Menuju konten utama

Botol Minum Stainless Seel Tidak Perlu Dicuci Setiap Hari?

Benarkah botol minum stainless steel tidak perlu dicuci setiap hari? Simak penjelasannya di sini, lengkap dengan cara membersihkan botol minum yang benar.

Botol Minum Stainless Seel Tidak Perlu Dicuci Setiap Hari?
Ilustrasi membersihkan tumbler. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Botol minum stainless steel cenderung terlihat bersih walau dipakai setiap hari, tapi apakah itu berarti tidak perlu dicuci? Bersih dari kotoran dan sisa minuman bukan berarti bebas dari mikroorganisme. Jadi, seberapa sering botol stainless steel perlu dicuci? Yuk, simak penjelasannya!

Saat ini, botol minum atau tumbler berbahan stainless steel banyak ditemukan di pasaran. Material ini dikenal kuat, tahan lama, dan tidak mudah berkarat. Selain itu, stainless steel juga umumnya mudah dibersihkan sehingga praktis dan memudahkan penggunaan.

Karena mudah dibersihkan, tak sedikit orang yang akhirnya jarang mencuci botol minum stainless steel miliknya, apalagi jika botol tersebut hanya digunakan untuk wadah air putih.

Sebagian orang beranggapan bahwa air putih tidak meninggalkan noda, aroma, atau sisa minuman sehingga botol akan tetap bersih meski digunakan berulang kali. Namun, benarkah demikian? Apakah tumbler stainless steel tetap harus dicuci setiap hari meskipun hanya digunakan untuk air putih?

Benarkah Botol Minum Stainless Steel Tidak Perlu Dicuci Setiap Hari?

Botol Tumbler

Botol Tumbler. (Photo by Christian Dala/Unsplash)

Anggapan bahwa botol minum berbahan stainless steel tidak perlu dicuci setiap hari ternyata kurang tepat. Meskipun material stainless steel relatif mudah dibersihkan, bukan berarti botol bebas dari kotoran.

Bagian dalam botol merupakan area yang selalu lembap dan disukai mikroorganisme. Tak hanya itu, sisa minuman seperti kopi, teh, atau jus buah juga bisa menempel pada dinding botol, meninggalkan residu, memicu bau, noda, hingga mendukung pertumbuhan mikroba.

Jadi, jika ada yang bertanya-tanya apakah botol stainless steel anti bakteri, jawabannya adalah tidak. Agar lebih jelas, berikut beberapa alasan kenapa botol sebaiknya segera dicuci setelah digunakan:

1. Sisa Gula Adalah Sumber Nutrisi Mikroorganisme

Minuman seperti jus, teh manis, dan kopi dengan tambahan gula dapat meninggalkan residu pada dinding bagian dalam botol. Kandungan gula di dalamnya bisa menjadi sumber nutrisi bagi mikroorganisme sehingga mendukung pertumbuhannya, apalagi jika botol dibiarkan dalam kondisi tertutup dan lembap.

Dikutip dari laman Baylor College of Medicine, Dr. Yuriko Fukuta menjelaskan bahwa minuman yang mengandung gula, termasuk jus dan minuman olahraga, bisa mempercepat pertumbuhan mikroorganisme. Selain itu, tingkat keasaman (pH) minuman juga dapat memengaruhi pertumbuhan mikroorganisme di dalam botol.

2. Residu Minuman Dapat Menimbulkan Bau dan Noda

Berbeda dengan air putih, kopi, teh, dan jus memiliki komponen yang dapat meninggalkan aroma maupun rasa pada permukaan botol. Jika tidak segera dibersihkan, residunya dapat menumpuk dan membuat botol berbau atau memengaruhi rasa minuman berikutnya.

Sebagai contoh, sisa kopi yang mengering dapat meninggalkan noda kecokelatan dan aroma khas yang sulit dihilangkan hanya dengan membilas botol menggunakan air. Begitu pula jus buah yang mengandung gula alami dapat meninggalkan lapisan lengket pada bagian dalam botol.

Jika botol hanya dibilas tanpa disikat, sisa minuman berpotensi menumpuk, terutama pada bagian dasar, sudut, tutup, dan area sekitar mulut botol. Lama-kelamaan, lapisan residu semakin sulit dibersihkan.

3. Terjadi Pembentukan Biofilm

Biofilm adalah kumpulan mikroorganisme yang menempel pada suatu permukaan dan membentuk lapisan pelindung yang mereka produksi sendiri. Lapisan ini dapat membuat mikroorganisme lebih sulit dilepaskan atau dibersihkan dari permukaan botol jika hanya dibilas.

Penelitian tahun 2020 berjudul Isolation of an Antimicrobial-Resistant, Biofilm-Forming, Klebsiella grimontii Isolate from a Reusable Water Bottle telah berhasil menemukan bakteri Klebsiella grimontii pada botol minum reusable dan membuktikan bahwa bakteri tersebut mampu membentuk biofilm pada permukaan botol.

Sementara itu, penelitian Promotive Effect of Cold Brew Coffee on the Maturation of S. mutans Biofilms During the Post-Initiation Stage yang terbit tahun 2026 menemukan bahwa kopi cold brew bisa mendorong pematangan biofilm bakteri Streptococcus mutans pada permukaan stainless steel.

Peneliti menjelaskan bahwa paparan dan residu kopi tersebut meningkatkan pembentukan matriks ekstraseluler atau lapisan yang membantu bakteri melekat dan membentuk struktur biofilm. Temuan ini sekaligus membuktikan pentingnya mencuci botol stainless steel setiap selesai digunakan.

Botol yang Hanya Digunakan untuk Air Putih Tetap Harus Dicuci?

Thumbler Tuku

Ilustrasi Tumbler. instagram/Tokoserbatuku

Sebagian pengguna botol minum stainless steel mungkin beranggapan bahwa botolnya tidak perlu dicuci setiap hari karena hanya dipakai untuk air putih. Faktanya, botol yang hanya digunakan untuk air putih pun tetap berpotensi terkontaminasi mikroorganisme.

Dalam situs Cleveland Clinic, dokter layanan primer, Marianne Sumego, MD, menjelaskan bahwa bakteri dapat berpindah ke botol melalui tangan, mulut, sedotan, maupun benda lain yang bersentuhan dengannya.

Saat kita minum, terjadi kontak antara botol dengan mulut sehingga bakteri dan mikroorganisme alami dari mulut dapat berpindah ke bagian bibir maupun air di dalam botol. Selain itu, tangan yang menyentuh tutup botol, bagian mulut botol, atau sedotan juga bisa membawa kotoran dan mikroorganisme dari lingkungan.

Jika botol terus digunakan tanpa dicuci, kontaminasi tersebut dapat terakumulasi. Kondisi botol yang lembap juga dapat mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur yang tak terlihat secara kasat mata.

Selain itu, botol minum stainless steel yang hanya digunakan untuk air putih juga tetap memungkinkan terjadinya pembentukan biofilm jika tidak dibersihkan. Jadi, apa pun jenis minuman yang disimpan dalam botol, kita harus tetap sering-sering membersihkannya.

Seberapa Sering Botol Minum Stainless Steel Harus Dicuci?

Ilustrasi membersihkan tumbler

Ilustrasi membersihkan tumbler. FOTO/iStockphoto

Idealnya, botol minum stainless steel dicuci setiap hari jika digunakan secara rutin, apalagi jika dipakai untuk menyimpan minuman selain air putih. Hal ini untuk menghindari penumpukan residu, risiko noda pada permukaan bagian dalam botol, serta pertumbuhan mikroorganisme.

Hal ini juga dijelaskan dalam situs Purdue University Extension yang mengungkapkan bahwa botol minum sebaiknya dicuci setiap selesai digunakan atau setidaknya sekali sehari jika diisi ulang berkali-kali sepanjang hari.

Proses pencuciannya bukan sekadar dibilas, tapi perlu menggunakan air dan sabun pencuci piring. Kita juga disarankan memakai sikat khusus botol untuk membersihkan bagian dalam, termasuk dasar dan sudut yang sulit dijangkau. Setelah itu, bilas dan keringkan seluruh komponennya sebelum botol dipasang kembali.

Ada sebuah studi yang bisa memperkuat penjelasan tersebut, yaitu dalam jurnal berjudul Daily Use Water Bottles as a Hub for Microbial Population: A Comparative Study of PET vs. Stainless Steel Water Bottles and Outcome of Washing Strategy Intervention dipublikasikan pada 2024.

Studi ini meneliti 30 botol minum dan menunjukkan bahwa jumlah mikroorganisme pada botol stainless steel memang lebih rendah dibandingkan botol plastik PET. Namun, jumlah mikroorganisme pada kedua jenis botol diketahui meningkat setelah digunakan selama tiga jam.

Tak hanya itu, proses pencucian juga terbukti dapat menurunkan jumlah mikroorganisme secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun stainless steel memiliki keunggulan dibandingkan botol plastik PET, botol tetap perlu dicuci secara rutin untuk menjaga kebersihannya.

Cara Mencuci Botol Minum Stainless Steel yang Benar

Ilustrasi membersihkan tumbler

Ilustrasi membersihkan tumbler. FOTO/iStockphoto

Mencuci botol minum stainless steel tidak cukup hanya dengan membilas bagian dalamnya menggunakan air. Kita perlu membersihkan botol secara menyeluruh, mulai dari permukaan luar dan dalam botol hingga berbagai komponennya seperti penutup dan sedotan.

Agar botol tetap bersih, tidak berbau, dan aman digunakan sehari-hari, berikut cara membersihkan botol stainless steel yang benar:

1. Kosongkan Botol dan Lepaskan Semua Komponennya

Sebelum mulai mencuci, buang seluruh sisa minuman di dalam botol dan bilas dengan air terlebuh dahulu. Kemudian, lepaskan tutup, sedotan, karet penyegel, atau komponen lain yang memang bisa dibongkar.

2. Gunakan Sabun Pencuci Piring dan Air Hangat

Selanjutnya, cuci bagian dalam dan luar botol menggunakan sabun pencuci piring serta air hangat. Sabun membantu mengangkat minyak, sisa gula, dan residu minuman yang menempel pada permukaan stainless steel.

Disarankan menggunakan sabun pencuci piring biasa yang lembut dan tidak bersifat abrasif. Hindari memakai bahan pembersih berbahan kimia keras karena dapat merusak lapisan luar, komponen silikon, atau bagian tertentu pada botol.

3. Sikat Bagian Dalam Botol hingga Bersih

Jangan hanya mengandalkan air dan sabun yang dituangkan ke dalam botol. Gunakan sikat khusus botol untuk membersihkan dinding bagian dalam, dasar, dan sudut-sudut yang sulit dijangkau.

Pilih sikat dengan bulu yang lembut agar tidak menggores permukaan stainless steel. Hindari menggunakan sabut kawat atau spons kasar karena bisa menimbulkan goresan.

4. Bersihkan Tutup, Sedotan, dan Karet Penyegel

Bagian tutup botol biasanya memiliki celah, ulir, dan karet penyegel yang dapat menahan sisa air atau minuman. Jika tidak dibersihkan, bagian tersebut bisa menjadi tempat penumpukan kotoran dan pertumbuhan jamur.

Gunakan sikat kecil untuk membersihkan celah tutup dan bagian dalam sedotan. Jika karet penyegel dapat dilepas, pisahkan terlebih dahulu, lalu cuci menggunakan sabun dan air. Pastikan tidak ada sisa minuman yang tertinggal di balik karet tersebut.

5. Bilas hingga Tidak Ada Sisa Sabun

Setelah seluruh bagian dibersihkan, bilas botol dan komponennya menggunakan air mengalir sampai tidak ada busa atau sisa sabun. Jangan sampai cairan pembersih tertinggal karena akan memengaruhi aroma dan rasa minuman ketika botol digunakan.

6. Keringkan Botol sebelum Disimpan

Setelah dibilas dna bersih, letakkan botol dalam posisi terbalik di rak pengering dengan mulut botol terbuka. Pisahkan tutup, sedotan, dan karet penyegel agar seluruh komponennya bisa mengering dengan sempurna.

Jangan langsung menutup botol ketika bagian dalamnya masih basah atau lembap. Kondisi tertutup dan lembap dapat memicu pertumbuhan jamur maupun mikroorganisme lainnya.

Cara Menghilangkan Bau Membandel dari Botol Minum Stainless Steel

Botol minum stainless steel kadang sudah terlanjur bau karena jarang dibersihkan atau digunakan untuk menyimpan minuman beraroma kuat. Dikutip dari situs Thermos, bau dan noda membandel bisa dihilangkan dengan beberapa cara berikut:

Baking Soda:

  • Masukkan 1–2 sendok makan baking soda ke dalam botol.
  • Tambahkan air hangat hingga sekitar setengah kapasitas botol.
  • Tutup botol, kocok selama 30 detik
  • Diamkan minimal 30 menit. Untuk bau yang lebih kuat dan susah hilang, larutan bisa didiamkan semalaman.
Cuka:
  • Jika bau masih tertinggal, gunakan larutan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1.
  • Diamkan selama 15–30 menit.
  • Bilas beberapa kali hingga bersih, lalu keringkan dengan posisi terbuka.

Rekomendasi Tumbler Stainless Steel

Menggunakan tumbler stainless steel bisa memang sangat praktis untuk membawa minuman saat sekolah, bekerja, kuliah, hingga olahraga. Berikut beberapa rekomendasi tumbler stainless steel yang bisa dipertimbangkan untuk menemani setiap aktivitas:

1. Informa Appetite Kirby Mug Vacuum Flask

Tumbler berkapasitas 420 ml dari Informa memiliki penutup yang mudah dibuka dan ditutup sehingga praktis digunakan. Dilengkapi tali strap, bagian dalamnya menggunakan material stainless steel 304 yang bebas BPA, sedangkan bagian luarnya terbuat dari stainless steel 201.

Tumbler ini mampu menjaga suhu minuman dingin hingga 10 jam dan minuman panas sampai 6 jam. Cocok digunakan untuk berbagai jenis minuman, termasuk kopi, teh, air es, hingga jus, tumbler ini bisa didapatkan dengan harga Rp80.000–Rp90.000.

2. CucuLemon Tumbler Stainless Steel

Tumbler dari CucuLemon ini memiliki kapasitas 890 ml, mengusung desain aesthetic ala Korea, serta menggunakan material stainless steel 304 dengan teknologi vacuum insulated untuk membantu menjaga suhu minuman.

Suhu panas dapat bertahan hingga 14 jam, sedangkan suhu dingin akan bertahan sekitar 24 jam. Bagian badannya dirancang agar pas dengan cup holder mobil sehingga praktis dibawa saat bepergian. Tumbler ini dibanderol harga Rp90.000–Rp130.000.

3. Tyeso TS-8828 Stainless Vacuum Insulated Portable Termos

Tyeso TS-8828 memiliki kapasitas 900 ml dan menggunakan material stainless steel 304 dengan teknologi vacuum insulated berdinding ganda untuk mempertahankan suhu minuman. Tumbler ini bisa menahan minuman panas hingga 12 jam dan suhu hangat hingga 24 jam.

Sementara itu, es batu dapat bertahan hingga 12 jam dan minuman suhu dingin hingga 24 jam. Tumbler ini dilengkapi sedotan sehingga kamu bisa minum melalui sedotan ataupun langsung dari mulut tumbler. Tumbler Tyeso TS-8828 bisa dibeli di harga Rp250.000–Rp350.000.

4. Ecentio Tumbler Stainless 304

Ecentio menghadirkan tumbler berkapasitas 1.200 ml yang cocok dibawa bekerja, kuliah, bepergian, hingga olahraga. Dengan desain tahan bocor, tumbler ini menggunakan bahan stainless steel 304 yang bisa digunakan untuk berbagai jenis minuman, termasuk kopi, jus, hingga cola.

Tumbler Ecentio mampu menahan minuman panas hingga 14 jam serta minuman dingin sampai 24 jam. Bisa diminum dengan sedotan atau diminum langsung, tumbler ini bisa didapatkan dengan harga Rp120.000–Rp170.000.

5. FJbottle Tumbler Olahraga

FJbottle menawarkan sebuah tumbler yang cocok sebagai pendamping aktivitas olahraga, hiking, maupun camping. Dengan kapasitas 750 ml, botol minum ini terbuat dari material stainless steel SUS 304 yang bebas BPA.

Tumbler FJbottle mampu menjaga suhu minuman tetap dingin selama sekitar 6–24 jam dan minuman panas selama 3–12 jam. Tumbler ini juga dilengkapi karabiner yang bisa digunakan untuk menggantung botol pada tas atau sepeda. Tumbler FJbottle dibanderol harga Rp160.000–Rp190.000.

Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Kesehatan

Baca juga artikel terkait BOTOL MINUM atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani