Jokowi Minta Bursa Efek Sikat Aksi Goreng-menggoreng Saham

Oleh: Hendra Friana - 2 Januari 2020
Presiden Jokowi menginstruksikan agar para pemain saham yang curang disikat habis sehingga investor merasa mendapatkan perlindungan.
tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta otoritas pasar modal dan industri jasa keuangan memberantas aksi jual beli saham yang tidak benar. Ia mengatakan, hal tersebut penting dilakukan untuk menjaga kepercayaan yang begitu besar dari investor pada 2020.

Pesan tersebut Presiden Jokowi sampaikan saat membuka perdagangan saham perdana pada 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia hari ini, Kamis (2/12/2020).

"Jangan sampai ada lagi dari Rp100 digoreng-goreng jadi Rp1.000 goreng-goreng jadi Rp4.000. Ini menyangkut kepercayaan yang akan kota bangun,” ujar mantan wali kota Solo tersebut.

Menurut Jokowi, praktik goreng-gorengan saham telah menimbulkan kerugian dan membuat investor enggan menempatkan dananya di pasar modal.

Karena itu, Jokowi menginstruksikan agar para pemain saham yang curang disikat habis sehingga investor merasa mendapatkan perlindungan.

Langkah ini penting untuk meraih besarnya kepercayaan investor baik dari dalam maupun luar negeri, kata Jokowi.

“Manipulasi pasar dan transaksi keuangan yang menjurus pada fraud, pada kriminal harus ditindak dengan tegas. Udah! Ciptakan sistem transaksi yang benar-benar transparan, benar-benar terpercaya, benar-benar valid,” kata dia.

Perdagangan saham yang bersih dan berintegritas, sambung Jokowi, akan membawa Indonesia ke depan lebih baik dan lebih maju.

Memang, langkah pembersihan di awal akan menimbulkan akan ada sedikit guncangan pada pasar modal. Tapi ia yakin dalam jangka menengah dan panjang, hal tersebut akan membawa dampak lebih baik bagi industri jasa keuangan dan perdagangan saham di Indonesia.

"Jangan kalah dengan yang jahat-jahat. Hati-hati. Harus bersih, berintegritas, berani," tandas Jokowi.



Baca juga artikel terkait BURSA SAHAM atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Abdul Aziz
DarkLight