Menuju konten utama

Bundesliga Dianggap Berhasil Gelar Pertandingan Saat Pandemi Corona

Operator Bundesliga mendapat pujian dari banyak pihak atas keberhasilan mereka melanjutkan kompetisi.

Bundesliga Dianggap Berhasil Gelar Pertandingan Saat Pandemi Corona
Para pemain berebut bola saat pertandingan sepak bola Bundesliga Jerman antara Borussia Moenchengladbach dan FC Cologne di Moenchengladbach, Jerman, Rabu, 11 Maret 2020. Ini adalah pertandingan Bundesliga pertama yang dimainkan secara tertutup tanpa penonton karena wabah virus COVID-19. AP / Martin Meissner.

tirto.id - Dimulainya kembali Bundesliga 2019/2020 sejak pekan lalu menjadi perhatian utama penggemar sepak bola di dunia terutama Eropa. Hal itu disebut CEO Bundesliga, Christian Saifert, sangat penting untuk menjaga sejarah kompetisi sepak bola di Jerman.

Selain itu, pemerintah Jerman yang mengizinkan pertandingan olahraga tanpa penonton dengan protokol kesehatan yang ketat, membuat mereka dianggap berhasil dalam menangani pandemi COVID-19. Di saat bersamaan banyak negara di Eropa yang masih menerapkan karantina wilayah.

Dilansir dari Soccerway, Christian Saifert, menyebut operator Bundesliga mendapat pujian dari banyak pihak atas keberhasilan mereka melanjutkan kompetisi. Protokol kesehatan selama pertandingan yang diterapkan Bundesliga diklaim Saifert, coba dicontoh oleh banyak negara yang mencoba melanjutkan liganya.

"Kami telah mendapat pujian dari seluruh dunia mengenai keberhasilan kami [melanjutkan Bundesliga], dan banyak liga di dunia yang ingin meniru protokol kesehatan yang kami buat [di tengah pandemi COVID-19]," kata Christian Saifert, kepada Marca yang dikutip Soccerway.

Dengan Bundesliga menjadi satu-satunya kompetisi elite di Eropa yang bergulir kembali, mereka menjadi tontonan olahraga paling banyak ditonton saat ini.

Berdasarkan laporan dari Marca, laga Borussia Dortmund vs Schalke 04, yang menjadi pertandingan pertama setelah restart mencatat angka 5 juta penonton televisi. Jumlah itu pun mencatat rekor penyiaran tertinggi Liga Jerman dalam beberapa tahun terakhir, yang dalam keadaan normal rata-rata ditonton kurang dari 1 juta siaran.

Sementara itu, mengenai kesehatan pemain yang dikhawatirkan banyak pengamat, Christian Saifert, menyebut pihaknya siap bertanggung jawab. Ia pun menyebut melanjutkan kompetisi sebagai pilihan terbaik untuk klub karena dapat membantu keuangan mereka yang tidak memiliki pemasukan selama dua bulan terakhir.

"Saya bertanggung jawab atas 36 klub [Bundesliga 1, dan Bundesliga 2] yang bertanding melanjutkan kompetisi. Tidak memiliki pemasukan selama dua bulan itu sangat berbahaya, jadi saya harus memastikan mereka tetap aman secara finansial," ujar Saifert.

Di samping untuk menyelamatkan klub-klub Bundesliga dari masalah keuangan, pertandingan-pertandingan yang disiarkan melalui televisi juga membantu pemerintah untuk membuat masyarakat tetap di rumah. Ia pun menilai ada banyak keuntungan yang didapat daripada kerugian dari melanjutkan kompetisi.

Meski begitu, pihaknya tidak ingin membahayakan keselamatan pemain dan staf dengan terus memantau kesehatan mereka. Jika ada pemain atau staf yang melanggar protokol kesehatan, maka tidak akan diizinkan untuk memasuki area pertandingan seperti kasus pelatih Union Berlin, Urs Fischer.

"Kami tidak membahayakan kesehatan masyarakat umum. Selain itu, masyarakat Jerman menyukai sepak bola dan kami ingin membantu mereka untuk sejenak melupakan virus Corona yang menghantui mereka," kata Christian Saifert.

Baca juga artikel terkait BUNDESLIGA atau tulisan lainnya dari Permadi Suntama

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Permadi Suntama
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Dipna Videlia Putsanra