Anime One Piece Ep 973: Hukuman Rebus Kozuki Oden & Ishikawa Goemon

Oleh: Syamsul Dwi Maarif - 6 Mei 2021
Dibaca Normal 2 menit
Kisah Kozuki Oden yang menjalani hukuman direbus hidup-hidup dalam Anime One Piece Episode 973 mirip dengan Ishikawa Goemon, bandit terkenal Jepang abad 16.
tirto.id - Episode 973 One Piece “Aku Terlahir untuk Direbus” akan rilis pada Minggu, 9 Mei 2021 dan dapat ditonton melalui streaming iQIYI dengan takarir (subtitle) bahasa Indonesia. Dalam episode ini, Kozuki Oden dihukum rebus hidup-hidup oleh Shogun Wa no Kuni, Kurozumi Orochi. Kisahnya mirip dengan kematian sosok Ishikawa Goemon.

Kozuki Oden, putra Kozuki Sukiyaki, adalah calon tunggal penerus keshogunan di Negeri Wa. Namun, sosok yang dijuluki sebagai samurai nomor satu di negerinya itu lebih memilih berlayar ke samudera lepas, bertentangan dengan prinsip Wa no Kuni yang menutup negeri dari dunia luar.

Dengan berlayar sebagai bajak laut, Kozuki Oden menemukan banyak hal menakjubkan di dunia luar. Ia jadi mengetahui rahasia tersembunyi di balik alasan politik tertutup Negeri Wa. Oden juga jadi memahami makna Laugh Tale sebagai pulau terakhir, juga klan D. yang selama ini misterius.

"Pada hari kami tiba di pulau terakhir, kami mempelajari semua hal tentang dunia, apa itu Void Century, apa itu Klan D, apa itu Senjata Kuno. Negeri Wa pernah terhubung dengan seluruh dunia," tulis Oden dalam catatan perjalanannya di Episode 968 "Kaizoku Ō Tanjō - Tōtatsu! "Saigo no Shima".

Namun, dalam kepulangannya dari Laugh Tale, Kozuki Oden harus menghadapi kenyataan pahit. Negeri Wa sudah sangat berbeda dibandingkan kala ia demikian gagah meninggalkan pulau tersebut. Takhta keshogunan yang dipegang Kozuki Sukiyaki direbut oleh Kurozumi Orochi dengan taktik licik.

Orochi mengaku sebagai adik angkat Oden, dan posisinya adalah pejabat sementara hingga Oden kembali. Namun, kenyataannya, sang shogun baru telah menyusun plot besar untuk membuat keluarganya, Kurozumi, berkuasa dengan bantuan Bajak Laut Kaido.

Oden awalnya hendak menghabisi Orochi. Namun, ia terlibat perjanjian dengan Orochi dengan tujuan melindungi rakyat Kuri, wilayah tersisa di Wa no Kuni yang belum dikuasai sang shogun palsu. Nyatanya, perjanjian itu cacat. Orochi berkhianat kepada Oden. 5 tahun kemudian, ia tetap ingin mencaplok Kuri sebagai wilayahnya.

Kozuki Oden bersama Akazaya Nine akhirnya benar-benar menyerbu Orochi di Ibukota Bunga. Ketika Oden bisa melukai Kaido dengan sayatan silang di dada sang Yonko, situasi berbalik. Kurozumi Higurashi, tetua klan Kurozumi, dengan buah iblis Mane Mane no Mi, menyamar sebagai Momonosuke, putra Oden, lantas mengecoh Oden.

Ini membuat Oden terhantam gada milik Kaido. Kemenangan di pihak Orochi. Oden dan Akazaya Nine harus mendekam beberapa hari di penjara sembari menanti hukuman. Akhirnya, Orochi mengambil keputusan untuk mengeksekusi Oden dengan cara merebus hidup-hidup sang pewaris takhta keshogunan di depan umum.

Dalam akhir Episode 972, Oden menerima tantangan Orochi. Oden berkata, apabila ia sanggup bertahan dalam waktu yang ditentukan, maka ia dan Akazaya Nine mesti dibebaskan oleh sang shogun palsu. Merasa hal itu mustahil, Kaido dan Orochi mengamini permintaan Oden.

Eksekusi dimulai dengan Oden masuk ke dalam panci yang sudah mendidih. Ia memerintahkan Akazaya Nine untuk berdiri di atas kayu besar yang diangkat olehnya.

Pada saat yang bersamaan, Shinobu yang lolos saat perang memberitahukan kepada para warga mengenai perjanjian 5 tahun saat pertama kepulangan Oden. Kurozumi Orochi memberikan dua pilihan yaitu memilih banyak korban berjatuhan karena peperangan atau Oden harus menari terlanjang setiap minggu sehingga 100 orang diampuni.

Para warga terkejut mendengar pernyataan Shinobu dan membuat mereka mulai memberikan sorakan semangat untuk Oden. Mendekati waktu 1 jam, Orochi memanggil pasukan tembak untuk mengeksekusi mereka.

Oden kemudian melempar Akazaya Nine untuk melarikan diri. Ia berpesan agar para pengikutnya membuka Negeri Wa untuk dunia luar uatu hari nanti. Oden kemudian mati sesat setelah Kaido menembaknya. Anggota Akazaya Nine melarikan diri sembari memanggil-manggil nama Kozuki Oden dengan berderai air mata.


Hukuman Rebus Oden & Kisah Ishikawa Goemon


Peristiwa yang dialami Kozuki Oden diambil oleh pengarang One Piece, Eiichiro Oda dari kisah Ishikawa Goemon, sosok bandit kenamaan Jepang pada abad ke-16 (1558-1594). Seperti Oden, Goemon menjalani hukuman rebus. Bedanya, Oden mengangkat sembilan pengikutnya (Akazaya Nine), sedangkan Goeman mengangkat putranya agar tidak ikut tewas oleh air yang mendidih.

Terdapat berbagai versi soal asal-usul Ishikawa Goemon. Salah satunya adalah, ia bernama asli Sanada Kuranoshin, lahir di keluarga samurai yang mengabdi untuk klan Miyoshi di Iga. Ayahnya tewas oleh pengikut keshogunan Ashikaga, yang membuat Goemon dendam dan bersumpah menuntut balas kepada penguasa.

Namun, terdapat versi lain bahwa Goemon berasal dari Kawachi dengan nama asli Gorokizu. Ia pindah ke Kansai, membentuk sekelompok bandit yang mencuri harta dari para tuan tanah, lantas membagi benda-benda curian itu kepada rakyat jelata. Hal inilah yang menjadiknya sosok pahlawan di tengah-tengah masyarakat Jepang.

Tidak hanya versi kelahiran Ishikawa Goemon yang berbeda-beda. Versi penyebab ia dieksekusi dengan cara hukuman rebus juga beragam.

Salah satu di antaranya adalah, Goemon berupaya membalaskan dendam kematian istrinya dengan cara membunuh penguasa Jepang saat itu, Toyotomi Hideyoshi (1537-1598). Namun, ketika menyelinap ke Kastil Fushimi, ia tertangkap.

Ishikawa Goemon dijatuhi hukuman berupa direbus hidup-hidup bersama anaknya yang paling kecil. Terkait sang anak pun ada beragam versi. Ada versi yang menyebutkan, Goemon mengangkat putranya itu tinggi-tinggi. Sang putra lantas diampuni oleh Hideyoshi.

Namun, ada pula versi yang menyebut, Goemon sempat mengangkat anaknya tinggi-tinggi. Dalam sekejap ia lantas menceburkan sang putra ke air mendidih agar anaknya itu cepat mati, tidak menderita lebih lama oleh hukuman rebus. Barulah ia kemudian mengangkat kembali mayat sang putra, hingga akhirnya Goemon roboh dan tenggeam dalam rebusan.

Baca juga artikel terkait ONE PIECE atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Film)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fitra Firdaus
DarkLight