BI Pastikan Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran Masih Terkendali

Oleh: Shintaloka Pradita Sicca - 7 Juni 2018
Dibaca Normal 1 menit
BI memastikan peredaran uang palsu selama Ramadan dan Lebaran 2018 masih aman. Sebagai solusi pencegahan uang palsu, BI menyediakan layanan penukaran uang.
tirto.id - Bank Indonesia (BI) memastikan peredaran uang palsu selama Ramadan dan menjelang Lebaran masih dalam batas aman. Saat ini rasio peredaran uang palsu sekitar 1:3.

Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi menjelaskan rasio itu artinya dalam 1 juta uang asli ada 3 uang palsu. Sehingga, ia mengatakan bahwa periode Ramadan atau Lebaran 2018 sudah sangat terjaga aman terhadap peredaran uang palsu.

"Tetapi, kalau saya lihat untuk periode Lebaran Ramadan tahun ini sudah bagus sekali. Tiga minggu puasa kami enggak menemukan uang palsu. Jadi, rasio sebelum dan selama Ramadan baik," ujar Rosmaya di Gedung BI Jakarta pada Rabu (6/6/2018).

BI mencatat adanya peredaran uang palsu bisa berasal dari laporan masyarakat, perbankan, ataupun kepolisian. Hal itu, karena BI juga melakukan edukasi kepada masyarakat agar hati-hati menerima atau menukar uang.

Rosmaya juga memastikan BI bekerja sama dengan pihak penegak hukum, seperti Kejaksaan dan Mahkamah Agung untuk menindak hukum para pelaku yang membuat dan atau mengedarkan uang palsu.

"Memohon kepada siapa pun yang mengedarkan maupun yang memprakarsai, mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya. Itu sudah terbukti ada yang dihukum 14 tahun. Itu sangat baik, sehingga ada efek jera," ungkapnya.

Penukaran Uang Lebaran

Untuk mengurangi risiko peredaran uang palsu di masyarakat, menjelang Lebaran 2018, BI juga melakukan layanan penukaran uang. Tujuannya untuk mengurangi risiko peredaran uang palsu serta memberantas jasa penjual uang. Layanan penukaran uang ini bekerjasama dengan Perbankan, satuan kerja (Satker) kas, khususnya di daerah terdepan, terluar dan terpencil yang mencapai 2076 lokasi di seluruh NKRI.

Di Jabodetabek, penukaran uang dilakukan dengan Kas Keliling di Monas dan Pusat Keramaian. Terdapat 160 lokasi penukaran uang yang dilakukan oleh 15 Bank di wilayah Jabodetabek.

BI memperhitungkan, kebutuhan peredaran uang kartal pada periode Ramadan dan Lebaran 2018 ini sebesar Rp188,2 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 15,3 persen dari Rp163,2 triliun.

"Secara 5 tahun kita ambil data 2013-2017 peningkatan outflow (peredaran uang) Ramadan Idul fitri mencapai 13,9 persen per tahun," kata dia seraya menjelaskan bahwa proporsi uang beredar dalam periode Ramadan atau Lebaran mencapai sebesar 25 persen.

Baca juga artikel terkait LEBARAN 2018 atau tulisan menarik lainnya Shintaloka Pradita Sicca
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Agung DH