Premier League

Aturan Baru Liga Inggris: Batuk di Tengah Laga Bisa Kena Kartu

Oleh: Ikhsan Abdul Hakim - 4 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
IFAB dan FA mengeluarkan aturan baru untuk kompetisi sepak bola di Inggris yang disesuaikan dengan situasi pandemi COVID-19.
tirto.id - International Football Association Board (IFAB) dan FA selaku federasi sepak bola Inggris mengeluarkan aturan baru yang disesuaikan dengan situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Aturan anyar ini berlaku untuk seluruh kompetisi yang bernaung di bawah FA, termasuk Liga Inggris atau Premier League.

Disebutkan, "batuk dengan sengaja" ke arah pemain atau ofisial pertandingan, termasuk wasit, akan diganjar hukuman. Pemain yang melakukannya bakal dikenai kartu kuning bahkan kartu merah apabila terbukti "secara sengaja, dalam jarak dekat, batuk ke muka pemain atau ofisial pertandingan."

Berdasarkan dokumen yang diperoleh BBC, aturan ini akan diberlakukan ke seluruh kompetisi Inggris mulai 2020/2021. Untuk Premier League dan liga-liga English Football League, FA tidak menyediakan petunjuk tertulis dan keputusan sanksi di lapangan akan diserahkan kepada wasit.

Aturan ini digagas akibat musim kompetisi yang dijadwalkan di tengah pandemi Coronavirus. Salah satu medium penyebaran virus tersebut diketahui melalui droplet yang dikeluarkan seseorang yang terinfeksi ketika batuk.

IFAB pun menggolongkan batuk secara sengaja ke muka orang lain termasuk pelanggaran aturan permainan. Batuk secara sengaja digolongkan sebagai "menggunakan bahasa dan/atau gestur abusif, menghina, atau ofensif."

"Terkait pelanggaran tersebut, wasit harus membuat keputusan tentang sifat dasar pelanggaran [batuk]. Jika itu murni tidak sengaja, wasit tidak perlu mengeluarkan sanksi atau jika batuk terjadi dalam jarak jauh di antara para pemain," tulis IFAB sebagaimana dikutip BBC.

Aturan Baru Liga Inggris

FA menegaskan bahwa pelanggaran batuk bisa dihukum dengan kartu merah. "Jika insiden yang terjadi tidak cukup berat untuk diusir keluar lapangan, peringatan bisa diterapkan karena 'sikap tidak sportif'," tulis FA.

Pada musim 2020/2021, IFAB yang merupakan organisasi penentu aturan sepak bola menyiapkan sejumlah modifikasi. Selain larangan batuk, aturan pergantian maksimal lima pemain per pertandingan akan dipertahankan untuk musim kompetisi mendatang.

Meskipun demikian, aturan pergantian pemain tersebut tidak wajib diimplementasikan oleh asosiasi-asosiasi anggota FIFA.


Melansir Sky Sports, Premier League dan FA Inggris belum memutuskan apakah akan mengadopsi aturan pergantian pemain tersebut. Klub-klub Premier League dilaporkan baru akan membahas implementasinya setelah 6 Agustus mendatang.

Di lain sisi, Premier League juga telah mengevaluasi penggunaan VAR selama musim 2019/2020. Terkait penggunaan VAR, pihak EPL dilaporkan akan berdiskusi dengan FIFA pada musim panas ini.

Sejumlah jajaran top FIFA seperti Gianni Infantino, Arsene Wenger, dan Pierluigi Collina dilaporkan tidak puas dengan penggunaan VAR di sejumlah kompetisi.

Baca juga artikel terkait LIGA INGGRIS atau tulisan menarik lainnya Ikhsan Abdul Hakim
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Ikhsan Abdul Hakim
Penulis: Ikhsan Abdul Hakim
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight