Mengenal 3 Varian Baru Covid-19 Mutasi Corona yang Ada di Indonesia

Oleh: Fatimatuzzahro - 6 Mei 2021
Dibaca Normal 2 menit
Kenali 3 varian baru virus corona COVID-19 yang ada di Indonesia.
tirto.id - Ada tiga varian baru COVID-19 yang diwaspadai di Indonesia, yaitu B117, B1351, dan B1617. Menurut juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, tiga varian tersebut masuk dalam kategori Varian of Concern.

Menurut CDC, jenis virus yang menjadi Varian of Concern (VOC) adalah virus dengan tingkat penularan yang tinggi, dapat menyebabkan kondisi kritis, dan menurunkan efektivitas vaksin.

“Varian yang digolongkan dengan Varian of Concern atau VoC yang diwaspadai itu ada tiga jenis yaitu B.117, B.1351, dan varian B1617,” ujar Siti Nadia, di laman Kemenkes.

1. B117

Varian B117 pertama kali ditemukan pada 20 September 2020 yang menginfeksi seorang pasien di London. Namun, virus ini baru terdeteksi pada akhir November di Inggris. B117 memiliki resiko penularan yang tinggi dibandingkan dengan varian COVID-19 sebelumnya, yakni 70-100 persen.

Peningkatan infeksi sel tersebut disebabkan karena protein spike (protein berbentuk mahkota di permukaan virus COVID-19 yang dapat menularkan) dalam varian ini mencapai delapan mutasi asam amino.

Beberapa di antara mutasi asam itu adalah mutasi N501Y dan delesi atau penghilangan dua asam amino H69 dan H70 yang menyebabkan peningkatan kemampuan virus mutasi B117 untuk menginfeksi sel.

Selain itu, mengutip pernyataan direktur pusat Center for Infectious Disease Research Universitas Minnesota Dr. Osterholm kepada Kare11, variasi ini menimbulkan 50-60 persen risiko penyakit parah.

“Peningkatan risiko kematian (varian B117) 32% hingga 104%, dengan perkiraan rasio bahaya yang paling mungkin sebesar 1,64, atau peningkatan risiko kematian 64%,” tulis Challen, dkk dalam artikel “Risk of Mortality in Patients Infected with SARS-CoV-2 Variant of Concern 202012/1: Matched Cohort Study” yang terbit dalam British Medical Journal (BMJ).

Hingga 4 Mei, varin B117 telah menyebar di 142 negara. Sementara itu, di Indonesia terhitung hingga 4 Mei 2021 varian virus ini telah menginfeksi 12 orang.

2. B1351

Varian B1351 pertama terdeteksi di Nelson Mandela Bay, Afrika Selatan dengan sampel yang telah terinfeksi sejak Oktober 2020.

Menurut The Skimm, varian ini dapat menyebar dengan cepat atau ini 50 kali lebih mudah ditularkan dan telah menyebabkan jumlah pasien COVID-19 di Zambia meningkat 16 kali lipat.

Kemenkes RI mencatat, varian ini juga bisa memperparah penyakit pasien dengan cepat. Misalnya, dalam waktu sekitar dua atau tiga hari, pasien COVID-19 bisa masuk kategori berat dari sebelumnya hanya ringan.

Laporan mingguan WHO menyatakan, virus ini telah menginfeksi 97 negara. Sedangkan di Indonesia, virus ini telah menginfeksi 1 orang di Bali.

3. Varian B1617

Varian B1617 pertama kali ditemukan di India pada 1 Desember 2020. Varian ini mendapat julukan sebagai “mutan ganda”. Hal ini karena varian ini adalah gabungan dari dua varian virus yang terpisah, yakni E484Q yang berasal dari Afrika Selatan dan Brazil dan L452R dari California.

Berdasar pernyataan Andrew Simor, spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Sunnybrook di Toronto pada CBC News, julukan tersebut tak berarti apa pun. Hal itu karena telah ada varian lain sebelumnya yang juga berasal dari dua mutasi sehingga julukan tersebut tidak lantas membuat varian B1617 lebih berbahaya dibandingkan dengan varian lain.

Terlepas atas julukan tersebut, mutasi E484Q dalam varian B1617 dapat meningkatkan kekebalan virus sedangkan L452R dapat mengurangi keberhasilan vaksin. Selain itu, L452R juga memiliki kemampuan mengikat sel yang lebih besar dengan potensi penularan 20% lebih tinggi daripada varian yang ada di gelombang pertama.

Walau berpotensi menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 lebih besar, namun, dilansir The Guardian, pemerintah India belum menetapkan varian ini sebagai penyebab gelombang kedua COVID-19 yang begitu masif.

Pada akhir April 2020, varian ini telah menyebar di 17 negara dan telah menginfeksi di 2 warga negara Indonesia.


Baca juga artikel terkait MUTASI VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Fatimatuzzahro
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Fatimatuzzahro
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight