tirto.id - Konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, dijadwalkan berlangsung di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 3 November 2026.
Konser bertajuk “Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia” tersebut tetap terselenggara setelah muncul penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
MUI menolak konser Andrea Bocelli di Indonesia dan bahkan mendesak pemerintah membatalkan kedua pertunjukan itu dengan alasan solidaritas terhadap Palestina dan amanat Pembukaan UUD 1945. MUI menilai Andrea Bocelli memiliki rekam jejak dukungan terhadap Israel.
Meski menghadapi penolakan dan desakan pembatalan, promotor Shoemaker Live akhirnya menegaskan bahwa konser Andrea Bocelli tetap akan digelar sesuai jadwal.
Agenda Konser Andrea Bocelli
Rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia diumumkan pada Agustus 2026. Penyanyi tenor yang dikenal melalui lagu-lagu seperti “Con Te Partiro” itu dijadwalkan tampil di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026, kemudian melanjutkan pertunjukan di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 3 November 2026.
Kedua pertunjukan tersebut merupakan bagian dari tur dunia bertajuk “Romanza 30th Anniversary World Tour”, yang diselenggarakan untuk memperingati 30 tahun album kompilasi Romanza. Album tersebut dirilis pada 1997 dan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karier Bocelli di industri musik internasional.
Pendiri Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menyampaikan bahwa pemilihan Borobudur dan Jakarta dimaksudkan untuk menghadirkan pengalaman musik yang berpadu dengan kekayaan budaya Indonesia. Konser di Borobudur dirancang mengikuti tradisi pertunjukan Bocelli di lokasi bersejarah dan situs budaya dunia, seperti Piramida Giza di Mesir dan Akropolis di Athena, Yunani.
Penyelenggara juga menyebut Indonesia sebagai satu-satunya tempat pertunjukan publik Bocelli di kawasan Asia-Pasifik selama 2026. Kondisi itu dinilai berpotensi menarik penggemar dari berbagai negara untuk datang ke Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata turut menyambut rencana tersebut. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai konser di Borobudur dan Jakarta dapat membantu memperkenalkan destinasi wisata serta warisan budaya Indonesia kepada khalayak internasional.
Pemerintah berharap konser internasional seperti ini dapat meningkatkan citra pariwisata, mendorong kunjungan wisatawan, serta memberi manfaat ekonomi bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, pelaku UMKM, dan industri kreatif.
MUI Menolak Konser Andrea Bocelli karena Isu Palestina
Polemik muncul pada Oktober 2026 ketika MUI secara terbuka menyatakan penolakan terhadap rencana konser Andrea Bocelli. MUI menilai Indonesia harus konsisten menunjukkan solidaritas kepada Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan, sesuai dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim MUI Sudarnoto A. Hakim menyatakan bahwa penelusuran organisasi tersebut menemukan sejumlah hal yang dinilai menunjukkan hubungan Bocelli dengan kegiatan yang mendukung Israel.
Salah satu peristiwa yang disoroti adalah penampilan Bocelli dalam acara The Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles pada 2010.
Menurut MUI, acara tersebut bertujuan menggalang dana bagi IDF, militer Israel. MUI juga menyoroti penampilan Bocelli di Tel Aviv pada 2022 yang disaksikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Penampilan itu berlangsung di tengah seruan boikot dari aktivis pro-Palestina.
Berdasarkan hal tersebut, MUI mengaitkan penolakannya dengan Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina. MUI berpandangan bahwa penyelenggaraan konser oleh figur yang dinilai mendukung Israel tidak sejalan dengan sikap solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina.
MUI kemudian meminta pemerintah mengambil langkah tegas untuk tidak mengizinkan atau membatalkan konser di Borobudur dan Jakarta.
"MUI meminta kepada pihak Andrea Bocelli dan semua pihak untuk memahami dan menghormati keputusan MUI ini serta berharap tidak menyampaikan pandangan yang kontraproduktif atas sikap MUI ini," kata Sudarnoto, Senin (19/10/2026).
Promotor Memastikan Konser Tetap Digelar
Di tengah desakan pembatalan, Shoemaker Live selaku promotor menyatakan bahwa konser Andrea Bocelli tetap berlangsung sesuai jadwal. Dalam keterangan yang disampaikan pada Oktober 2026, promotor memastikan pertunjukan di Borobudur pada 31 Oktober dan JIEXPO Kemayoran pada 3 November 2026 tidak dibatalkan.
Prajna Murdaya mengatakan keputusan tersebut diambil setelah penyelenggara mendengarkan berbagai pandangan, menjalin dialog, dan menerima masukan dari sejumlah pihak. Menurutnya, keputusan untuk melanjutkan konser mempertimbangkan berbagai aspek strategis nasional, terutama pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.
Promotor juga menyampaikan bahwa pihaknya memahami konser tersebut memiliki makna lebih luas daripada pertunjukan musik semata. Prajna menyebut adanya kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak konflik dan kehilangan akibat perang.
Dalam penjelasannya, Shoemaker Live menyatakan bahwa Bocelli menjunjung nilai kemanusiaan dan ingin menyampaikan harapan akan perdamaian, terutama bagi orang-orang yang masih hidup dalam situasi konflik. Penyelenggara juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, tokoh agama, pemerhati isu sosial, dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam dialog mengenai acara tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan dan arahan yang diberikan selama proses ini, sehingga konser Maestro Bocelli dapat diselenggarakan dengan aman,” kata Prajna.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































