"Game Halal" dari Era Lampau Itu Bernama Tamagotchi

Oleh: Ahmad Zaenudin - 2 April 2019
Dibaca Normal 2 menit
Lain dari PUBG yang berisi tembakan, Tamagotchi mengharuskan pemainnya merawat kehidupan.
tirto.id - Ketika ditanya soal Tamagotchi, Yandri, tiba-tiba tertawa sendiri. Ia lalu menerangkan musababnya.

“Pas gue TK, gue main Tamagotchi. Sayangnya, Tamagotchi enggak boleh dibawa ke sekolah. Nah, pas mau berangkat sekolah, karena takut Tamagotchi yang gue rawat kenapa-kenapa, gue selalu minta tolong mamah, ‘Mah, nanti Tamagotchinya dikasih makan, ya?’"

Sayangnya, tutur Yandri, karena ibunya kurang paham Tamagotchi, permintaan Yandri kala masih TK itu tak digubris. Ketika pulang sekolah, ia mendapati "peliharaannya mati". "Mamah enggak tahu cara mainnya," katanya.

Permintaan Yandri kepada ibunya tak terlalu aneh. Tamagotchi adalah mainan hewan peliharan elektronik. Pemainnya harus merawat Tamagotchi sebagaimana merawat kucing atau anjing sungguhan.

Tamagotchi merupakan mainan yang diproduksi oleh perusahaan Jepang bernama Bandai. Pada 23 November 1996, mainan ini resmi dijual di Jepang. Mulai bulan Mei 1997, Tamagotchi menginvasi dunia.

Aki Maita, karyawan Bandai, merupakan sosok pencetus kelahiran mainan yang besarnya serupa telur. Dalam penciptaan Tamagotchi, Maita menginginkan membuat mainan yang bisa dimainkan dengan waktu senggang yang ringkas, juga tak memakan tempat. Memelihara hewan secara virtual, kemudian, jadi jawabannya.

Soal nama, “Tamagotchi” berasal dari dua kata, yakni tamago yang berarti telur dan akhiran “tch” dengan tambahan “i” yang berasal dari “watch” atau jam.

Tamagotchi memang identik dengan telur. Saat pemain mulai bermain Tamagotchi, mereka memulai memelihara hewan virtualnya dalam bentuk paling dasar: telur. Selanjutnya, pemain diajak masuk ke siklus-hidup hewan peliharaan: Baby, Child, Teen, dan Adult.

Untuk bisa berlanjut dari satu siklus-hidup ke siklus-hidup lainnya, pemain harus memastikan hewan virtual peliharaannya dalam keadaan sehat. Syaratnya: ketika lapar diberi makan, ketika sakit diberi obat, dan bahkan harus siap-sedia kala hewan peliharaan ingin buang air.

Kemenangan dalam mainan ini ialah jika si pemain sukses membesarkan hewan peliharaan virtualnya hingga dewasa. Untuk sampai di titik dewasa, pengguna harus menunggu sekitar “23 tahun Tamagotchi.” Tahun bermula ketika tombol “on” dinyalakan—tidak ada tombol “off” dalam mainan ini. Ini mengakibatkan anak-anak seperti Yandri mesti menitipkan si Tamagotchi untuk terus dirawat kala ia pergi sekolah.

Tiadanya tombol “off” jadi alasan banyak sekolah melarang pemain Tamagotchi membawanya ke sekolah. Masalahnya, ketika si hewan peliharaan dalam Tamagotchi lapar atau sakit, ia akan mengeluarkan suara alarm atau beep.

Di Amerika Serikat terjadi hal serupa. Tamagotchi dilarang dibawa ke sekolah sebagaimana larangan serupa berlaku bagi Walkman, pemutar musik dari Sony.

Tamagotchi ialah mainan tentang kehidupan. Ini dipertegas dalam publikasi Wired pada 1997. Wired menulis Tamagotchi ialah “mainan yang berpusat pada memberi penghidupan sebuah organisme hidup, organisme hidup virtual/elektronik.” Sementara itu, Brian Lamendola, salah seorang pengurus situsweb Tamagotchi, menyebut mainan ini “sangat mirip seperti mengurus anak. Orang yang merawat anak atau Tamagotchi sama-sama tidak bisa menipu (kehidupan).”

Meski sederhana, serta tidak menawarkan aksi kekerasan, balap-balapan, atau pemicu adrenalin lainnya, Tamagotchi sukses. Tak sampai 10 tahun sejak pertama dipasarkan, 40 juta unit Tamagotchi laku di seluruh dunia. Di Amerika Serikat sendiri, pada akhir dekade 1990an, tercatat 15 unit Tamagotchi terjual setiap menitnya.

Atas larisnya Tamagotchi, versi palsu atau KW mainan ini cukup banyak tersedia di pasaran. Dilansir Wired, lahir produk KW Tamagotchi bernama “Tamago Watch.” Paling tidak, diperkirakan ada 30 jenis Tamagotchi tiruan yang dijual di seluruh dunia.

Infografik Tamagotchi
undefined


Semenjak 2013, Bandai tak hanya merilis Tamagotchi dalam bentuk “telur,” tetapi juga dalam versi Android dan iOS. Kala itu, Bandai merilis Tamagotchi l.i.f.e. Atau love is fun everywhere. Versi ponsel pintar itu, bekerja di bawah Sync Beatc Entertainment Inc.

Setahun berselang, pembaruan bagi versi Android dan iOS itu dibuat dengan mengadaptasi Tamagotchi Angel. Sayangnya, Tamagotchi dalam tubuh smartphone ini harus berhenti beroperasi mulai Desember 2014.

Pada November 2017, Bandai memperbaiki seri smartphone Tamagotchi. Perusahaan ini merilis Tamagotchi Forever yang diklaim memberikan pengalaman bermain Tamagotchi sebagaimana aslinya. Perilisan ulang versi ponsel juga menandai 20 tahun kehadiran Tamagotchi di dunia.

Pada versi baru Tamagotchi ponsel, Bandai menggandeng Paladin Studios untuk merancang sistemnya. Lalu, Bandai memperkenalkan Tamatown, semacam rumah maya bagi Tamagotchi. Pengguna, melalui website yang disediakan Bandai, bisa bereksperimen dengan Tamagotchi miliknya sendiri-sendiri.

Ketika ada wacana ulama akan mengharamkan game sarat kekerasan, Tamagotchi seakan menjadi pilihan "halal" untuk bermain game hari ini. Jika PUBG ialah soal bunuh-bunuhan lawan, Tamagotchi memberi tawaran kepada pengguna untuk menjadi pemenang dalam merawat kehidupan.

Baca juga artikel terkait GIM atau tulisan menarik lainnya Ahmad Zaenudin
(tirto.id - Teknologi)


Penulis: Ahmad Zaenudin
Editor: Maulida Sri Handayani