Indonesia Turun Peringkat Jadi Negara Lower-Middle Income

Oleh: Nurul Qomariyah Pramisti - 7 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Dengan GNI per kapita turun dari USD4.050 ke USD3.870, maka Indonesia turun dari upper-middle menjadi lower middle-income.
tirto.id - Bank Dunia menurunkan peringkat Indonesia menjadi negara lower-middle income. Hal itu terjadi karena turunnya GNI (Gross National Income) atau Pendapatan Nasional Bruto (PNB) Indonesia.

Bank Dunia membagi perekonomian menjadi empat grup besar berdasarkan pendapatannya: low, lower-middle, upper-middle, dan high income. Klasifikasinya diperbarui setiap tanggal 1 Juli, dan didasarkan pada GNI per kapita dalam USD terkini.

Klasifikasi berubah karena dua alasan. Pertama, kondisi masing-masing negara seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, pertumbuhan penduduk yang memengaruhi GNI per kapita. Revisi atas metode neraca nasional dan data juga memberikan pengaruh dalam beberapa kasus khusus. Kedua, memperhitungkan inflasi. Atas dasar itu, klasifikasi per 1 Juli 2021 (GNI per kapita):

  • Low: kurang dari USD1.046
  • Lower-middle income: USD1.046-4.095 (sebelumnya USD1.035-4.045)
  • Upper-middle income: USD4.096-12.695 (sebelumnya USD4.046-12.535)
  • High income: di atas USD12.695 (sebelumnya USD12.535).


Ada tiga negara yang mengalami kenaikan kategori yakni Haiti dari low income menjadi lower-middle income, Moldova dari lower-middle income menjadi upper-middle income, Tajikistan dari low income menjadi lower-middle income.

Tercatat ada tujuh negara yang mengalami penurunan, salah satunya Indonesia. Dengan GNI per kapita yang turun dari USD4.050 ke USD3.870, maka Indonesia turun dari upper-middle menjadi lower middle-income.

Enam negara lainnya yang juga turun peringkat adalah Belize menjadi lower-middle income, Iran menjadi lower-middle income, Mauritius menjadi upper-middle income, Panama menjadi upper-middle income, Rumania menjadi upper-middle income, Samoa menjadi lower-middle income.

“Indonesia, Mauritius, Rumania, dan Samoa sangat dekat dengan batas klasifikasi pada 2019 dan semua mengalami penurunan Atlas GNI per kapita yang berhubungan dengan COVID-19, sehingga menyebabkan penurunan klasifikasi pada 2020,” jelas Nada Hamadaeh, Lead Economist dan Program Manager Bank Dunia, seperti dilansir dari Bank Dunia, Rabu (7/7/2021).


Baca juga artikel terkait GNI PER KAPITA atau tulisan menarik lainnya Nurul Qomariyah Pramisti
(tirto.id - Ekonomi)

Penulis: Nurul Qomariyah Pramisti
Editor: Abdul Aziz
DarkLight