tirto.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah segera membatalkan konser Andrea Bocelli yang direncanakan digelar pada 31 Oktober dan 3 November 2026 mendatang. MUI menolak tegas rencana konser penyanyi berkebangsaan Italia tersebut diselenggarakan di Indonesia.
“MUI mendorong pemerintah untuk segera melakukan langkah tegas, tidak mengizinkan dan membatalkan seluruh rencana konser Andrea Bocelli,” ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, dalam keterangannya, dikutip Jumat (23/10/2026).
Sudarnoto menyebut sikap penolakan MUI berkaitan dengan informasi mengenai dugaan keterlibatan Andrea dalam kegiatan penggalangan dana yang disebut mendukung militer Israel.
Berdasarkan data yang diperoleh tim MUI, pada 2010, Andrea Bocelli disebut terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan Friends of the Israel Defense Forces (FIDF), organisasi yang menghimpun dana untuk mendukung militer Israel.
Menurut Sudarnoto, kegiatan itu melibatkan penggalangan dana dalam jumlah besar dengan dukungan sejumlah perusahaan besar. Andrea pun disebut tidak menolak untuk hadir dalam kegiatan penggalangan dana tersebut.
Lebih jauh, terdapat data lain dari sejumlah tahun, yakni 2003, 2008, 2010, hingga 2025, yang turut memperkuat kajian tersebut.
Sudarnoto menilai rencana konser tersebut tidak bisa hanya dilihat dari sisi seni dan musik, tetapi juga dari aspek sikap terhadap persoalan kemanusiaan dan konflik Israel-Palestina.
“Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyampaikan pernyataan sikap terkait rencana penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di Indonesia,” kata dia.
MUI juga meminta kepada pihak Andrea Bocelli dan semua pihak untuk memahami dan menghormati keputusan MUI ini serta berharap tidak menyampaikan pandangan yang kontraproduktif atas sikap MUI.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































