Peter Kasenda disebut baru saja menyelesaikan perumusan naskah otentik Pancasila sebelum meninggal dunia. Tugas itu diemban Peter sejak bergabung dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) setahun terakhir.

Pelaksana tugas Kepala BPIP Hariyono mengatakan perumusan naskah otentik Pancasila oleh Peter dan sejumlah rekannya sudah dilakukan sejak BPIP masih bernama Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Hasil perumusan itu rencananya akan menjadi dasar pembelajaran Pancasila di sekolah dan arsip-arsip akademik.

"Pak Peter dan tim mengemban tugas berat yang tengah dijalaninya, yakni merumuskan dokumen naskah otentik Pancasila," ujar Hariyono.

"Patut disyukuri, selain beberapa kontribusi penting bersama tim di BPIP, dalam jagat maya pemikiran mendiang telah diabadikan. Masyarakat luas masih dapat mengakses pada blog pribadi mendiang di [email protected]," ujar Hariyono dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto, Selasa (11/9/2018).

Peter adalah seorang sejarawan kelahiran Bandung. Ia menyelesaikan studi Sastra Perancis dan Ilmu Sejarah di Fakultas Sastra—yang saat ini berubah menjadi Fakultas Ilmu Budaya (FIB)—Universitas Indonesia (UI).

Hingga akhir hayatnya, ia menjabat sebagai dosen sejarah di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, dan menjadi salah satu staf ahli BPIP. Ia ditemukan meninggal dunia di kediamannya, Senin (10/9/2018).

Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Monev BPIP, Ben Antono menyebut naskah otentik Pancasila yang sudah dirumuskan Peter akan diserahkan ke Dewan Pengarah lembaganya. Setelah itu, naskah tersebut akan dikaji sebelum ditetapkan menjadi dokumen negara.

"Itu sudah dalam tahap draf final hanya perlu sedikit di-review," ujar Ben kepada Tirto.

BPIP, disebut Ben, akan menanggung semua biaya pemakaman Peter. Selain itu, BPIP juga akan segera melunasi hak keuangan bagi Peter yang belum terbayarkan hingga kini.

"Biaya pemakaman ditanggung BPIP, mulai upacara, persemayaman. Intinya biaya pemakaman, upacara, sampai penyiapan semuanya diurus BPIP kepada rumah duka," kata Ben.