiannya. Memorial dilakukan di Gereja Methodist St Andrew di Virginia Barat.

Dikatakan bahwa meskipun dia sendiri tidak hadir, dia mengirim telegram kepada para hadirin, menyoroti pentingnya hari itu. Dia juga mengirimi mereka lima ratus anyelir putih, katanya.

Tidak ada kata terlambat untuk menghargai kasih sayang ibu. Berterimakasihlah atas segala yang telah dilakukannya ibu untuk Anda, dan katakan padanya bahwa ia penting dalam hidup Anda.

Merayakan Hari Ibu di Tengah Pandemi Corona


Sejak wabah virus corona COVID-19 menyebar, hampir dari kita semua terjebak di rumah karena lockdown. Mereka yang cukup beruntung bisa menghabiskan karantina dengan keluarga beserta hidangan lezat dan belaian penuh kasih dari ibu.

Namun ada pula sekelompok orang yang hanya bisa menghabiskan sebagian besar waktu mereka di karantina berbicara dengan keluarga dan teman-teman mereka melalui panggilan video.

Di tengah pandemi virus corona COVID-19, Anda tetap bisa merayakan Hari Ibu dengan beberapa tips dari Hindustan Times berikut ini.

1. Katakan: "Aku akan meneleponmu kembali ibu"

Setiap kali ibu Anda menelepon, Anda selalu terlalu sibuk dan mengatakan kepadanya Anda akan menelepon kembali, tetapi Anda tidak pernah melakukannya. Terkadang hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk ibu adalah mendengarkannya.

Jadi kali ini, alih-alih menjadi seseorang yang mengakhiri pembicaraan, tanyakan ibu bagaimana kabarnya, dan berjanjilah untuk menelepon ibu kembali, tanpa ia minta.

2. Bacalah puisi kesukaannya, tulis surat

Tulis surat sepenuh hati untuk menghargai ibu. Atau jika dia pecinta puisi, tuliskan beberapa puisi untuknya atau bacakan puisi favoritnya jika Anda tidak mampu menulis. Ini bisa dilakukan untuk mereka yang ada di rumah, dan juga bagi mereka yang jauh dari ibu.

3. Memanggang kue

Tahun ini merupakan saat yang tepat memanggang kue untuk ibu, terutama jika Anda menghabiskan karantina bersama ibu di rumah. Anda tidak perlu membuat kue yang rumit. Pakai bahan-bahan yang ada di rumah dan buat pancakes, cupcakes, atau kue lain yang mudah.

4. Membantu

Berikan satu hari libur bagi ibu. Bekerja sama dengan anggota keluarga Anda yang lain dan pastikan rumah bersih dan rapi. Gantikan tugas ibu memasak dan mencuci piring. Biarkan ibu rileks, sebab tidak ada hadiah yang lebih baik daripada hari istirahat.

5. Spa rumah

Mungkin Anda tidak bisa mengajak ibu ke tempat spa seperti yang biasa Anda lakukan, jadi gunakan scrub wajah, body butter, masker rambut, dan semua peralatan kecantikan Anda. Berikan ibu relaksasi spa di rumah.

6. Jadilah perhatian

Jadilah lebih perhatian terhadap orang tua Anda, dengarkan mereka, bantu mereka dalam pekerjaan dan masalah pribadi. Ketika mereka tidak dapat memahami cara menggunakan YouTube atau masalah teknis apa pun, jelaskan kepada mereka dengan tenang dan sabar.

Jadi mungkin tahun ini, hadiah Anda tidak akan sempurna, tetapi cara Anda bisa menyempurnakan dengan cara Anda memperlakukan ibu dan seluruh keluarga.


Baca juga artikel terkait HARI IBU atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight