Menuju konten utama

Rizal Ramli Tak Mau Danau Toba Dikelola Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menegaskan bahwa pengelolaan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba yang akan dibentuk sebaiknya tidak berada di bawah lembaga pemerintah.

Rizal Ramli Tak Mau Danau Toba Dikelola Pemerintah
Danau Toba FOTO/SHUTTERSTOCK

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menegaskan bahwa pengelolaan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba yang akan dibentuk sebaiknya tidak berada di bawah lembaga pemerintah.

Rizal Ramli mengemukakan keinginannya agar Danau Toba dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. "Oleh karena itu dipilih bentuknya itu bagaikan BLU atau Badan Layanan Umum," tegasnya seperti dikutip dari kantor berita Antara, Kamis, (10/3), di Jakarta.

Pengelolanya, lanjut Rizal Ramli, akan dipilih dari kalangan professional dan Aparatur Sipil Negara (ASN), dengan audit dari perusahaan akuntan professional, mengingat badan tersebut akan mengelola aset, dana, atau mencari pembiayaan secara mandiri.

" Tentu dengan kompensasi atau remunerasi yang juga kompetitif. Yang penting transparan dan akuntabel. Masa kerjanya 25 tahun dan bisa diperpanjang kalau pemerintah yang akan datang memutuskan untuk diperpanjang. Para bupati akan dilibatkan sebagai 'advisory' (penasehat) dan 'consultative' (konsultan), sehingga rencana tahunan, pembangunan fisik itu dibahas bersama dan dieksekusi badan otorita," jelasnya.

Pernyataan Rizal Ramli ini dikeluarkan di sela-sela Rapat Koordinasi (rakor) lanjutan tentang pembentukan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba di kantornya di Jakarta.

Rakor yang dihadiri oleh Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian PAN-RB, Sekretariat Negara, Kementerian dalam Negeri hingga Plt Gubernur Sumatera Utara dan para bupati di sekitar wilayah Danau Toba ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Danau Toba beberapa waktu yang lalu.

"Kesimpulannya, kita sepakati, semua harus kita percepat. Karena Presiden sudah katakan tahun ini adalah tahun percepatan. Jadi jangan lagi membahas sesuatu itu terlalu bertele-tele, ikuti pola lama yang bikin ribet. Kita ingin semangat percepatan ini diikuti perubahan cara kerja dan cara berpikir. Jangan bikin aturan yang terlalu ribet. Sederhanakan," katanya.

Menurut Rizal, jika percepatan pengembangan pariwisata Danau Toba berhasil dilakukan, kawasan di Sumatera Utara itu dipastikan akan menjadi destinasi wisata nomor tiga teratas setelah Bali dan Jakarta. "Selama ini hanya Bali yang berkembang, yang lain-lain karena tidak ada infrastruktur, enggak berkembang. Dalam kaitan dengan Danau Toba, kalau semua ini dilaksanakan, maka Danau Toba akan jadi destinasi pariwisata nomor tiga di Indonesia setelah Bali dan Jakarta," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait BADAN OTORITA PARIWISATA DANAU TOBA atau tulisan lainnya

Reporter: Putu Agung Nara Indra