Wabah Mengaburkan Nasib Delman Monas

Seekor kuda penarik delman di sebuah lahan kosong sekitar Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (16/5/20). Biasanya delman-delman tersebut beroperasi di sekitar Monas. Tirto.id/Hafitz Maulana
Semenjak diberlakukannya PSBB, sejumlah delman dilarang beroperasi di kawasan Monas. Akibatnya, pendapatan kusir delman pun menurun jauh. Tirto.id/Hafitz Maulana
Di sisi lain, mereka masih harus mengeluarkan biaya untuk kebutuhan pakan kuda dan sewa kandang. Tirto.id/Hafitz Maulana
Rohmad, seorang kusir delman mengakui di masa pandemi ini penghasilannya hanya cukup digunakan untuk makan, baik dirinya maupun kudanya. Tirto.id/Hafitz Maulana
Sebelum masa pandemi, di kawasan ini terdapat beberapa kandang sewaan, namun pemilik lahan membongkar beberapa kandang yang masa sewanya telah habis ataupun ditinggalkan kusir yang mencari tempat lebih murah. Tirto.id/Hafitz Maulana
Dengan keterbatasan finansial yang mereka miliki untuk menyambung hidup, Rohmad bersama rekan kusir delman lainnya masih bertahan menyewa kandang kuda dengan tarif 500 Ribu per bulan. Tirto.id/Hafitz Maulana
Semenjak diberlakukannya PSBB, delman dilarang beroperasi di kawasan Monas. Akibatnya, pendapatan kusir delman pun menurun jauh.
18 Mei 2020
Sejumlah kuda delman yang biasa beroperasi di Monas terlihat di lahan kosong yang disewakan sebagai kandang kuda di sekitar kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan pada Sabtu (16/5/20). Semenjak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat wabah COVID-19, sejumlah delman dilarang beroperasi di sekitar Monas. Akibatnya, pendapatan para kusir delman menurun drastis, bahkan bisa dikatakan hanya cukup untuk makan. Padahal beban hidup mereka masih harus terbagi untuk kebutuhan pakan kuda dan sewa kandang. Setiap bulan mereka harus mengeluarkan 500 ribu Rupiah untuk sewa kandang. Sebelum masa pandemi, di kawasan ini terdapat beberapa kandang sewaan, namun pemilik lahan membongkar beberapa kandang yang masa sewanya telah habis ataupun ditinggalkan kusir yang mencari tempat lebih murah. Tirto.id/Hafitz Maulana

DarkLight