Pembuktian Tajam di Liga Terkejam

Oleh: Iswara N Raditya - 10 September 2016
Dibaca Normal 2 menit
Musim baru Liga Utama Inggris 2016/2017 diramaikan oleh banyak wajah anyar, termasuk para striker debutan. Mereka harus segera membuktikan ketajamannya jika tidak ingin menjadi sasaran kecam di kompetisi yang konon disebut sebagai liga paling kejam itu.
tirto.id - Selain diklaim sebagai liga termegah, Premier League juga menjadi kompetisi terkejam, termasuk bagi para pendatang baru, terutama mereka yang hadir dengan label sebagai penggedor gawang lawan. Persaingan yang super ketat antar klub, suporter yang teramat fanatik, ditambah sorotan media dari seluruh dunia bakal menjadi beban bagi para pengisi lini depan ini.

Berakhir Tragis di Inggris?

Sejarah mencatat, tidak sedikit penyerang dengan rekam jejak mentereng justru mendadak impoten saat menjajal Premier League. Ingatkah dengan Andriy Shevchenko? Berpredikat sebagai salah satu bomber paling haus gol di Eropa pada medio 2000-an kala itu, ia justru meringis di Inggris.

Torehan 94 gol Shevchenko bersama klub kampung halamannya di Ukraina, Dynamo Kyiv, berlanjut dengan 173 gol di AC Milan, seakan sirna setelah bergabung dengan Chelsea pada musim 2006/2007. Di Premier League, peraih dua kali gelar top skor Liga Champions ini hanya mencetak 9 gol dalam dua musim!

Sebelumnya ada Patrick Kluivert. Bermodalkan 50 gol dari 97 laga di Ajax Amsterdam, serta 120 gol dari 255 pertandingan bersama Barcelona, meski sempat tersendat di AC Milan, bomber Belanda ini hanya bertahan semusim saja di Premier League. Di Newcastle United pada 2004/2005, Kluivert cuma mengumpulkan 13 gol.

Yang masih lekat dalam ingatan tentu saja Radamel Falcao. Orang Kolombia ini menyambangi Britania dengan portofolio memukau: 46 gol dari 111 laga di River Plate (Argentina), 72 gol dari 87 laga di FC Porto (Portugal), 70 gol dari 91 laga di Atletico Madrid (Spanyol), serta 15 gol dari 24 laga di AS Monaco (Perancis).

Di Premier League, ketajaman Falcao menukik drastis terlepas dari rentetan cedera yang menderanya. Hanya 4 gol dari 29 laga di Manchester United pada musim 2014/2015, serta sebiji gol dari 12 laga bersama Chelsea di musim berikutnya membuat karier Falcao di Inggris harus dipungkasi dengan tragis.

Tantangan Striker Pendatang

Premier League memiliki cukup banyak bomber top sebelum musim baru ini, sebut saja Sergio Aguero (Manchester City), Diego Costa (Chelsea), Alexis Sanchez (Arsenal), Romelo Lukaku (Everton), ataupun nama-nama lokal macam Wayne Rooney (Manchester United), Jamie Vardy (Leicester City), juga top skor musim lalu, Harry Kane (Tottenham Hotspur).

Kini, persaingan bertambah seru dengan hadirnya wajah-wajah baru yang berpotensi tampil memikat atau justru berujung tamat. Yang paling menjadi sorotan pastinya Zlatan Ibrahimovic. Tidak ada yang meragukan kualitas bomber Swedia ini meskipun terbilang telat hadir di Inggris, pada usia 34 tahun.

Sudah 460 gol ditorehkan Ibra di sepanjang kariernya sejauh ini, yakni bersama Malmo FF (Swedia), Ajax (Belanda), Juventus (Italia), Inter Milan (Italia), Barcelona (Spanyol), AC Milan (Italia), Paris Saint Germain (Perancis), maupun di tim nasional Swedia.

Manchester United (MU) yang akhirnya dijadikan pilihan oleh Ibra usai lepas dari Paris Saint Germain dengan status bebas transfer. Sikap arogannya ternyata sepadan dengan aksinya di lapangan. Tiga gol pun langsung dicetak Ibra dalam tiga laga perdana bersama Setan Merah yang kini ditukangi oleh pelatih favoritnya, Jose Mourinho.

Dengan capaiannya itu, Ibrahimovic jelas menjadi ancaman kuat bagi para bomber lama yang terlebih dulu bercokol di Premier League. Namun, apakah striker pendatang baru lainnya juga demikian?



Calon Bintang Atau Pecundang?

Nama Vincent Janssen barangkali masih sedikit asing bagi sebagian orang. Tapi, siapa sangka pemuda 22 tahun ini adalah pencetak gol terbanyak kompetisi kasta tertinggi di Belanda, Eredivisie, musim lalu dengan torehan 27 gol bersama AZ Alkmaar. Beruntung Tottenham Hotspur berhasil menggaet pemilik 3 gol dari 7 caps di De Oranje ini.

Namun, dari 3 laga perdana di Premier League, ia belum mencetak satu gol pun. Satu-satunya ancaman yang bisa berpotensi menjadi kegagalan Janssen di Spurs adalah karena ia berada di posisi yang sama dengan Harry Kane yang masih dipercaya sebagai bomber utama The Lilywhite.

Janssen bisa saja mengikuti jejak Ruud van Nistelrooy yang mencetak 150 gol untuk MU, Robin van Persie dengan koleksi 144 golnya di Premier League, bahkan Jimmy Floyd Hasselbaink yang membukukan 177 gol untuk Leeds United, Middlesbrough, Chelsea, Charlton Athletic, dan Cardiff City. Tapi, ia juga bisa berakhir miris di Inggris seperti yang pernah dialami oleh Patrick Kluivert.

Satu lagi striker baru Premier League yang bernasib hampir sama dengan Janssen, yakni Michy Batshuayi. Diboyong Chelsea dari Marseille (Perancis) dengan mahar 39 juta euro, talenta Belgia ini juga masih berusia 22 tahun dengan rekam jejak yang cukup menjanjikan. Batshuayi sejauh ini telah mengumpulkan 77 gol berkat kiprahnya bersama Standard Liege (Belgia) dan Marseille.

Di Chelsea pun, Batshuayi langsung tampil lumayan baik. Ia mencetak 1 gol dari 3 laga di Premier League, ditambah 2 gol dari 1 pertandingan di Piala Liga Inggris. Namun, konsistensinya dipertaruhkan karena ia harus bersaing dengan juru gedor utama The Blues, Diego Costa.

Masih terdapat nama baru yang berpotensi menjadi pesaing para penyerang lama di Premier League. Ada striker muda berbakat lainnya macam Lys Mousset (Bournemouth), Viktor Fischer (Middlesbrough), Ahmed Musa (Leicester City), Borja Gonzalez (Swansea City), hingga duet anyar West Ham United, yakni Simone Zaza dan Jonathan Calleri.

Juga mereka yang sedang menapaki masa-masa usia emas macam Lucas Perez (Arsenal), Islam Slimani (Leicester City), dan Manuel Agudo Duran alias Nolito (Manchester City), bahkan bomber menjelang senja seperti Fernando Llorente (Swansea City) yang berharap bisa mengikuti langkah awal gemilang seperti yang telah ditunjukkan oleh Zlatan Ibrahimovic di Manchester United.

Baca juga artikel terkait SEPAKBOLA atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Iswara N Raditya
Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti