Soal Kritik LRT, JK Dinilai Pentingkan Keselamatan Negara

Oleh: Riyan Setiawan - 15 Januari 2019
Kritik Wapres Jusuf Kalla (JK) soal pembangunan LRT yang mahal dinilai Mantan Staf Khusus Menteri Kementerian ESDM Muhammad Said Didu sebagai upaya mementingkan keselamatan negara dibandingkan kekuasaan.
tirto.id - Mantan Staf Khusus Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Said Didu menilai, kritik Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) terkait pembangunan LRT merupakan upaya untuk mementingkan keselamatan negara dibandingkan kekuasaan.

"Saat lihat pernyataannya ini dia lebih mementingkan keselamatan negara dibandingkan kekuasaan," ujarnya saat dihubungi Tirto, Senin (14/1/2019) malam.

Dengan melontarkan pernyataan tersebut, kata Said, JK kembali menjadi seorang negarawan yang tak mau hanya karena kekuasaan, negara menghadapi masalah besar.

"Menurut saya publik sudah lama menunggu ada penguasa yang menyuarakan mengutamakan kewarasan daripada kekuasaan," ucapnya.

"Pernyataan yang memikirkan jangka panjang daripada sensasi pencitraan jangka pendek," tambahnya lagi.

Selain itu, kata Said, pernyataan JK dilontarkan lantaran Wapres RI itu sudah mengusulkan, namun merasa tidak didengarkan di dalam pemerintahan. Sehingga menurutnya, JK sudah mengeluarkan sikap kenegarawanannya dengan melakukan upaya menyelamatkan negara dibandingkan memilih kekuasaan.

“Harapan saya, tentunya Pak JK banyak memikirkan negara daripada sekedar mengejar kekuasaan,” terangnya.

Jusuf Kalla mengkritisi pembangunan proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) yang menghubungkan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek). Dia menilai proyek ini terlalu mahal.

Hal itu disampaikan oleh JK saat bertemu dengan para konsultan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) di Istana Wakil Presiden.




Baca juga artikel terkait KRITIK JK atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Politik)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno