Menuju konten utama

Relawan Karhulta di Sumsel Keluhkan Honor yang Belum Dibayar

Relawan ini dibentuk Gubernur Sumsel untuk mempertebal personel satgas dengan gaji Rp150 ribu per hari.

Relawan Karhulta di Sumsel Keluhkan Honor yang Belum Dibayar
Petugas dari Manggala Agni Sumatera XVI-Lahat berusaha memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (11/8/2026). Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas periode Januari hingga 9 Agustus 2026 mencapai 48.889,69 hektare yang terdiri dari Sumatera Selatan 664,87 hektare, Kalbar sekitar 28.680,47 hektare, disusul Riau 15.551,76 hektare, Kalteng 3.069,52 hektare, Jambi sekitar 540 hektare, dan Kalsel 383,07 hektare sedangkan secara keseluruhan karhutla sudah membakar 107 ribu hektare hutan dan lahan di Indonesia. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan mengeluhkan honor mereka belum dibayar setelah 15 hari ikut operasi. Relawan ini dibentuk Gubernur Sumsel untuk mempertebal personel satgas dengan gaji Rp150 ribu per hari.

Relawan inisial IN, mengaku hingga saat ini belum ada kejelasan terkait honor yang dijanjikan. Nasib yang sama juga dialami ratusan relawan karhutla lain.

"Bapak Herman Deru (Gubernur Sumsel) yang terhormat, mana janji honor kami yang ikut menjadi relawan karhutla? Selama 15 hari ini belum dibayar, sudah seminggu kami belum dapat honor," ungkap IN, Rabu (14/10/2026).

Relawan menyebut tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda pemberian hak mereka. Mereka menyinggung juga soal bantuan presiden Rp100 miliar untuk penanggulangan karhutla di Sumsel.

"Mana pak duit Rp100 miliar? Sedangkan kami belum dapat hak honor kami," kata dia.

Senada disampaikan K, relawan karhutla yang sedang berjaga di salah satu posko di Palembang. Dia mengaku setiap hari berjibaku memadamkan api dengan banyak risiko, tetapi honor yang mesti diterima belum masuk rekening.

"Janjinya tiap 10 hari sekali honor kami dibayar, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Kami sudah jalankan tugas kami, tinggal minta hak kami," kata dia.

K mengaku bergabung dengan tim satgas karhutla bersama beberapa temannya dari salah satu perguruan tinggi di Palembang. Selain kemanusian, keterlibatannya masuk dalam relawan juga karena honor yang dijanjikan cukup besar.

"Kebetulan kuliah lagi daring, jadi kami ikut padamkan api, lumayan honornya, cukup buat tambahan. Tapi capeknya belum hilang honor belum dibayar," kata dia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, tidak menampik banyaknya keluhan relawan karhutla terkait honor mereka. Dia menyebut pemerintah bakal memberikan hak bagi para relawan.

"Iya benar, tapi bukan disengaja, ada mekanisme dan prosedur administrasi soal pencairan honor," kata Iqbal.

Iqbal memastikan relawan karhutla segera menerima honor melalui rekening masing-masing. Berkas pengusulan pencairan sudah berada di BPKAD Sumsel untuk diproses.

"Paling sehari atau hari ini sudah masuk ke rekening relawan. Sekarang sudah diproses di BPKAD," kata Iqbal.

Iqbal menjelaskan tercatat ada 102 relawan karhutla yang berasal dari mahasiswa dan masyarakat umum. Mereka ditempatkan di sejumlah daerah rawan karhutla, seperti Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, termasuk juga Palembang.

"Kami minta semua pihak memaklumi kondisi ini, bukan tidak dibayarkan tapi ada mekanismenya," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama