tirto.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih terus berlangsung per hari ini, Selasa (13/10/2026). Dampak berupa kabut asap terus dikeluhkan berbagai pihak, termasuk negara-negara tetangga. Namun, respons para gubernur di Kalimantan terkait fenomena ini justru menuai kritik secara luas belakangan ini.
Kritik terhadap para gubernur di Kalimantan itu belakangan meluas di media sosial. Hal ini dipicu oleh respons para gubernur yang dinilai tak mencerminkan keseriusan mereka dalam menanggulangi konsentrasi titik api di wilayah mereka.
Terbaru, kritik publik ditujukan kepada Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran. Hal itu dipicu oleh selorohnya ketika memberi pernyataan tentang karhutla yang viral di internet.
Pernyataan Agustiar itu belakangan bahkan mendapat kritik dari anggota DPR RI dari Fraksi PKB Daniel Johan. Dalam pernyataannya pada Selasa, Daniel menyebut Agustiar harusnya lebih “mengayomi dan empati” ketika memberikan pernyatan publik terkait situasi karhutla.
Respons Kontroversial 5 Gubernur Kalimantan tentang Karhutla
Selain Agustiar Sabran, para gubernur di Kalimantan telah dikritik karena pernyataan publiknya yang menuai sorotan. Berikut respons lima gubernur di Kalimantan yang telah memicu kritik secara luas.
1. Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan
Sebelum Agustiar, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan lebih dulu memicu kritik akibat pernyataannya terkait karhutla. Kritikan ini tertuju pada pernyataan Ria ketika melakukan audiensi dengan mahasiswa yang menggelar protes di Bundaran Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya pada 3 September lalu.Kala itu, Ria Norsan yang semula hendak menjemput rombongan Menteri Kehutanan dihadang kelompok mahasiswa yang menggelar aksi protes terkait penanggulangan karhutla. Dalam kesempatan itu, Ria kemudian melakukan audiensi dengan pihak mahasiswa.
Namun, dalam audiensi itu, Ria justru terlibat adu argumen dan tampak tersulut emosi ketika penanganan karhutla di Kalbar dikritik. Ria bersikap defensif dan membandingkan kontribusinya dalam upaya pemadaman kebakaran dengan para mahasiswa.
“Saya belum melihat mahasiswa turun [ke lokasi kebakaran]. Empat hari ini [saya turun ke lapangan], tidak ada mahasiswa,” kata Ria.
Massa mahasiswa membantah pernyataan Ria tersebut dan menyatakan bahwa banyak kelompok mahasiswa ikut dalam upaya penanggulangan kebakaran sebagai relawan.
Tak lama setelahnya, Ria tampak tersulut emosi ketika mahasiswa mengkritik pemerintah yang tampak menjadikan penanggulangan karhutla sebatas aksi seremonial. Ria yang emosi kemudian melakukan gestur hendak memukul, sebelum dilerai rombongannya dan pergi dari lokasi audiensi.
2. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran
Agustiar Sabran jadi pejabat gubernur di Kalimantan terbaru yang menuai kritik karena pernyataannya terkait karhutla. Kritik atasnya dipicu oleh selorohnya ketika memberikan respons terkait situasi karhutla di Kalteng.Dalam sebuah video yang viral di internet, Agustiar tampak tengah menghadiri sebuah acara peringatan hari jadi Kabupaten Kotawaringin Barat pada awal Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, Agustiar turut memberikan pernyataan terkait situasi karhutla.
Agustiar menyebut bahwa karhutla merupakan bagian dari takdir. Namun, ia buru-buru menyebut bahwa karhutla merupakan bagian dari takdir yang disebabkan oleh ulah manusia.
“Sebenarnya sama aja, takdir juga, tapi banyak ulah manusianya. Hampir 97 persen itu [karhutla] akibat manusia,” katanya.
Ia kemudian mengungkapkan pentingnya persatuan untuk menanggulangi kebakaran. Namun, ia justru menutup pernyataan itu dengan candaan yang dinilai banyak orang tidak patut diucapkan, terutama di tengah situasi hari-hari ini.
“Cara melawannya ya dengan kebersamaan … karena bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi,” kata Agustiar.
Video yang merekam pernyataan Agustiar itu kemudian viral di internet. Belakangan hal itu memicu kritik dari warganet di lintas media sosial.
3. Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin
Muhidin juga pernah memicu kritik akibat pernyataannya terkait karhutla di wilayahnya. Hal ini dipicu oleh pernyataan publiknya pada 22 Agustus lalu.Kala itu, Muhidin tengah meninjau lokasi karhutla di Banjarbaru, Kalsel. Ia kemudian menyebut kepada para wartawan bahwa kondisi karhutla di wilayahnya sudah “tidak parah lagi”. Hal ini kemudian memicu kritik lantaran kondisi tersebut tak tercermin dari dampak kabut asap yang masih terus dirasakan masyarakat.
“Heli pun enggak ada hari ini. Heli itu biasanya kalau parah pasti sudah water bombing atau siram-siram. Nah ini tidak ada terlihat, berarti tidak parah lagi,” katanya kala itu.
Meski sempat menilai bahwa kondisi karhutla di wilayahnya tak lagi parah, namun Muhidin baru-baru ini menyatakan permohonan maafnya kepada publik. Hal ini terjadi pada Senin (12/10), ketika ia meminta maaf karena tidak dapat menangani karhutla secara menyeluruh di wilayahnya.
“Mohon maaf kepada netizen, kita tidak bisa membantu seluruh Kalimantan Selatan,” katanya, sembari menjelaskan bahwa fokus pihaknya kini adalah menjaga situasi karhutla di dekat bandara.
4. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud
Rudy Mas’ud sebelumnya juga sempat menjadi sorotan usai memberikan keterangan terkait karhutla pada Agustus lalu.Tepatnya pada 15 Agustus lalu, Rudy menyebut bahwa kondisi karhutla di Kaltim masih tergolong aman. Namun, pada saat yang sama ia menyatakan bahwa sekolah di wilayahnya terpaksa diliburkan karena kabut asap.
“Saat ini masih dalam kondisi yang aman. Tetapi anak-anak sekolah masih kami liburkan dan kita berikan masker untuk beraktivitas di luar,” katanya kala itu.
Tak hanya itu, Rudy kala itu juga menyatakan bahwa program MBG tetap berjalan kendati sekolah diliburkan imbas karhutla. Ia menyebut “MBG tetap menjadi prioritas” di seluruh Kaltim.
Dua bulan berselang, Rudy kembali menuai sorotan. Belakangan ini, Gubernur Kaltim itu viral karena sebuah foto yang menunjukkan dirinya sedang menyantap makanan di sebuah hotel di Singapura.
Foto itu kemudian menuai kritik lantaran situasi dampak karhutla di Kalimantan yang masih terus dirasakan masyarakat.
Dinas Komunikasi dan Informasi Kaltim mengonfirmasi keberadaan Rudy di Singapura. Dalam klarifikasi mereka, perjalanan tersebut telah mendapatkan izin lisan dari Menteri Dalam Negeri dan tujuan perjalanan itu disebut untuk pemeriksaan kesehatan.
5. Gubernur Kalimantan Utara Zainal Paliwang
Pada awal September lalu, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Paliwang menuai sorotan imbas pernyataan publiknya. Hal ini terjadi dalam serangkaian peristiwa terkait Zainal.Sebelumnya, Zainal terlebih dahulu disorot karena hadir dalam turnamen sepak bola yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin pada 4-6 September lalu. Turnamen ini disorot karena berlangsung di tengah karhutla yang sedang melanda Kaltara.
Sorotan itu sampai membuat Zainal buka suara. Ia kala itu membantah bahwa acara tersebut diselenggarakan dengan APBN.
Tak lama setelah hal tersebut, Zainal kemudian viral ketika ikut terjun langsung membantu pemadaman api di wilayah Tarakan. Dalam video yang merekam aksinya itu, pemadaman api di Tarakan disebut telah berhasil. Namun, tak lama setelahnya api kembali muncul.
Saat itu, Zainal kemudian membuat pernyataan bahwa ia tak ingin menanggapi komentar negatif terhadap caranya terlibat dalam aksi penanggulangan karhutla.
"Kita berupaya untuk membantu petugas, tapi ada juga yang bilang saya bodoh. Ya, biarlah saya bodoh, enggak apa-apa. Ya, biarlah saya bodoh. Yang bilang saya bodoh itu memang dia orang hebat. Dia itu orang pintar, orang berpendidikan. Ya, tidak apa-apa, biar Allah yang membalas," katanya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































