Netflix Cabut Serial yang Singgung Kasus Khashoggi di Arab Saudi

Oleh: Isma Swastiningrum - 3 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Netflix cabut episode kedua "Patriot Act" atas permintaan pihak berwenang Arab Saudi.
tirto.id - Netflix mencabut episode kedua serial “Patriot Act” di Arab Saudi. Tayangan itu memuat kritik terhadap Arab Saudi terkait pembunuhan penulis Jamal Khashoggi dan koalisi pimpinan Saudi dalam perang di Yaman.

Netflix dalam pernyataannya pada Rabu (2/1/2019) mengatakan episode itu dicabut atas permintaan dari pihak berwenang setempat dan bukan karena isi konten serialnya.

"Kami sangat mendukung kebebasan artistik di seluruh dunia dan menghapus episode ini hanya di Arab Saudi setelah kami menerima permintaan hukum yang sah dari pemerintah - dan untuk mematuhi hukum setempat," ujar Netflix seperti dilansir Associated Press.

Layanan streaming yang memiliki sekitar 137 juta pelanggan di seluruh dunia tersebut menjelaskan, meski di Arab Saudi dilarang, episode itu, tetap dapat ditonton di negara lain melalui YouTube.

Patriot Act merupakan acara komedi satir yang mengulas masalah mendalam yang dihadapi dunia. Berisi komentar politik Minhaj yang tajam dibungkus dengan humor.


Dalam episode dua itu, Minhaj sebagai generasi India-Amerika dengan latar belakang politik dan sosialnya menyinggung Arab Saudi terkait pembunuhan kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul.

Khashoggi dikenal dengan tulisan yang kerap menyoroti sejumlah aktivis hak asasi manusia yang dipenjara karena mengutuk kebijakan perang Saudi di Yaman. Perang yang dimulai pada Maret 2015 telah menewaskan ribuan warga sipil dan mendorong jutaan orang ke ambang kelaparan.

Karen Attiah, editor Khashoggi di The Washington Post, lewat twitternya menulis bahwa tindakan Netflix adalah sangat keterlaluan. Dia memberikan solidaritasnya terhadap kasus itu.

“Tengah bersolidaritas dengan @hasanminhaj, @ patriotact dan untuk menghormati ingatan terkait Jamal #khashoggi, setiap orang harus menonton dan membagikan episode brilian Hasan di Saudi Arabia, yang dilarang oleh pemerintah Saudi.”

Freedom House mengatakan pada November bahwa Arab Saudi menggunakan "troll armies" untuk memanipulasi media sosial dan dalam banyak kasus menenggelamkan suara-suara para pembangkang.


Baca juga artikel terkait NETFLIX atau tulisan menarik lainnya Isma Swastiningrum
(tirto.id - Politik)

Reporter: Isma Swastiningrum
Penulis: Isma Swastiningrum
Editor: Yantina Debora