Menuju konten utama

Polisi Siap Gelar Perkara Dugaan Pelecehan oleh Betrand Peto

Dalam gelar perkara, polisi akan menentukan langkah hukum ke depan sesuai bukti-bukti dan keterangan yang didapat, di antaranya dari Betrand Peto.

Polisi Siap Gelar Perkara Dugaan Pelecehan oleh Betrand Peto
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan perkembangan penanganan peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara, di Polda Metro Jaya, Jumat (7/11/2025). tirto.id/Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penyidik Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan selama delapan jam terhadap artis Betrand Peto alias Onyo. Pemeriksaan berkaitan dengan kasus dugaan pelecehan yang dilakukan terhadap seorang berinisial ANW di salah satu tempat karaoke bilangan Jakarta Selatan.

"Telah dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan terhadap BP, yang berlangsung selama kurang lebih 8 jam dengan total 54 pertanyaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Jumat (9/10/2026).

Budi mengemukakan setelah dilakukannya pemeriksaan pendalaman atas dugaan pelecehan itu, tim penyidik akan melakukan gelar perkara. Kemudian, akan ditentukan langkah hukum ke depan apakah dari bukti-bukti dan keterangan para saksi maupun ahli ditemukan tindak pidana yang dilaporkan.

"Selanjutnya, Penyidik Dit Res PPAPPO akan melakukan gelar perkara sebagai bagian dari proses penanganan dan untuk menentukan langkah hukum berikutnya berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh," tutur Budi.

Diketahui, dalam peristiwa ini ANW menyebut bermula ketika ia dan rekannya DYP (22) datang ke sebuah klub malam di SCBD pada Sabtu (12/9/2026). Dalam keterangannya, ia mengatakan sampai di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB dan bertemu dengan teman-temannya.

Tak lama setelah itu, ANW menyebut jika seorang pelayan klub malam itu datang menghampirinya. Pelayan itu, yang ia identifikasi sebagai seorang laki-laki, kemudian menawarinya untuk bergabung dengan ruangan khusus tamu VIP tempat Bertrand Peto berada.

ANW kemudian mengiyakan ajakan pelayan itu. Ia lalu datang ke ruangan tempat Bertrand Peto berada bersama temannya. ANW pun pergi dari ruangan untuk mengambil ponselnya. Namun, setiba kembali di ruangan tersebut, ia menyadari kalau temannya tak ada di ruangan.

ANW menyebut ia sempat menanyakan ke mana perginya temannya itu. Ia lalu diberi tahu jika DYP pergi ke toilet.

Hal itu kemudian membuat ANW duduk-duduk saja di sofa sambil mengoperasikan ponselnya. Kemudian, ANW menyebut bahwa tiba-tiba Bertrand mendekatinya dan meraih tangannya untuk mengajaknya beranjak. Ia mengira Bertran akan mengajaknya untuk mengecek temannya di toilet.

Akan tetapi, ANW mengaku justru mendapatkan kekerasan seksual setelahnya. Ia menyebut peristiwa itu terjadi di depan pintu toilet.

Baca juga artikel terkait PELECEHAN SEKSUAL atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto