Indeks Properti

Pascaamnesti Pajak, Bisnis Properti Jadi Incaran Investasi
Sektor properti Indonesia dipercaya akan semakin menggeliat setelah diberlakukannya regulasi amnesti pajak. Sebab, orang-orang yang mendapatkan keuntungan dari amnesti pajak akan membelanjakan uangnya ke produk properti.

Indonesia Property Expo 2016
BTN menggelar pameran properti di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Jum'at berlangsung sampai 21 Agustus 2016.

Perkembangan Bisnis Properti 2016 Stagnan
Perkembangan bisnis properti tahun 2016 cenderung stagnan, berdasarkan data hasil survei Bank Indonesia, pertumbuhan properti primer di bawah 5 persen, sementara properti sekunder hanya tembus 10 persen.
BSDE Raih Marketing Sales Rp2,5 Triliun
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), perusahaan properti dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, sukses meraih pendapatan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp2,5 triliun sepanjang Semester I-2016, dan telah mencapai target 37 dari target sepanjang tahun 2016 yakni mencapai Rp6,9 triliun.
BTN - ITB Selenggarakan Program Pendidikan Properti
BTN melakukan terobosan baru melalui penyelenggaraan pendidikan properti bekerja sama dengan Sekolah Bisnis Manajemen ITB. Program ini diharapkan dapat mencetak pengusaha-pengusaha pemula di bidang properti.
REI Desak Pemerintah Lakukan Deregulasi Properti
Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) menilai tak bisa menghindari banyaknya perusahaan-perusahaan yang masuk ke sektor properti di Indonesia. Karena itu, pemerintah diharapkan membuat suatu regulasi guna mendukung pengusaha properti nasional.

REI Apresiasi Kontribusi Empat Menteri dalam Bidang Properti
Real Estate Indonesia (REI) menganugerahkan penghargaan Wirabakti Praja Utama kepada empat menteri dari Kabinet Kerja. Penghargaan itu diberikan untuk mengapresiasi para pelaku pembangunan yang dianggap berjasa di bidang properti.

YLKI Klaim Properti di Wilayah Reklamasi Rawan Sengketa Huku
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta masyarakat untuk mencermati izin pengembang sebelum membeli properti di wilayah Teluk Jakarta demi menghindari kemungkinan sengketa hukum di masa depan.

IPW: Konsumen Properti Harus Hati-Hati dengan Harga Murah
ndonesia Property Watch mengemukakan bahwa konsumen properti di Indonesia seringkali dirugikan karena pengembang properti yang dipilihnya ternyata belum memiliki izin pembangunan. Hal ini dapat terjadi karena konsumen di Indonesia lebih sering memperhitungkan harga yang murah saat memutuskan membeli properti yang ditawarkan pengembang tertentu.
Masuk tirto.id








