Misbar

Judy, Judy Garland, dan Tragedi Manusia Hollywood

Poster Film JUDY. Source/IMDB
Oleh: Indira Ardanareswari - 18 Februari 2020
Dibaca Normal 3 menit
Judy Garland akhirnya punya biopik.
Judy Garland adalah bintang Hollywood legendaris. Namanya abadi setelah memerankan Dorothy Gale dalam film musikal klasik The Wizard of Oz lebih dari 80 tahun yang lalu. Saat itu usianya baru 16 tahun. Meski zaman telah berganti, Judy masih diingat sebagai aktris yang serba bisa oleh banyak orang dari berbagai generasi.

“Kalian tidak akan melupakanku, kan. Berjanjilah!”

Pernyataan tersebut diucapkan oleh Judy kepada para penonton usai menyanyikan lagu andalannya sebagai Dorothy yang berjudul Over The Rainbow. Sambil berlinang air mata, ia mengakhiri konsernya yang digelar selama lima minggu di restoran kabaret Talk of the Town, London, 1969. Judy pernah berkata bahwa lagu tersebut merupakan simbol dari semua mimpinya.

“Adapun perasaanku terhadap Over the Rainbow adalah bagian dari hidupku. Lagu ini adalah simbol dari semua impian dan harapanku. Aku yakin itu sebabnya orang kadang-kadang berlinang air mata ketika mereka mendengarnya,” kata Judy, sebagaimana dikutip dari obituari Judy Garland dalam The New York Times. Enam bulan setelah manggung di London, Judy meninggal dunia akibat overdosis obat tidur.

Peristiwa tersebut digambarkan ulang sebagai adegan penutup Judy (2019). Film drama biopik yang menceritakan hari-hari terakhir dalam karir Judy Garland ini diangkat ke layar perak oleh sutradara Rupert Goold dan penulis naskah Tom Edge berdasarkan naskah drama musikal berjudul End of the Rainbow karya Peter Quilter. Goold sendiri merupakan seorang veteran di dunia teater Inggris.


Tragedi Manusia Hollywood

Tak mudah untuk menjadi bintang di Hollywood. Tetapi bagi Judy, Hollywood adalah rumahnya sejak kecil. Judy sangat menyukai profesi sebagai bintang cilik. Dia bahagia dan sangat berbakat di bidangnya, sampai suatu ketika popularitas dan eksploitasi yang dilakukan oleh produser film justru “membunuh” sinar dalam dirinya.

Sutradara Rupert Goold memperkenalkan sosok Judy Garland dewasa (Renée Zellweger) sebagai penghibur sekaligus ibu yang jenaka dan penyayang. Di usianya yang sudah menginjak kepala empat, Judy masih berkeliling menggelar pertunjukan sederhana ditemani kedua anaknya yang masih kecil, Lorna (Bella Ramsey) dan Joey (Lewin Lloyd).

Di balik tawanya yang ceria, Judy hidup dalam tekanan. Dia tidak punya rumah, bangkrut, dan karirnya tidak secemerlang dulu. Mantan suaminya, Sidney Luft (Rufus Sewell), bersikeras ingin mengambil hak asuh kedua anak mereka. Judy terpaksa mengalah dan menitipkan anak-anaknya kepada Sidney tatkala menyadari dirinya sudah tidak punya uang lagi untuk menyewa kamar hotel.



Judy lantas terbang ke Inggris untuk menggelar konser di Talk of the Town agar bisa mendapatkan uang dan tinggal lagi bersama kedua buah hatinya. Dari sini, sosok Judy yang dilanda depresi berat baru mulai ditunjukkan. Dia terserang insomnia hingga harus mengkonsumsi obat tidur. Di lain waktu, Judy bahkan meminum doping agar kuat bekerja semalaman.

Goold meramu babak ini dengan cukup menarik demi menunjukan sosok Judy sebagai manusia tragis yang diperlakukan seperti mesin penghibur sejak kecil. Ketika lagu Trolley Song yang ceria dinyanyikan Judy di atas panggung, Goold menyisipkan kilas balik yang menunjukan rutinitas Judy di usia remaja (diperankan oleh Darci Shaw). Ketika itu, tenaga dan pikiran Judy diperah habis-habisan hanya agar bisa menyenangkan penggemar dan menghasilkan banyak uang bagi perusahaan film.

Judy dibesarkan secara 'kimiawi'. Sebelum tidur dia harus minum obat, begitu pula ketika bangun untuk pergi bekerja. Dia harus diet ketat dan hanya diberikan dua pil vitamin setiap hari. Semua montase yang terangkai menghasilkan tragedi di balik sisa-sisa kebesaran nama Judy Garland dewasa.

Di tengah penderitaannya bukan berarti Judy tidak pernah membantah. Goold menyisipkan sosok Judy sebagai pembangkang dalam sebuah flashback yang menunjukan pertengkaran Judy dengan sang manajer akibat perubahan jam kerja yang mendadak. Judy yang kesal harus kehilangan jam tidur lantas menceburkan diri ke dalam kolam setelah tuntutannya untuk istirahat selama satu jam tidak dipenuhi.

Nyali Judy menciut. Ia terpaksa menurut setiap kali nama Louis Burt Mayer (Richard Cordery) disebut di depan wajahnya. LB, demikian Judy menyapanya, adalah salah satu pendiri Metro Goldwyn-Mayer yang tidak lain adalah atasan Judy selama terikat kontrak produksi The Wizard of Oz.

LB barangkali adalah gambaran sempurna “pedagang impian,” julukan yang digunakan sutradara Sjuman Djaya untuk menyebut produser film rakus di Indonesia tahun 1970-an. LB selalu muncul ketika Judy merasa bimbang pada pekerjaannya. Dengan nada suara yang lembut namun intimidatif, LB akan berkotbah panjang lebar tentang betapa spesial Judy di mata penggemar hingga membuatnya seolah hidup di dunia fantasi.

Di saat bersamaan, LB juga akan “mengancam” Judy bahwa masih ada gadis lain yang lebih cantik, langsing, dan tinggi rela memperebutkan peran Dorothy. Menurut LB, Judy hanya akan tumbuh menjadi ibu rumah tangga biasa atau kasir di supermarket jika menyianyiakan bakat menyanyinya.

Sutradara Rupert Goold membangun adegan tersebut memanfaatkan latar belakang ladang bunga dan jalan batu bata kuning yang sangat terkenal dari The Wizard of Oz sebagai metafora dari eksploitasi impian yang dialami Judy. Bagian ini semakin terasa getir ketika LB terlihat tengah menunjuk orang-orang di bangku penonton bioskop sebagai “orang-orang biasa dengan kehidupan kecil yang serba cukup dan kurang menyenangkan.”

Judy Garland yang Memukau

Boleh dibilang Goold cukup berhasil saat menerjemahkan naskah teater buatan Quilter ke dalam bahasa visual. Semua tidak lepas dari permainan peran aktris Renée Zellweger sebagai Judy Garland yang sangat bersinar di film ini. Goold membiarkan Renée manggung secara live di hadapan ratusan penonton demi mendapatkan kesan konser sungguhan.

Tindak-tanduk Renée saat memainkan sosok aktris yang haus akan kasih sayang dan dilanda depresi berat sangat meyakinkan. Oleh Renée, penonton diajak menyelami kondisi Judy Garland saat menanggung penyesalan hidup sebagai bintang yang memaksanya untuk selalu terlihat bahagia.

Sepanjang 1 jam 58 menit, Renée dengan mudahnya memainkan perubahan ekspresi dari senyum pahit ke raut muka kusut orang yang baru saja ditimpa musibah. Meski Judy yang asli kala itu baru berusia 46 tahun, cara jalan dan sikap tubuh yang dimainkan Renée secara cerdik menyampaikan perasaan seseorang yang menua sebelum waktunya akibat ditekan orang-orang sekitarnya.

Renée Zellweger seolah tidak sedang berakting. Ia dengan gamblang menceritakan kesulitan seorang aktris untuk bertahan di tengah kekejaman dunia perfilman Hollywood hanya melalui ekspresi dan bahasa tubuh. Penampilannya yang paling memukau nampak ketika ia menyanyikan Over The Rainbow dengan suara parau dan mata sembab. Tidak heran jika permainan Renée kali ini membuatnya memenangkan piala Oscar untuk kategori Aktris Terbaik dalam Academy Awards 2020.

Baca juga artikel terkait FILM BIOSKOP atau tulisan menarik lainnya Indira Ardanareswari
(tirto.id - Film)

Penulis: Indira Ardanareswari
Editor: Windu Jusuf
DarkLight