50 Juta Akun Facebook Diretas, Fitur "View As" Dinonaktifkan

Oleh: Nuraini Ika - 1 Oktober 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Kami menonaktifkan sementara fitur ‘View As’ saat kami melakukan tinjauan keamanan menyeluruh.”
tirto.id - Pihak Facebook menyatakan, mengalami serangan keamanan yang memengaruhi hampir 50 juta akun penggunanya pada Selasa, 25 September 2018.

Dilansir dari The Guardian, pelanggaran keamanan kali ini diyakini menjadi yang terbesar dalam sejarah facebook, dan sangat parah karena penyerang mencuri “token akses” yang merupakan semacam kunci keamanan yang memungkinkan pengguna untuk tetap masuk ke Facebook tanpa harus memasukkan sandi.

“Kami menganggap ini sangat serius dan menghendaki agar semua orang tahu apa yang terjadi dan tindakan segera yang kami ambil untuk melindungi keamanan orang,” ujar Wakil Presiden Manajemen Produk Facebook, Guy Rosen, dalam pernyataannya, dikutip Senin (1/10/2018).

Untuk mengatasi hal ini, Facebook kemudian melakukan investigasi awal, dan menyatakan bahwa peretas telah membobol kode Facebook di fitur “View As”, satu fitur yang memungkinkan orang lain melihat profil pengguna.

“Kami telah ambil tindakan. Pertama, kami memperbaiki kerentanan itu dan memberi tahu penegak hukum,” ungkap Rosen.

Tindakan kedua, Facebook telah me-reset token akses milik hampir 50 juta pengguna yang diketahui telah terdampak untuk melindungi keamanan akun mereka. Facebook juga mengambil langkah pencegahan untuk me-reset (membuat ulang) token akses 40 juta akun yang mengalami hal serupa tahun lalu.

Akibatnya, sekitar 90 juta orang sekarang harus masuk kembali ke Facebook, atau aplikasi apa pun yang menggunakan Login Facebook. Setelah mereka masuk kembali, mereka akan mendapatkan pemberitahuan di bagian atas News Feed yang menjelaskan apa yang terjadi.

“Ketiga, kami menonaktifkan sementara fitur ‘View As’ saat kami melakukan tinjauan keamanan menyeluruh,” lanjut Rosen.

Facebook, ujar Rosen, bekerja keras untuk lebih memahami detil masalah ini dan akan menginformasikan perkembangan selanjutnya. Selain itu, jika Facebook menemukan lebih banyak akun yang terpengaruh, mereka akan segera menyetel ulang token akses mereka.

“Karena kami baru saja memulai penyelidikan, kami juga belum tahu siapa di balik serangan ini atau di mana mereka berasal, kita mungkin tidak pernah tahu,” ujar Rosen. Ia menegaskan tingkat keahlian pihak peretas tentu telah memiliki tingkat keahlian tinggi, dilansir The Guardian.



Selain itu, Mark Zuckerberg pada panggilan konferensi dengan wartawan Jumat (28/9/2018) mengungkapkan pihaknya senang mereka menemukan masalah ini dan segera dapat memperbaikinya.

“Kami memiliki tugas menjaga keamanan data anda, apabila kami tidak bisa maka kami tidak pantas melayani anda,” tulis Zuckerbeg dalam surat pernyataan maaf.

Baca juga artikel terkait FACEBOOK atau tulisan menarik lainnya Nuraini Ika
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Nuraini Ika
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight