Menuju konten utama

Cara Merawat dan Menyimpan Pakaian supaya Awet dan Tahan Lama

Intip cara merawat pakaian dengan benar, mulai dari mencuci hingga menyimpan di lemari agar pakaian tetap awet, rapi, dan nyaman digunakan setiap hari.

Cara Merawat dan Menyimpan Pakaian supaya Awet dan Tahan Lama
Ilustrasi Pakaian. foto/IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Mengetahui cara merawat pakaian bisa membantu menjaga kualitas, tampilan, hingga daya tahan semua baju yang dimiliki. Tanpa perawatan yang tepat, pakaian bisa lebih cepat pudar, melar, atau bahkan rusak meski jarang dikenakan.

Merawat pakaian mencakup seluruh proses seperti mencuci, menyetrika, hingga penyimpanan di dalam lemari. Setiap tahapan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas kain, bentuk, serta warna pakaian agar tetap awet dan terlihat rapi.

Cara merawat pakaian yang benar juga akan berpengaruh pada kesehatan karena baju jadi tetap bersih dan terbebas dari kuman. Sementara pakaian yang bersih, rapi, wangi, dan terjaga kualitasnya juga akan meningkatkan rasa percaya diri dalam aktivitas sehari-hari.

Menariknya, pakaian yang disimpan dengan baik juga bisa berpengaruh pada kesehatan mental. Studi bertajuk No Place Like Home: Home Tours Correlate With Daily Patterns of Mood and Cortisol menekankan bahwa rumah yang berantakan dikaitkan dengan stres yang lebih tinggi.

Hal ini tentunya juga berlaku untuk pakaian. Baju yang dilipat atau digantung secara asal, diletakkan sembarangan, atau tidak ditata dengan rapi pasti membuat kita merasa kurang nyaman, bahkan sulit menemukan baju yang dibutuhkan.

Sebaliknya, pakaian yang tersimpan dengan rapi dan terorganisir dapat memberikan rasa tenang, memudahkan aktivitas sehari-hari, serta membantu menciptakan suasana yang lebih teratur dan menyenangkan di dalam rumah.

Cara Merawat dan Menyimpan Pakaian

Memahami cara merawat pakaian tidak hanya berfungsi untuk menjaga kualitas busana, tapi juga berdampak positif pada kesehatan fisik dan mental kita sebagai pemakainya. Di sini kita akan membahas perawatan pakaian, mulai dari mencuci, setrika, hingga cara penyimpanannya di lemari.

Tips Mencuci dan Setrika Pakaian

Ilustrasi Mencuci Pakaian
Ilustrasi Mencuci Pakaian. FOTO/iStockphoto

Mencuci dan menyetrika termasuk cara merawat pakaian yang sangat penting. Dilansir dari Harper’s Bazaar, berikut beberapa tips mencuci dan menyetrika pakaian sebelum disimpan di lemari:

1. Jangan Terlalu Sering Mencuci Pakaian

Terlalu sering mencuci pakaian ternyata bisa mempercepat kerusakan serat kain. Pencucian bisa memberikan tekanan yang dapat mengurangi umur pakaian. Tentu saja aturan ini tidak berlaku untuk pakaian tertentu seperti pakaian dalam yang memang harus sering dicuci karena alasan kebersihan.

Jika pakaian tidak benar-benar kotor, kita bisa memilih alternatif yang lebih ramah seperti menggunakan semprotan fabric freshener atau cukup mengangin-anginkannya di tempat terbuka.

2. Pisahkan Pakaian sebelum Mencuci

Memisahkan pakaian sebelum mencuci adalah langkah penting yang sering dianggap sepele. Selain memisahkan warna terang dan gelap untuk mencegah kelunturan, kita juga perlu memisahkan pakaian berdasarkan jenis bahan, seperti kain halus dan kain tebal.

Pakaian berbahan lembut seperti satin atau sutra lebih rentan rusak jika dicuci bersamaan dengan bahan kasar seperti denim. Gesekan dari resleting atau kain tebal dapat merusak serat kain halus. Jika perlu, gunakan mode pencucian khusus atau kantong laundry (mesh bag) agar lebih aman.

3. Pahami Label Perawatan pada Pakaian

Setiap pakaian umumnya dilengkapi dengan label perawatan yang berisi panduan penting, mulai dari cara mencuci, mengeringkan, hingga menyetrika. Mengabaikan label ini bisa membuat pakaian cepat rusak, misalnya karena suhu air atau setrika yang tidak sesuai.

Selain itu, membalik pakaian sebelum dicuci juga bisa membantu menjaga warna agar tidak cepat pudar. Jika memungkinkan, cuci dengan air dingin atau metode cuci manual dengan tangan untuk hasil yang lebih lembut pada pakaian.

4. Hindari Penggunaan Mesin Pengering

Mesin pengering memang praktis, tapi panas tinggi dan gesekan yang dihasilkan dapat merusak serat kain. Akibatnya, pakaian bisa menyusut, kehilangan bentuk, dan menjadi lebih cepat rusak.

Sebagai alternatif, menjemur pakaian secara alami atau mengangin-anginkanya adalah pilihan terbaik untuk menjaga keawetan. Selain lebih aman untuk serat kain, cara ini juga membantu mempertahankan bentuk asli pakaian.

5. Setrika dengan Cara yang Tepat

Menyetrika pakaian juga perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak bahan. Suhu yang terlalu tinggi bisa membakar atau merusak serat, terutama pada kain sintetis yang lebih sensitif terhadap panas. Jadi, selalu sesuaikan suhu setrika dengan jenis bahan yang tertera pada label.

Cara Menyimpan Pakaian

Ilustrasi Rak Baju
Ilustrasi Rak Baju. (Unsplash/ Zoe van Poetsprins.nl)

Setelah disetrika, pakaian tentu perlu disimpan dengan benar di dalam lemari atau rak pakaian. Mulai dari pengelompokan pakaian hingga pemberiaan dehumidifier, berikut beberapa tips dan cara merawat pakaian dalam hal penyimpanan:

1. Bersihkan Lemari dan Sortir Pakaian

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengosongkan lemari, membersihkannya, dan menyortir pakaian. Lemari yang lebih bersih membantu mencegah jamur maupun bau tak sedap pada pakaian.

Sementara menurut Vogue, penyortiran juga secara tidak langsung bisa membuat lemari tidak terlalu penuh, membuat tumpukan pakaian lebih rapi, dan pastinya lebih mudah bagi kita untuk mengakses baju yang dibutuhkan.

Jadi, mulailah menyeleksi baju-baju mana yang masih sering digunakan dan sudah lama tidak terpakai. Pakaian yang sering dikenakan bisa disimpan di lemari, baju yang sudah tidak terpakai dan masih bagus bisa didonasikan, sementara pakaian yang rusak bisa dibuang atau didaur ulang.

2. Mengelompokkan Pakaian

Cara menyimpan pakaian bisa dilakukan dengan mengelompokkan pakaian berdasarkan jenis, frekuensi pemakaian, atau bahkan warna. Tujuannya untuk menciptakan lemari yang lebih rapi dan memudahkan pencarian.

Pengelompokan pakaian sebenarnya bebas atau tergantung preferensi masing-masing, berikut contohnya:

  • Berdasarkan Kategori Pakaian
Lemari terdiri dari beberapa rak atau kompartemen, dan setiap bagiannya bisa diisi dengan kategori pakaian tertentu. Misalnya, rak pertama diisi dengan kemeja, rak kedua berisi kaus, rak ketiga berisi celana, dan seterusnya.

Pengelompokan juga bisa dilakukan berdasarkan mix and match pakaian. Sebagai contoh, jika sering menggunakan kemeja putih dengan celana denim, satukan dua jenis pakaian tersebut dalam satu bagian yang sama.

  • Berdasarkan Frekuensi Pemakaian
Barang yang paling sering dipakai sebaiknya ditempatkan pada posisi yang mudah dijangkau, misalnya sejajar dengan mata dan mudah dijangkau tangan. Sementara untuk baju yang jarang digunakan bisa disimpan di bagian atas atau rak bawah yang lebih sulit diakses.

  • Warna Pakaian
Bagi mereka yang mementingkan estetika, menyimpan pakaian dan mengurutkannya berdasarkan warna (misalnya dari terang ke gelap) dapat membuat lemari terlihat lebih cantik dan teratur, meminimalkan kekacauan visual, dan membantu mengidentifikasi pakaian lebih cepat.

3. Pertimbangkan Storage Box

Menggunakan kotak atau keranjang untuk menyimpan pakaian di rak-rak lemari juga bisa membantu menciptakan tampilan lemari yang lebih rapi dan seragam. Penggunakan kotak seperti ini berfungsi untuk mengelompokkan barang sejenis sehingga lebih praktis.

Selain itu, mengambil pakaian (terutama di rak atas atau paling bawah) juga akan lebih mudah tanpa membuat baju berantakan karena ditarik sembarangan. Wadah penyimpanan yang menarik bahkan dapat memberikan nilai estetika.

4. Gunakan Kapur Barus atau Dehumidifier

Lemari lebih sering tertutup sehingga risiko lembap dan bau apek akan selalu muncul. Oleh karena itu, disarankan untuk memakai kapur barus, kamper, atau produk dehumidifier untuk mencegah bau tak sedap, mengusir serangga, sekaligus mencegah tumbuhnya jamur.

Kapan Kita Melipat dan Menggantung Pakaian?

Ilustrasi Rak Baju

Ilustrasi Rak Baju. (Unsplash/Burgess Milner)

Darla DeMorrow yang merupakan seorang organizer profesional sekaligus penulis buku Organizing Your Home with SORT and Succeed menjelaskan bahwa keputusan untuk melipat dan menggantungkan pakaian bergantung pada beberapa hal.

“Apa yang harus dilipat dan apa yang harus digantung bergantung pada beberapa faktor, (termasuk) berapa banyak ruang yang dimiliki di lemari dan laci, apa kebiasaan pribadi Anda, jenis pakaian apa yang dimiliki, dan jenis kain apa yang digunakan,” katanya seperti dikutip dari situs Martha Stewart.

Pakaian yang Dilipat

  • Sweater atau pakaian rajut: Pakaian berbahan rajut seperti wol atau kasmir sebaiknya selalu disimpan dalam keadaan dilipat untuk menghindari perubahan bentuk.
  • Kaus/T-shirt: Kaus sebenarnya cukup fleksibel, bisa dilipat datau digantung dengan hanger yang tepat. Namun, tetap disarankan untuk dilipat untuk meminimalkan risiko melar.
  • Pakaian olahraga: Pakaian olahraga umumnya menggunakan kain sintetis yang bisa melar atau berubah bentuk saat digantung. Jadi, sebaiknya dilipat saja.
  • Celana pendek: Celana pendek memang tidak akan rusak jika digantung, tapi juga tidak ada alasan kuat untuk menggantungnya. Jadi, celana pendek dilipat saja untuk menghemat ruang lemari.
  • Pakaian dalam dan kaus kaki: Pakaian berukuran kecil seperti pakaian dalam dan kaus kaki juga sebaiknya dilipat dan disimpan di laci atau storage box.
  • Pakaian dengan hiasan berat: Pakaian yang memiliki manik-manik atau hiasan yang agak berat juga sebaiknya dilipat. Jika digantung, hiasan tersebut dikhawatirkan bisa merusak kain pakaian.

Pakaian yang Digantung

  • Pakaian yang flowy: Pakaian dengan kain yang flowy (sutra, sifon, dll) sebaiknya digantung. Bahan seperti ini biasanya juga agak sulit untuk dilipat dengan rapi karena agak licin. Gunakan gantungan yang anti-slip seperti hanger beludru untuk pakaian-pakaian yang berbahan licin dan flowy.
  • Pakaian yang mudah kusut: Pakaian kemeja atau blouse berbahan kain katun maupun linen biasanya mudah kusut ketika dilipat. Jadi, setelah disetrika hingga halus dan rapi, pakaian dengan kain yang mudah kusut sebaiknya digantung.
  • Jaket: Jaket termasuk pakaian dengan ukuran yang tebal/besar. Melipatnya tidak hanya membuatnya kusut atau memiliki kerutan, tapi juga akan boros tempat karena sangat tebal.
  • Celana formal: Celana biasanya memiliki tali khusus agar bisa digantung. Celana juga bisa dilipat memanjang, lalu menggantungnya dengan cara dilipat secara sejajar di hanger. Cara lainnya adalah menggunakan hanger yang dilengkapi jepitan sehingga celana bisa digantung dengan cara dijepit di bagian pinggang.

Pakaian yang Bisa Dilipat atau Digantung

Beberapa jenis pakaian bisa dilipat atau digantung, misalnya celana jeans. Bahan denim memang tergolong fleksibel, tidak mudah kusut jika dilipat dan tidak makan banyak tempat jika digantung. Jika digantung, gunakan cara serupa seperti celana formal, yaitu dilipat di hanger.

Selain celana jeans, pakaian lain seperti scarf, syal, atau hijab juga cukup fleksibel. Jenis pakaian ini bisa dilipat, digantung, atau digulung. Tentu saja tetap perhatikan kain pembuatnya. Jika mudah kusut, sebaiknya digantung dengan gantungan khusus atau hanger hijab.

Ilustrasi Pakaian

Ilustrasi Pakaian. foto/istockphoto

Tips Melipat Pakaian

  • Gunakan metode KonMari untuk menghemat ruang rak atau laci. Lipat kedua sisi baju ke tengah, lipat lengan ke dalam, lalu lipat menjadi dua atau tiga bagian hingga baju bisa ditegakkan secara vertikal.
  • Pakaian seperti T-shirt, kaus kaki, atau pakaian dalam bisa digulung dan diletakkan berjajar rapi di dalam laci. Namun, menggulungnya jangan terlalu kuat agar kain tidak melar.
  • Sweater atau pakaian bahan knit bisa dilipat dengan ukuran yang agak lebar agar tidak ada tekanan berlebih pada satu titik yang bisa membuat bentuknya berubah.
  • Celana jeans bisa dilipat memanjang menjadi dua (pertemukan kedua kaki), lalu lipat menjadi 3-4 bagian agar rapi.
  • Sebelum dilipat, pastikan pakaian dibentangkan di permukaan datar, lalu rapikan dengan tangan untuk menghilangkan lipatan kecil/halus pada kain. Jika baru disetrika, segera dilipat saat itu juga.
  • Gunakan alat bantu seperti folding board untuk mendapatkan lipatan pakaian yang lebih rapi dan seragam.

Tips Menggantung Pakaian dengan Hanger

  • Pilih hanger yang sesuai. Hanger kayu yang tebal biasanya cocok untuk pakaian berat seperti jaket, jas, atau mantel. Hanger beludur ideal untuk pakaian yang licin seperti bahan sutra.
  • Pilih hanger dengan ujung yang tumpul/melengkung agar tidak meninggalkan bekas di bagian bahu.
  • Jika ingin menggantung kaus (baik saat menyimpan di lemari atau menjemur setelah mencuci), masukkan hanger dari bagian bawah. Memasukkan hanger dari bagian kerah berisiko membuatnya melar.
  • Gantung pakaian dengan memastikan jahitan di bagian pundak sejajar dengan batang hanger.
  • Untuk kemeja, usahakan untuk dikacingkan saat digantung, atau setidaknya kancingkan kancing yang paling atas dan kancing tengah. Ini membantu mencegah kemeja bergeser atau kusut.
  • Beri sedikit jarak antar hanger agar udara bisa bersirkulasi. Lemari yang terlalu padat akan menekan pakaian, membuatnya saling geser, dan menyebabkan kerutan meski sudah disetrika.
Demikian penjelasan tentang cara merawat pakaian, mulai dari mencuci, setrika, dan menyimpannya di dalam lemari. Dengan cara yang tepat dan konsisten, pakaian tidak hanya akan terlihat lebih rapi dan nyaman digunakan, tapi juga dapat awet dan tahan lebih lama.

Butuh tips atau informasi menarik lain seputar pakaian? Cek selengkapnya di kumpulan artikel di tautan berikut:

Kumpulan Artikel Pakaian

Baca juga artikel terkait PAKAIAN atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani