Imlek 2020: Tarian Barongsai dan Maknanya Bagi Tahun Baru Cina

Oleh: Yulaika Ramadhani - 24 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Singa pada tarian Barongsai melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan.
tirto.id - Perayaan Imlek tahun ini jatuh pada Sabtu, 25 Sabtu 2020. Imlek identik dengan warna merah, kue keranjang, juga Barongsai. Pertunjukan tarian singa ini selalu menjadi daya tarik tersendiri.

China Highlights menulis, barongsai adalah tarian kebudayaan Cina yang biasanya dipertunjukan pada acara-acara besar. Singa melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan.

Singa dipercaya sebagai binatang yang baik. Orang-orang melakukan tarian Barongsai untuk membawa keberuntungan dan mengusir roh-roh jahat. Barongsai juga merupakan cara untuk menciptakan suasana meriah dan membawa kebahagiaan.

Tarian Barongsai biasanya dilakukan oleh dua penari dalam kostum singa. Para penari akan menjadi tubuh singa.

Penari yang berada di posisi depan akan menjadi bagian depan tubub singa, sementara penari dibelakang akan menjadi bagian tubuh belakang singa. Kepala singa biasanya berukuran lebih besar menyerupai naga, seperti kebanyakan singa batu di Cina.

Warna-warna pada kostum Barongsai juga memiliki makna. Kuning melambangkan bumi (pusat), hitam melambangkan air (utara), hijau melambangkan kayu (timur), merah melambangkan api (selatan), dan putih melambangkan logam (barat).

Bagian kepala Barongsai, terdapat tanduk yang merupakan simbol untuk hidup dan regenerasi, serta mewakili unsur perempuan.

Telinga dan ekor berbentuk makhluk mistis yang mewakili kebijaksanaan dan keberuntungan. semenyata itu, tulang belakang (ular) merupakan simbol pesona dan kekayaan. Sementara itu, dahi dan jenggot berasal dari naga yang berarti simbol kekuatan, kepemimpinan dan mewakili unsur laki-laki. Bagian punuk belakang kepala merupakan kura-kura yang berarti simbol umur panjang.


Dalam budaya Cina tradisional, singa, seperti naga Cina, hanyalah binatang yang ada dalam mitos, dan sebenarnya singa tidak ada di Cina. Sebelum Dinasti Han (202 SM – 220 M), hanya ada beberapa singa yang mencapai Dataran Tengah dari wilayah barat Cina kuno (sekarang Xinjiang), karena perdagangan Jalur Sutra.

Pada saat itu, orang-orang menirukan penampilan dan tindakan singa yang baru tiba dalam sebuah pertunjukan, yang kemudian berkembang menjadi tarian Barongsai di periode tiga Kerajaan (220-280).

Kemudian, tarian tersebut menjadi populer dengan munculnya agama Buddha di Dinasti Utara dan Selatan (420–589). Pada Dinasti Tang (618–907), tarian Barongsai adalah salah satu tarian istana.

Tarian Barongsai adalah salah satu contoh budaya Cina yang berkembang dengan sangat luar biasa, hingga telah menyebar ke seluruh dunia. Saat ini, hampir di seluruh dunia telah banyak klub-klub khusus tarian Barongsai, yang selalu menjadi pertunjukkan menarik, terutama di Tahun Baru Cina.


Baca juga artikel terkait IMLEK 2020 atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Agung DH
DarkLight