Menuju konten utama

Kejanggalan Karhutla Sumsel: Alat Berat Ratakan Lahan Terbakar

Petugas Manggala Agni temukan lahan samping kebun sawit di Sumsel mendadak diratakan alat berat usai terbakar. Ini menguatkan dugaan lahan sengaja dibakar.

Kejanggalan Karhutla Sumsel: Alat Berat Ratakan Lahan Terbakar
Penampakan lahan bekas terbakar berdekatan dengan kabut sawit yang tidak ikut terbakar di Pedamaran, Ogan Komering Ilir, Sumsel, sudah rata dan siap ditanami. FOTO/Manggala Agni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan masih berlangsung dan menimbulkan asap di sejumlah daerah. Ironisnya, pembakaran disinyalir kuat disebabkan adanya unsur kesengajaan dengan maksud pembukaan lahan.

Fakta itu ditemukan tim Manggala Agni yang tergabung dalam Satgas Darat Karhutla. Sejak empat bulan lalu, tim ini menembus sejumlah titik kebakaran terluas dengan vegetasi gambut dalam.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengungkap temuan yang didapatkan petugas selama operasi pemadaman berlangsung maupun setelah api padam. Ada kejanggalan yang dinilai sangat bertolak belakang dengan kondisi di lapangan.

Semisal karhutla di Kecamatan Pedamaran, Ogan Komering Ilir. Dari hasil pantauan kamera udara, lahan berada persis di samping perkebunan sawit dengan areal sangat luas yang tidak ikut terbakar telah diratakan menggunakan alat berat dan siap ditanami.

"Pembakaran modelnya membersihkan untuk perluasan kebun. Bahkan di Pedamaran [bekas terbakar] kemarin ada yang sudah stackingan [pembersihan dengan alat berat]," ungkap Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, Selasa (13/10/2026).

Modus Sengaja Dibakar demi Perluasan Kebun

Kondisi serupa terjadi di lahan bekas terbakar di Ogan Ilir dan Muara Enim. Pola pembakaran dilakukan pelaku secara sembunyi-sembunyi dan pada waktu-waktu tertentu untuk menghindari pengawasan tim di lapangan.

"Umumnya bertujuan untuk perluasan kebun," kata Ferdian.

Ferdian menyebut pembakaran lahan dalam kondisi cuaca terik dan angin kencang berisiko membuat api merambat ke lahan sekitar. Ketika api membesar, pelaku meninggalkan lokasi seakan-akan terbakar dengan sendirinya dan selang beberapa hari kemudian melakukan pembersihan untuk penanaman.

"Model-model begini yang kita temukan di lapangan, umumnya untuk pembukaan kebun dan perluasan lahan," kata dia.

Ferdian menambahkan, karhutla di Ogan Komering Ilir masih terjadi masif dan menyebar ke beberapa titik dengan vegetasi gambut, seperti di Riding area, Sungai Bungin, Cengal, dan Kayuagung. Sementara api di Pulu Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, OKI, telah padam setelah terbakar sejak beberapa hari lalu.

Untuk mengoptimalkan pemadaman di Sumsel, Manggala Agni diperkuat beberapa regu dari Jambi, Siak, dan Riau. Pasukan ini digeser ke titik karhutla yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

"Kita pertebal personel agar pemadaman bisa cepat, kita geser ke lokasi yang dinilai perlu dioptimalkan," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah