Menuju konten utama

Kronologi Sashfir Diduga Dilecehkan di Toilet Restoran Senopati

Sashfir mengaku direkam diam-diam di toilet restoran Senopati pada April 2026. Polisi menyelidiki kasus ini, tetapi belum menetapkan tersangka.

Kronologi Sashfir Diduga Dilecehkan di Toilet Restoran Senopati
Ilustrasi Toilet Umum. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap influencer Fira Assegaf atau Sashfir di sebuah toilet di kawasan Senopati terus bergulir. Kasus ini telah diselidiki pihak kepolisian, meski sejauh ini polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

Seturut Antara, kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami Sashfir kini tengah diselidiki pihak kepolisian. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi menyebut bahwa penanganan kasus dilakukan oleh unit perlindungan perempuan dan anak.

Joko menyebut bahwa pihaknya telah memanggil para pihak yang terlibat dalam perkara ini. Keterangan para pihak juga telah dihimpun, termasuk seorang pria yang diduga merupakan pelaku.

Akan tetapi, Joko menyebut bahwa pihak kepolisian sejauh ini belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Hal ini dikarenakan pihak kepolisian belum menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka.

“Dalam perkara ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” tutur Joko pada Jumat (9/10/2026).

Meskipun dugaan kasus kekerasan seksual ini mulai jadi perhatian publik belakangan ini, namun kronologi kasus ini telah terjadi pada April lalu. Menurut keterangan Sashfir, ia mengalami kekerasan seksual ketika berada di sebuah restoran di bilangan Senopati pada April.

Kronologi Pelecehan Seksual yang Dialami Sashfir di Senopati

Dugaan kasus kekerasan seksual yang dialami Sashfir mulai tersorot publik setelah pemilik merek hijab Lafiye itu memilih untuk buka suara di media sosial. Melalui unggahannya di Instagram pada Rabu (7/10), ia membagikan kronologi peristiwa pelecehan yang ia alami.

Dalam unggahan tersebut, Sashfir menyebut bahwa ia telah menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan seorang pria. Terduga pelaku itu disebut telah merekam Sashfir secara diam-diam di area toilet perempuan di sebuah restoran di Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam keterangannya untuk media pada Kamis (8/10) Sashfir menceritakan kronologi peristiwa itu secara lebih mendetail.

Peristiwa ini disebutnya terjadi pada bulan April 2026 lalu. Kala itu, ia tengah berada di sebuah restoran di Senopati bersama teman-temannya. Kemudian, di tengah-tengah aktivitas itu, Sashfir pergi ke toilet yang ada di restoran tersebut.

Ia masuk ke dalam bilik toilet. Namun, ketika hendak menggunakan toilet, Sashfir melihat ada ponsel yang disodorkan di atas bilik dari luar.

Begitu sadar, ia pun segera keluar dari bilik. Setelah itu, ia pun mencari pelaku bersama petugas keamanan restoran.

Sashfir dan petugas keamanan restoran kemudian mendatangi para pengunjung restoran lainnya, meminta mereka untuk menunjukkan ponsel untuk dicocokkan dengan ingatan Sashfir.

Hingga kemudian ia mendatangi seorang pria yang hendak masuk ke dapur. Pria tersebut kemudian diminta untuk menunjukkan ponselnya, namun ia berkelit dengan mencurigakan. Hal ini kemudian memicu perdebatan.

Pada akhrinya, perdebatan tersebut berhasil membuat pria tersebut menunjukkan ponselnya. Sashfir juga sempat memeriksa isi ponsel tersebut.

Pemeriksaan itu berakhir nihil, namun ia menemukan adanya foto-foto mencurigakan yang ia tengarai sebagai foto-foto perempuan hasil AI. Foto-foto mencurigakan itu ditemukannya di folder recently deleted, tempat dokumen yang baru dihapus terletak.

Setelah itu, ponsel pria itu dikembalikan dan pihak keamanan restoran datang membawa rekaman CCTV. Dalam rekaman itu, sang pria memang terekam masuk ke area toilet setelah Sasfhir.

Mengetahui rekaman CCTV itu, Sashfir kemudian kembali mengonfrontasi pria tersebut. Ia turut meminta kembali ponselnya. Namun, folder recently deleted ponsel itu ternyata telah kosong. Dalam waktu singkat itu, pria tersebut rupanya menghapus semua dokumen dalam folder tersebut

Merasa frustasi karena pria tersebut terus mengelak, Sashfir kemudian menyebut akan melaporkannya ke pihak kepolisian. Perdebatan masih sempat berlangsung, hingga akhirnya pria tersebut sempat mengakui perbuatannya. Ia menyebut bahwa ia telah merekam Sashfir diam-diam, namun rekamanan itu kemudian ia hapus dari ponselnya.

Setelah itu, Sashfir kemudian betulan melaporkan pria itu ke pihak kepolisian. Namun, laporan yang ia buat disebutnya terlampau lama diproses. Hingga akhirnya Sashfir memilih untuk mengungkapnya secara publik pada Rabu lalu.

Usai kasus ini viral, pihak kepolisian menyebut bahwa dugaan kasus kekerasan seksual terhadap Sashfir tengah diselidiki. Namun, sejauh ini, belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini.

Baca juga artikel terkait PELECEHAN SEKSUAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra